Peristiwa

Enam Kontingen Bali Tiba di Gorontalo untuk PENAS XVII

×

Enam Kontingen Bali Tiba di Gorontalo untuk PENAS XVII

Sebarkan artikel ini
Enam Kontingen Bali untuk PENAS XVII Tiba di Gorontalo
Ilustrasi: Enam Kontingen Bali untuk PENAS XVII Tiba di Gorontalo

jurnalistik.co.id – Enam peserta kontingen Provinsi Bali tiba di Gorontalo untuk mengikuti Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan Tahun 2026. Rombongan yang dipimpin I Nyoman Selamat mendarat di Bandara Djalaluddin pada pukul 14.10 WITA, Selasa (16/6/2026).

Kedatangan rombongan disambut Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Ekraf, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Romi Moge. Selanjutnya, seluruh peserta menjalani tahapan sesuai prosedur yang telah disiapkan instansi terkait di bandara.

Menurut Romi Moge, ada beberapa langkah yang harus ditempuh setelah kontingen tiba. “Begitu mereka tiba di Bandara, ada prosedur. Pertama melapor ke tim Dinas Pertanian untuk data kedatangan. Terus yang kedua ke bagian karantina, karena mereka harus di screening, mengisi google form yang disiapkan oleh Balai Karantina di Bandara. Terus setelah itu kami langsung bawa ke Gor David Tony,” jelas Romi.

Setibanya di Bandara Djalaluddin, peserta terlebih dahulu melapor kepada tim Dinas Pertanian untuk pendataan kedatangan. Setelah pendataan dilakukan, peserta kemudian menjalani proses karantina dengan mengisi formulir rekomendasi yang disiapkan Balai Karantina.

Sesudah tahapan karantina, peserta diarahkan ke GOR David-Tony untuk menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Pemeriksaan kesehatan ini menjadi bagian dari rangkaian penyiapan kedatangan kontingen sebelum peserta melanjutkan agenda berikutnya.

Usai pemeriksaan kesehatan, peserta melakukan registrasi di Dinas Pertanian sebelum menuju pemondokan yang telah disiapkan. Lokasi pemondokan disebut berada di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto.

Total kontingen Bali yang akan mengikuti PENAS XVII Petani Nelayan Tahun 2026 berjumlah 102 orang. Rombongan tersebut terdiri dari petani, ketua KTNA, serta pengurus.

Perjalanan peserta ke Gorontalo direncanakan berlangsung secara bertahap hingga 20 Juni 2026. Kontingen dijadwalkan tiba melalui dua pintu masuk, yakni Bandara Djalaluddin Gorontalo dan Bandara Sam Ratulangi Manado.

Rombongan terbesar dijadwalkan mendarat pada 19 Juni 2026 dengan jumlah 83 orang. Pola kedatangan bertahap ini disiapkan agar proses pendataan, pemeriksaan, hingga pengaturan pemondokan dapat berjalan teratur sejak kedatangan awal.

Selain kontingen Bali, terdapat juga satu peserta kontingen Jawa Timur yang tiba di Gorontalo menggunakan penerbangan yang sama. Total kontingen Jawa Timur yang mengikuti PENAS XVII Petani Nelayan Tahun 2026 berjumlah 55 orang.

Dari total tersebut, 54 peserta lainnya dijadwalkan tiba pada 18 Juni 2026. Dengan demikian, penyelenggaraan rangkaian kedatangan tidak hanya melibatkan rombongan Bali, tetapi juga penyesuaian jadwal bagi kontingen dari Jawa Timur agar seluruh peserta dapat mengikuti tahapan administrasi dan pemeriksaan dengan tepat waktu.

Rangkaian proses yang disampaikan Romi Moge menegaskan bahwa setelah mendarat, peserta tidak langsung beralih ke agenda lain. Mereka terlebih dahulu melalui pendataan kedatangan di Dinas Pertanian, menjalani screening karantina melalui pengisian google form yang disiapkan Balai Karantina, lalu diarahkan untuk pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Setelah rangkaian tersebut selesai, peserta melakukan registrasi kembali di Dinas Pertanian sebelum menuju pemondokan. Seluruh tahapan itu sekaligus menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan PENAS XVII Petani Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo, termasuk memastikan peserta yang datang dapat mengikuti alur administrasi sesuai prosedur sejak hari pertama kedatangan.

Dengan jadwal kedatangan yang bertahap hingga 20 Juni 2026, panitia dan pihak terkait dapat mengatur penempatan peserta, pengawasan kesehatan, serta kebutuhan administrasi lainnya. Kontingen Bali sebagai rombongan utama dijadwalkan hadir dalam beberapa gelombang, dimulai dari kedatangan pada 16 Juni 2026 dan dilanjutkan hingga gelombang terbesar pada 19 Juni 2026.

Sementara itu, kontingen Jawa Timur juga dijadwalkan hadir sesuai pembagian waktu, dengan satu peserta tiba menggunakan penerbangan yang sama, kemudian 54 peserta lainnya dijadwalkan tiba pada 18 Juni 2026. Perkembangan jadwal ini menunjukkan bahwa persiapan kedatangan peserta dilakukan dengan mempertimbangkan alur layanan di bandara, pemeriksaan kesehatan, hingga penyiapan pemondokan di Kecamatan Limboto.