Internasional

Sistem perbatasan UE baru buat antrean paspor naik tiga kali lipat, kata bos bandara

×

Sistem perbatasan UE baru buat antrean paspor naik tiga kali lipat, kata bos bandara

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: New EU system tripling time to get through border, airport boss says

jurnalistik.co.id – Sistem perbatasan Uni Eropa yang baru dinilai membuat waktu antrean pemeriksaan paspor meningkat tajam. Seorang pimpinan bandara utama di Roma menyebut durasinya hampir tiga kali lipat bagi warga Inggris, meski sejumlah perbaikan telah dilakukan.

Perubahan prosedur itu juga memicu peringatan dari Ryanair jelang puncak perjalanan musim panas. Maskapai menyarankan penumpang untuk menyiapkan waktu tunggu lebih panjang di kontrol perbatasan saat berangkat maupun transit.

Di sisi lain, otoritas perbatasan di Portugal mengatakan teknologi Entry Exit System (EES) sempat mengalami gangguan. Namun mereka menegaskan antrian di Faro, bila terjadi, akan cenderung mereda dengan cepat.

Komisi Eropa menyatakan pada sebagian besar bandara gangguan bersifat terbatas. Komisi juga menyebut akan terus mendukung negara anggota dalam implementasi sistem tersebut, dengan kutipan: “This support will continue to the fullest extent possible.”

Digital EES mewajibkan warga negara non-Uni Eropa yang memasuki kawasan Schengen untuk melakukan pendaftaran biometrik saat kedatangan. Prosesnya mencakup pengambilan sidik jari dan foto ketika tiba, lalu data diperiksa saat mereka keluar.

Schengen mencakup 29 negara Eropa. Pendaftaran biasanya dilakukan melalui mesin otomatis mandiri yang dikenal sebagai “kiosks”, atau dengan bantuan petugas di pos perbatasan dalam situasi tertentu—misalnya untuk anak di bawah 12 tahun.

Proses dan mesin baru ini mulai diberlakukan bertahap sejak Oktober. Sejumlah bandara Eropa dilaporkan mengalami antrean panjang di pemeriksaan paspor, bahkan berlangsung hingga berjam-jam, dan sejumlah penumpang mengaku sempat ketinggalan penerbangan pulang.

Ryanair menyebut masalah tersebut berkaitan dengan “the failed EES rollout”. Perusahaan menyatakan penumpang asal Inggris sebaiknya “allow extra time for their journey and be prepared for extended waits at passport control.”

Di Roma, cerita EES terdengar dari banyak pelancong yang berdatangan dari Inggris dan belahan dunia lain. Sejumlah orang menggambarkan antrean yang mengganggu rencana setelah mendarat.

Carl menyampaikan ia menunggu dua jam sebelum berhasil melewati pemeriksaan perbatasan, termasuk saat membawa anak-anak kecil. Ia mengatakan, “It was two hours queuing, from getting off the plane to getting through with children. I knew it was going to be bad, but not as bad as that.”

David, yang bepergian dari Amerika Serikat bersama istrinya, menilai antrean berlangsung sekitar satu jam. Ia mengaku, “We actually missed our car, our driver.”

Pihak lain melaporkan pengalaman serupa saat menggunakan bandara berbeda. Barry menyebut waktu pemeriksaan paspor di kisaran 45–50 menit karena beberapa mesin tidak berfungsi, sedangkan Sarah—yang tiba dari Barcelona dengan penerbangan lain—mengatakan antrean hampir sepanjang waktu penerbangan dan terasa sangat lambat.

Ia menggambarkan antrean tersebut sebagai “nearly an hour… it was just slow”.

Waktu bertambah di Roma, kiosks dinilai kurang cocok untuk volume besar

Bandara Fiumicino di Roma menyatakan penerapan kiosks untuk menampung volume penumpang yang besar dianggap tidak praktis. Pihak bandara menyebut kiosks tersebut telah menelan biaya sekitar €12m ($13.7m, £10.2m), tetapi tetap tidak cukup efektif saat kedatangan memuncak.

Kini, warga Inggris dapat mendaftarkan sidik jari dan foto melalui gerbang e-gates paspor. Mereka tidak perlu sepenuhnya menggunakan mesin kiosks mandiri, kecuali untuk anak-anak yang tidak memenuhi syarat, karena anak di bawah 12 tahun tidak dapat menggunakan kiosks dan harus melalui petugas perbatasan.

Ivan Bassato, Chief Aviation Officer bandara, mengatakan integrasi dengan e-gates “improved things significantly”. Meski begitu, kompleksitas sistem tetap berdampak pada durasi pemeriksaan.

Menurut Bassato, waktu yang dibutuhkan warga Inggris untuk melewati perbatasan meningkat dari tujuh menit menjadi 20 menit. Ia juga menyampaikan dengan nada evaluatif: “We are not at the point where you have the same quality of the process [as] before the EES,” he said.

Ia menekankan bandara memiliki kesiapan teknologi, sehingga menunggu satu sampai dua jam tidak dapat dianggap wajar. Bassato mengatakan, “I think that we need to fix urgently certain aspects of the system.”

Selain itu, ia menilai otoritas perlu menghilangkan duplikasi dalam proses. Bassato juga berharap lebih banyak negara menggunakan aplikasi pra-pendaftaran milik Uni Eropa, meski ia menyebut saat ini hanya dua negara yang melakukan hal tersebut: Swedia dan Portugal.

Negara-negara yang terlibat memiliki opsi untuk menangguhkan EES dalam keadaan luar biasa. Namun, bandara dan maskapai sebelumnya mendorong Komisi Eropa agar negara dapat lebih proaktif menangguhkan penerapan sebelum jam sibuk, dan pertemuan pada awal bulan itu tidak menghasilkan perubahan.

Portugal: antrean bisa membesar, sistem juga disebut punya bug

Salah satu lokasi lain yang melaporkan penundaan terkait EES adalah Portugal. BBC berbicara dengan Superintendent Pedro Oliveira yang menangani pengendalian perbatasan di Faro.

Oliveira menyatakan, “sometimes what used to be a 10-minute queue… takes over 30 minutes.” Ia mengakui banyaknya penumpang asal Inggris yang tiba membuat antrean tertentu sulit dihindari, tetapi ia menegaskan publik tidak perlu panik.

Ia menyebut orang-orang “not be afraid” karena proses dapat bergerak cepat. Menurutnya, waktu tunggu di atas satu jam jarang terjadi di Faro, meski keadaan itu bisa muncul jika lebih banyak pesawat datang dalam waktu bersamaan dari perkiraan semula.

Oliveira menilai mesin otomatis umumnya merupakan cara paling cepat untuk melewati perbatasan. Ia juga menyatakan EES memiliki sejumlah gangguan pada sistem teknologi informasi Uni Eropa.

Ia mengutip masalah ketergantungan pada infrastruktur digital, dengan pernyataan: “[EES] makes us very dependent on the technology…. servers often are intertwined and connected, so sometimes something that happens in Warsaw affects our system here. “At times, there are just complications with the server of the European Union. Sometimes crashes happen in all member states at the same time, and we need a few minutes to reboot everything.”

Namun, ia mengatakan kondisi tersebut kini terjadi lebih jarang, disertai rekrutmen lebih banyak petugas perbatasan untuk membantu alur pemeriksaan.

Di Portugal, ketentuan tambahan juga berlaku untuk anak-anak. Oliveira mengatakan anak di bawah usia 16 tahun diarahkan untuk menjalani perekaman data biometrik melalui staf dari kepolisian perbatasan.

Dengan demikian, penerapan EES yang berjalan bertahap sejak Oktober terus menunjukkan dampak nyata di lapangan—bukan hanya soal durasi, tetapi juga soal ketergantungan pada teknologi dan koordinasi ketika gangguan muncul. Bagi penumpang, pesan yang berulang adalah menyiapkan waktu ekstra saat pemeriksaan paspor berlangsung di masa perjalanan musim panas.