jurnalistik.co.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan Bandung tengah memperoleh citra positif di Malaysia, terutama karena berkembangnya minat terhadap kuliner kota ini. Ia menilai tren tersebut sedang menarik perhatian wisatawan mancanegara dari Negeri Jiran.
Farhan menyampaikan pandangannya saat berbicara di Balai Kota Bandung pada Senin (15/6/2026). Menurutnya, saat ini di Malaysia berkembang anggapan bahwa Bandung merupakan salah satu destinasi kuliner terbaik di Asia.
“Saat ini, ada tren yang sangat menarik. Di Malaysia sedang berkembang anggapan bahwa Bandung merupakan salah satu destinasi kuliner terbaik di Asia,” ujar Farhan.
Farhan juga menyebut kunjungan wisman, khususnya dari Malaysia, ke Bandung meningkat secara drastis. Ia mengaitkan peningkatan tersebut dengan kondisi ekonomi yang turut mendukung perjalanan wisata dari Malaysia.
“Akhirnya, wisatawan Malaysia ramai-ramai datang ke Bandung. Ditambah lagi nilai tukar ringgit yang sedang kuat,” jelasnya.
Di sisi lain, Farhan menilai daya tarik Bandung tidak hanya berhenti pada urusan kuliner. Ia menyebut berkembangnya sektor kuliner sekaligus sektor fashion kreatif menjadi faktor yang turut menarik perhatian wisman Malaysia untuk datang ke Kota Bandung.
“Berkembangnya sektor kuliner ditambah sektor fashion kreatif sangat menarik perhatian wisman Malaysia untuk datang ke Kota Bandung,” katanya.
Ia menambahkan bahwa banyak wisatawan yang datang memperoleh rekomendasi dari media sosial. Farhan menegaskan pola rekomendasi tersebut ikut membentuk keputusan wisatawan untuk memilih Bandung sebagai tujuan.
“Kebanyakan dari wisman yang datang ke Malaysia mendapatkan rekomendasi dari konten-konten di media sosial,” ungkapnya.
Saat wisatawan tiba di Bandung, Farhan menyampaikan bahwa mereka juga merasakan perbandingan harga yang dianggap menguntungkan. Ia menyatakan persepsi harga ini menjadi salah satu pengalaman yang memperkuat ketertarikan wisatawan.
“Ketika datang ke Bandung, mereka merasa harga-harga relatif lebih murah,” ungkapnya.
Momentum peningkatan kunjungan tersebut, lanjut Farhan, tidak ingin dilepas begitu saja oleh Pemkot Bandung. Ia mengatakan pemerintah setempat tengah mendorong perbaikan infrastruktur serta menggerakkan UMKM agar lebih aktif melakukan promosi.
“Momentum ini pun tidak mau dilepas Pemkot Bandung. Menurut Farhan, perbaikan infrastruktur mulai digenjot dan para UMKM juga didorong untuk gencar melakukan promosi-promosi,” ujarnya.
Untuk menangkap peluang yang muncul dari arus wisatawan, Farhan menjelaskan ada penyesuaian jadwal program. Ia menyampaikan bahwa program Bandung Bulan Belanja yang semula direncanakan pada Agustus dimajukan menjadi Juni.
“Momentum ini sangat pas. Makanya, itu program Bandung Bulan Belanja yang semula direncanakan pada Agustus dimajukan menjadi Juni untuk menangkap momentum wisatawan Malaysia,” tuturnya.
Farhan juga menyatakan, ramainya kedatangan wisatawan Malaysia ke Bandung diharapkan dapat menjadi pertimbangan pemerintah pusat untuk membuka kembali penerbangan luar Jawa serta internasional dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara. Harapannya, akses transportasi yang lebih luas dapat mendukung kelanjutan tren pariwisata tersebut.
Dalam menghadapi kemungkinan perluasan akses penerbangan, Farhan menegaskan Pemkot Bandung menyiapkan berbagai langkah pendukung. Ia menyebut pemerintah melakukan persiapan dengan melibatkan pihak-pihak terkait.
Ia menyatakan Pemkot Bandung akan menggelar rapat koordinasi dan membahas aspek perbaikan serta pemeliharaan sarana-prasarana. Selain itu, ia juga menyinggung persiapan pengoperasian angkutan umum pendukung untuk melayani penumpang.
“Kami akan segera menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait, terutama mengenai perbaikan dan pemeliharaan sarana-prasarana. Selain itu, kami juga mempersiapkan pengoperasian angkutan umum pendukung untuk melayani penumpang dari dan menuju Bandara,” tuturnya.
Pernyataan Farhan itu menggambarkan bahwa peningkatan minat wisatawan Malaysia dipandang sebagai momentum yang perlu direspons secara terencana. Dengan menghubungkan citra positif Bandung, faktor nilai tukar ringgit, hingga dorongan promosi UMKM, Pemkot Bandung berharap tren kunjungan dapat terus berlanjut.
Di tengah perkembangan tersebut, promosi berbasis konten media sosial disebut menjadi pintu awal yang mendorong wisatawan untuk menjadikan Bandung tujuan perjalanan. Sementara itu, kombinasi kuliner dan fashion kreatif diposisikan sebagai daya tarik yang memperluas alasan wisatawan datang dan menikmati pengalaman selama di Kota Bandung.
Dengan penyesuaian jadwal Bandung Bulan Belanja menjadi Juni, Farhan menekankan bahwa pemerintah berupaya menyelaraskan program dengan kebutuhan dan waktu puncak kunjungan wisatawan dari Malaysia. Langkah itu diharapkan membuat momentum yang sedang tumbuh dapat dimaksimalkan tanpa menunggu siklus berikutnya.
Lebih jauh, Farhan berharap respons kebijakan di tingkat nasional juga mengikuti arah yang sama. Ia menyampaikan agar pemerintah pusat mempertimbangkan pembukaan kembali penerbangan luar Jawa serta internasional dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara sebagai penguat konektivitas.
Pada akhirnya, seluruh persiapan yang ia sebutkan—mulai dari koordinasi, perbaikan dan pemeliharaan sarana-prasarana, hingga kesiapan angkutan umum pendukung—diarahkan untuk memastikan arus wisatawan dapat dilayani dengan baik. Farhan menempatkan Bandung sebagai kota tujuan yang siap merespons peningkatan minat dari Malaysia, khususnya melalui sektor kuliner dan ekosistem pendukungnya.












