Hukum & Kriminal

Dinyatakan Hilang, Anak Panti Asuhan Arasyid di Palembang Ditemukan Tewas Mengapung di Waduk Talang Aman

×

Dinyatakan Hilang, Anak Panti Asuhan Arasyid di Palembang Ditemukan Tewas Mengapung di Waduk Talang Aman

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sempat Dikabarkan Hilang, Anak Penghuni Panti Asuhan di Palembang Ditemukan Meninggal di Waduk

jurnalistik.co.id – Seorang anak penghuni Panti Asuhan Arasyid di Palembang ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Kamis (24/7/2026) malam. Jenazah korban ditemukan mengapung di Waduk Talang Aman, Kecamatan Kemuning, Palembang, Sumatera Selatan.

Korban diketahui bernama AS (10). Warga yang lebih dulu melihat kondisi tersebut kemudian melaporkan temuan mereka kepada pihak berwenang.

Kapolsek Kemuning AKP Iklil Alanuari menjelaskan, sebelum ditemukan tewas, AS sempat berpamitan kepada penghuni panti lain. Anak tersebut mengatakan hendak menuju masjid untuk menjalankan salat Isya.

Namun, AS tak kunjung kembali ke panti. Karena itu, penghuni lainnya melakukan pencarian pada malam yang sama untuk memastikan keberadaan korban.

“Korban baru ditemukan siang tadi dalam kondisi sudah meninggal mengapung di waduk oleh warga,” kata Iklil, Jumat (24/7/2026). Ia menyampaikan, penemuan tersebut terjadi setelah warga melihat tubuh AS berada di permukaan waduk.

Setelah jenazah ditemukan, polisi membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan pemeriksaan awal. Pemeriksaan dilakukan melalui rangkaian prosedur yang mencakup visum serta pendalaman dari sisi penyebab kematian.

Di lokasi kejadian, penyidik juga melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi. Langkah ini dilakukan untuk menguatkan kronologi peristiwa, termasuk memastikan bagaimana korban bisa berada di area waduk.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga AS meninggal karena tenggelam. Kapolsek menyebut dugaan awal mengarah pada kemungkinan korban terpeleset ke dalam waduk.

“Dugaan sementara, korban terpeleset ke dalam waduk dan tidak mampu menyelamatkan diri karena tidak bisa berenang. Tapi, kami masih terus melakukan pengembangan,” ujar AKP Iklil Alanuari.

Menurutnya, penyelidikan masih terus berjalan agar penyebab kematian dapat dipastikan secara lebih terperinci. Dokter forensik dari rumah sakit yang merawat jenazah akan memaparkan temuan pemeriksaan untuk menentukan faktor yang menyebabkan kematian korban.

“Jenazah masih di Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum,” tuturnya. Dengan demikian, pihak kepolisian menunggu hasil pemeriksaan medis sebagai dasar penyimpulan akhir kasus tersebut.

Peristiwa ini berawal ketika AS yang merupakan penghuni panti asuhan diketahui berpamitan kepada sesama penghuni. Sebelum kejadian, ia menyampaikan niatnya hendak pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Isya. Setelah itu, anak tersebut tidak kunjung kembali, sehingga perhatian penghuni panti kemudian mengarah pada kemungkinan korban mengalami sesuatu dalam perjalanan.

Karena AS tidak hadir sebagaimana yang diperkirakan, penghuni lain mengambil inisiatif melakukan upaya pencarian pada malam yang sama. Langkah itu dilakukan untuk memastikan bahwa keberadaan korban tidak dalam kondisi yang membahayakan. Upaya pencarian tersebut kemudian berlanjut hingga akhirnya informasi terkait penemuan korban muncul dari warga di sekitar lokasi waduk.

Kapolsek Kemuning juga menjelaskan bahwa penemuan jenazah terjadi setelah warga melihat tubuh AS berada di permukaan Waduk Talang Aman. Temuan warga kemudian diteruskan kepada pihak berwenang. Setelah menerima laporan, polisi melakukan penanganan awal terhadap korban, termasuk langkah-langkah administrasi dan prosedur yang diperlukan sebelum pemeriksaan lebih lanjut dilakukan.

Usai dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, korban menjalani pemeriksaan awal sebagai bagian dari rangkaian proses medis. Pemeriksaan tersebut melibatkan visum serta pendalaman untuk menilai penyebab kematian. Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi masih menggunakan dugaan awal sebagai pegangan sementara, sembari menunggu kesimpulan yang lebih kuat dari hasil pemeriksaan forensik.

Selain pemeriksaan medis, di lokasi kejadian penyidik turut melaksanakan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi. Proses ini diarahkan untuk merapikan kronologi dan menilai keterkaitan antara keterangan saksi dengan kondisi korban di area waduk. Dengan pengembangan yang terus dilakukan, pihak kepolisian berupaya memastikan bagaimana peristiwa tersebut dapat terjadi dan apa faktor yang paling mendekati penyebab kematiannya.

Hingga saat ini, polisi menegaskan penyelidikan masih berjalan dan belum menetapkan kesimpulan final sebelum hasil pemeriksaan lengkap dari dokter forensik dipaparkan. Pihak kepolisian menunggu temuan medis menjadi dasar penyimpulan akhir, sekaligus memastikan seluruh rangkaian proses penanganan, mulai dari laporan kehilangan hingga pemeriksaan lanjutan, dapat dipertanggungjawabkan sesuai prosedur.