Hukum & Kriminal

Drama Penangkapan Maling Motor Bersenjata di Palembang, Pelaku Sempat Tembak Warga Saat Kabur

×

Drama Penangkapan Maling Motor Bersenjata di Palembang, Pelaku Sempat Tembak Warga Saat Kabur

Sebarkan artikel ini
Drama Penangkapan Maling Motor Bersenjata di Palembang, Sempat Tembak Warga Saat Kabur Regional 16 Juni 2026
Ilustrasi: Drama Penangkapan Maling Motor Bersenjata di Palembang, Sempat Tembak Warga Saat Kabur

jurnalistik.co.id – Di Palembang, Sumatera Selatan, seorang pencuri sepeda motor bernama Ahmad Mustafa (50) harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah sempat diamuk massa. Insiden itu terjadi saat pelaku berusaha kabur usai tepergok mencuri motor, dan dalam pelarian tersebut ia menembak serta menikam dua warga.

Akibat kejadian pada Senin (15/6/2026) malam, dua korban mengalami luka-luka. Reza Pahlepi (34) terkena serempetan peluru hingga mengalami luka di bagian dada sampai pinggang. Sementara itu, M. Ikbal (30) mengalami luka tusuk pada paha kanan.

Di tengah kepanikan warga, aksi pelaku terekam dan video penangkapan Mustafa sempat tersebar di berbagai grup WhatsApp. Dalam rekaman itu, Mustafa menjadi bulan-bulanan massa yang marah karena tindakan pelaku melukai dua orang tersebut.

Kronologi kejadian

Kepala Kepolisian Sektor Ilir Timur I Palembang, Kompol Fitri Dewi Utami, menjelaskan bahwa aksi pencurian bermula ketika korban Achmad Hadi Shahab (46) memarkir sepeda motornya di halaman minimarket Jalan Ali Gatmir untuk membeli susu. Saat berada di dalam minimarket, korban kemudian melihat pelaku sedang berusaha membawa kabur motornya dengan menggunakan kunci letter T.

Fitri menyampaikan, “Korban sedang membeli susu di Alfamart 10 Ilir. Ketika melihat pelaku mencuri motornya, korban langsung berteriak meminta bantuan warga. Pelaku kemudian melarikan diri ke arah saluran air di Jalan Pangeran Antasari,” kata Fitri kepada wartawan pada Selasa (16/6/2026).

Teriakan korban mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah orang kemudian melakukan pengejaran terhadap Mustafa setelah ia berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian.

Namun, saat pelaku terdesak dalam proses pengejaran, Mustafa mengeluarkan senjata api rakitan. Ia lalu melepaskan tembakan ke arah warga, sehingga dua orang mengalami luka sesuai yang terjadi dalam insiden tersebut.

Dalam peristiwa itu, Mustafa juga disebut sempat menikam dua warga saat ia berusaha melarikan diri setelah tepergok mencuri motor. Dua korban kemudian diketahui mengalami luka-luka, yakni Reza Pahlepi (34) mengalami luka di bagian dada hingga pinggang akibat serempetan peluru, sedangkan M. Ikbal (30) mengalami luka tusuk pada paha kanan.

Setelah amukan massa, pelaku akhirnya berhasil ditangkap. Saat ini, Ahmad Mustafa masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka yang dideritanya.

Insiden penangkapan yang berlangsung di kawasan Jalan Ali Gatmir tersebut menyoroti kejadian pencurian yang berujung kekerasan. Lokasi kejadian disebut berada di Kelurahan 10 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, dengan pelarian pelaku menuju saluran air di Jalan Pangeran Antasari.

Menurut keterangan yang disampaikan Kompol Fitri Dewi Utami, pelaku sempat membawa kabur sepeda motor setelah berhasil membuka akses menggunakan kunci letter T. Kejadian di sekitar lokasi minimarket itu kemudian berkembang cepat karena korban dan warga langsung menyadari aksi pencurian yang sedang berlangsung.

Fitri juga menuturkan bahwa pelarian Mustafa tidak berhenti pada upaya kabur dari lokasi. Ketika ia mulai terdesak dalam pengejaran massa, Mustafa diduga menggunakan senjata api rakitan untuk menghalau warga yang mengejarnya, sehingga situasi berubah dari proses pengejaran menjadi peristiwa kekerasan.

Setelah Mustafa akhirnya diamankan, perhatian warga tertuju pada kondisi korban yang mengalami luka-luka akibat serangan selama pelarian. Peristiwa ini juga kembali menjadi sorotan karena video penangkapan yang sempat beredar memperlihatkan kemarahan massa terhadap pelaku, yang saat itu dianggap melukai dua orang di lokasi kejadian.

Ketika aksi pencurian diketahui, suasana di sekitar minimarket cepat memanas. Keributan yang muncul membuat warga berkumpul dan ikut memutuskan untuk mengejar Mustafa mengikuti arah pelarian di sekitar Jalan Pangeran Antasari.

Peristiwa kekerasan yang menyertai upaya kabur itu kemudian memperparah reaksi massa. Penyebaran rekaman penangkapan yang sempat beredar di grup WhatsApp ikut ikut mendorong kemarahan warga, sehingga pelaku mendapat perlakuan dari banyak orang setelah sempat terdesak.

Usai Mustafa berhasil ditangkap, perhatian kembali difokuskan pada kondisi korban yang mengalami luka-luka. Di saat yang sama, pelaku tetap menjalani perawatan karena luka yang didapat selama insiden tersebut.