jurnalistik.co.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meninjau pekerjaan pembangunan ruas jalan Lakeya-Mohiyolo di Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo, pada Selasa (9/6/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan progres peningkatan ruas jalan tersebut berjalan sesuai rencana.
Pembangunan ruas jalan Lakeya-Mohiyolo merupakan realisasi janji kampanye Gusnar Idah yang diarahkan untuk mendukung pembangunan jalan di Kecamatan Asparaga. Dalam kunjungannya, Gusnar menyampaikan bahwa pelaksanaan pekerjaan pada tahun 2025 tidak dapat dijalankan pada awalnya.
Alasan penundaan pembangunan pada 2025
Gusnar menjelaskan bahwa ruas jalan desa Lakeya-Mohiyolo masuk dalam kategori jalan Kabupaten. Karena itu, terdapat pembatasan terkait aturan pemanfaatan anggaran Provinsi untuk pekerjaan jalan kabupaten, sehingga pekerjaan tidak bisa dikonstruksi pada tahun 2025.
Ia menambahkan, pada saat dirinya dilantik pada Februari, waktu pelaksanaan pekerjaan sudah mepet dan harus disertai administrasi yang panjang. “Kita dahulu sempat dibatasi oleh aturan karena anggaran Provinsi tidak bisa dipakai untuk pekerjaan jalan Kabupaten, pada saat saya dilantik Februari waktu pekerjaannya juga sudah mepet dan harus ada administrasi yang panjang, sehingga tidak bisa dikonstruksi pada tahun 2025. Sehingga saya minta untuk dijaga sehingga pada tahun 2026 kita penuhi semua aturan dan alhamdulillah itu lolos dan hari ini kita kerjakan” jelas Gusnar.
Penyesuaian anggaran dan usulan kelanjutan lewat IJD
Gusnar juga menyinggung bahwa meskipun pekerjaan telah dapat dikerjakan pada tahun 2026, terdapat penyesuaian akibat peraturan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat. Ia menyebutkan bahwa pekerjaan jalan yang seharusnya dikerjakan dengan panjang 16,67 kilometer, saat ini baru bisa dikerjakan sepanjang 797 meter.
Penyesuaian itu, kata Gusnar, menelan anggaran bersumber dari APBD sebesar Rp4,7 miliar. Untuk peningkatan selanjutnya, Pemerintah Provinsi mengusulkan agar pekerjaan dimasukkan melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD).
“Bapak ibu sekalian, ini belum apa-apa hanya 5 miliar dan masih panjang jalan yang harus dikerjakan, tetapi alhamduliilah tiga hari lalu kami dihubungi oleh kementerian PU, segera memasukkan usulan inpres jalan daerah, dari situ kami ajukan, dan dari 15 ruas jalan yang kami usulkan, Jalan ini yang masuk dalam nomor urut ke dua , artinya punya peluang yang besar untuk bisa masuk” ungkap Gusnar.
Gusnar menyampaikan bahwa proses pengusulan tersebut dilakukan setelah ada arahan dan tindak lanjut dari Kementerian PU. Dengan masuknya ruas jalan Lakeya-Mohiyolo pada nomor urut ke dua dari daftar 15 ruas yang diusulkan, peluang untuk keberlanjutan program dinilai lebih besar.
Lingkup pekerjaan dan jadwal proyek
Lingkup pekerjaan ruas jalan Lakeya-Mohiyolo meliputi persiapan badan jalan, pengerjaan aspal dan galian saluran. Selain itu, terdapat juga pekerjaan struktur baju jalan, rehap struktur jembatan, serta pekerjaan marka jalan.
Proyek tersebut dilaksanakan oleh CV Antariksa Persada dengan waktu pekerjaan selama 150 hari. Pekerjaan dimulai sejak 18 Mei dan berakhir pada 15 Oktober 2026.
Dengan rentang pelaksanaan tersebut, peninjauan yang dilakukan Gusnar dimaksudkan untuk memastikan seluruh tahapan pengerjaan—mulai dari persiapan, pekerjaan aspal dan saluran, hingga perbaikan struktur jembatan serta marka jalan—berjalan sesuai target waktu proyek.
Dalam peninjauan tersebut, Gusnar menekankan pentingnya memastikan setiap tahapan pelaksanaan berjalan tertib, mulai dari persiapan badan jalan hingga pekerjaan aspal, galian saluran, serta penanganan pada struktur baju jalan dan marka. Langkah pemeriksaan juga dimaksudkan untuk melihat kesesuaian progres di lapangan dengan rencana waktu proyek yang berlangsung 150 hari.
Ia menjelaskan bahwa keberlanjutan pekerjaan pada 2026 tetap memerlukan penyesuaian karena kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat. Dampaknya, pengerjaan yang semula direncanakan sepanjang 16,67 kilometer mengalami perubahan menjadi 797 meter, dengan alokasi anggaran bersumber dari APBD sebesar Rp4,7 miliar, sementara percepatan dan kelanjutan diarahkan lewat skema Inpres Jalan Daerah (IJD).
Gusnar menambahkan bahwa usulan tersebut diproses setelah ada arahan dan tindak lanjut dari Kementerian PU. Dari total 15 ruas yang diusulkan, Jalan Lakeya-Mohiyolo masuk nomor urut ke dua, sehingga peluang untuk dapat diteruskan dalam rangkaian program dinilai lebih besar.












