Daerah

Pertamina tambah pasokan Biosolar 10–15% di Makassar, marshal bantu kurangi antrean

×

Pertamina tambah pasokan Biosolar 10–15% di Makassar, marshal bantu kurangi antrean

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Langkah Pertamina Urai Antrean Solar di Makassar: Tambah Pasokan, Kerahkan Marshal

jurnalistik.co.id – Antrean penyaluran Biosolar di sejumlah SPBU Makassar terus menjadi perhatian. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengaku menyiapkan langkah operasional untuk mempercepat penguraian kepadatan sekaligus memastikan distribusi tetap berjalan.

Dalam upaya tersebut, Pertamina menambah pasokan Biosolar hingga 10–15 persen pada sejumlah SPBU di Makassar. Langkah ini disebut ditujukan untuk mempercepat penguraian antrean yang terjadi, serta menjaga kebutuhan masyarakat dan sektor logistik tetap terpenuhi.

Penambahan pasokan difokuskan pada wilayah dengan konsumsi yang lebih tinggi. Bersamaan dengan penambahan tersebut, Pertamina melakukan pemantauan penyaluran di SPBU agar proses distribusi dapat berjalan lancar.

Sales Branch Manager I Fuel Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, menjelaskan penyaluran Biosolar tetap mengikuti kuota yang ditetapkan BPH Migas. Ia menambahkan distribusi akan disesuaikan dengan kondisi yang berkembang di lapangan.

“Pertamina terus memaksimalkan penyaluran Biosolar sesuai kuota yang telah ditetapkan oleh BPH Migas. Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat, kami juga telah menambah pasokan Biosolar sekitar 10–15 persen dari penyaluran normal harian pada wilayah yang mengalami peningkatan konsumsi,” ujar Yoga dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (30/7/2026).

Yoga juga menekankan pentingnya monitoring stok di SPBU secara berkala. Ia menyebut pengisian kembali pasokan dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah, sambil memprioritaskan pengiriman ke lokasi dengan konsumsi tinggi.

“Selain itu, kami terus melakukan monitoring terhadap kondisi stok di SPBU dan memprioritaskan pengiriman ke SPBU dengan tingkat konsumsi yang tinggi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” tambahnya.

Pemantauan dilakukan tidak hanya pada titik penyaluran, tetapi juga pada Fuel Terminal. Pertamina menyatakan ketersediaan Biosolar di Fuel Terminal maupun SPBU dipantau secara berkelanjutan, termasuk saat pengisian kembali pasokan dilakukan sesuai kebutuhan wilayah.

Untuk memperlancar layanan di tingkat SPBU, Pertamina juga menyiapkan langkah operasional di lapangan. Salah satu fokusnya adalah penempatan marshal untuk membantu mengatur antrean sehingga proses pengisian dapat berjalan lebih cepat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyatakan marshal telah ditempatkan di SPBU. Menurutnya, kehadiran marshal bertujuan mengatur alur antrean dan mempercepat pelayanan kepada konsumen.

“Pertamina telah menurunkan marshal di SPBU untuk membantu pengaturan antrean dan mempercepat pelayanan kepada konsumen,” ungkap Lilik.

Ia menambahkan Pertamina juga berkoordinasi dengan Kepolisian untuk mendukung pengamanan serta membantu penguraian antrean apabila kepadatan terjadi. Koordinasi ini dimaksudkan agar aktivitas masyarakat maupun distribusi logistik tetap berjalan dengan baik.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan Kepolisian untuk mendukung pengamanan serta penguraian antrean apabila terjadi kepadatan, sehingga aktivitas masyarakat maupun distribusi logistik dapat tetap berjalan dengan baik,” sambungnya.

Selain pengaturan di SPBU, Pertamina bersama Fuel Terminal, SPBU, dan aparat terkait juga menyatakan terus memetakan SPBU prioritas. Pemetaan itu dilakukan untuk menyesuaikan distribusi dan mempercepat pengiriman ketika kebutuhan meningkat di wilayah tertentu.

Di sisi lain, Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diminta menggunakan BBM subsidi berdasarkan peruntukannya agar penyaluran tetap tepat sasaran.

Bagi informasi tambahan atau pengaduan terkait layanan BBM, Pertamina menyediakan kanal Pertamina Customer Solution (PCS) 135. Pertamina menegaskan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Pertamina juga menegaskan penyesuaian penyaluran dilakukan berdasarkan perkembangan di lapangan, dengan tetap mengacu pada kuota yang ditetapkan BPH Migas. Pemantauan stok dan kelancaran distribusi dilakukan secara berkala agar penambahan pasokan benar-benar berdampak pada pengurangan kepadatan di SPBU.

Dalam pelaksanaannya, penguraian antrean tidak hanya mengandalkan penambahan pasokan, tetapi juga penguatan di titik layanan. Penempatan marshal di SPBU serta koordinasi dengan Kepolisian diarahkan untuk menjaga keteraturan antrean dan mempercepat proses pengisian tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun distribusi logistik.

Pertamina turut mengingatkan agar masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukannya. Jika membutuhkan informasi atau pengaduan, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135, dan Pertamina menyatakan setiap laporan akan ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku.