Hukum & Kriminal

Aipda KU Tewas di Mess PT Masmindo, Diduga Bunuh Diri Pakai Senjata Laras Panjang

×

Aipda KU Tewas di Mess PT Masmindo, Diduga Bunuh Diri Pakai Senjata Laras Panjang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Polisi Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri Pakai Senjata Laras Panjang

jurnalistik.co.id – Seorang polisi berinisial Aipda KU dari Direktorat Pamobvit Polda Sulsel ditemukan tewas di dalam kamar mess PT Masmindo Dwi Area. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

KU ditemukan sudah tidak bernyawa di lokasi kejadian. Pihak kepolisian menyebut adanya dugaan bunuh diri dengan menembakkan dirinya menggunakan senjata api.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, menegaskan bahwa pihaknya menerima informasi terkait dugaan tersebut. “Iya betul, ada anggota diduga bunuh diri,” kata Didik kepada CNNIndonesia.com, Rabu (4/11).

Peristiwa ini diketahui terjadi pada Selasa (3/11) sekitar pukul 15.30 WITA. Saat itu, anggota Direktorat Pamobvit Polda Sulsel yang hendak beristirahat di kamar mess menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Berdasarkan temuan di tempat, di dekat jasad korban ditemukan senjata laras panjang jenis V2. Didik menyampaikan bahwa posisi senjata berada di samping tubuh korban saat pertama kali ditemukan.

“Korban ditemukan tidak bernyawa di atas ranjang dengan posisi senjata laras panjang di sampingnya. Korban diduga akibat bunuh diri menggunakan senjata api dinas,” ungkapnya.

Didik juga menyebutkan bahwa jenazah korban akan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.

“Masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kematian,” katanya.

Hingga saat ini, kepolisian masih melanjutkan proses penyelidikan dan memverifikasi keterangan serta kondisi yang ditemukan di lokasi kejadian. Langkah pemeriksaan medis dan rangkaian proses diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kronologi serta penyebab kematian KU.

Kapolsek atau anggota yang lebih dulu mengetahui kejadian tersebut melaporkan temuan setelah menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kamar mess. Dari rangkaian informasi yang diterima pihak kepolisian, insiden ini kemudian diproses sebagai dugaan peristiwa yang melibatkan penggunaan senjata api, sementara motif dan penyebab akhir masih menunggu hasil pemeriksaan.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, pihaknya menerima kabar mengenai dugaan bunuh diri itu dan langsung mengonfirmasi bahwa benar ada anggota yang diduga mengakhiri hidupnya dengan menembakkan diri. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa informasi awal telah diterima, namun kesimpulan mengenai penyebab kematian tetap harus dipastikan melalui pemeriksaan lanjutan.

Dari keterangan waktu kejadian, peristiwa dilaporkan terjadi pada Selasa (3/11) sekitar pukul 15.30 WITA. Pada jam tersebut, anggota Direktorat Pamobvit Polda Sulsel yang hendak beristirahat menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal. Temuan ini lantas menjadi dasar awal bagi penyelidikan, dengan memerhatikan seluruh kondisi yang ada di lokasi pada saat korban ditemukan.

Lebih lanjut, Didik menjelaskan bahwa berdasarkan temuan di tempat, terdapat senjata laras panjang jenis V2 yang ditemukan berada di dekat jasad. Posisi senjata disebut berada di samping tubuh korban ketika pertama kali ditemukan, sementara korban ditemukan terbaring di atas ranjang. Dari fakta penemuan tersebut, polisi menyebut adanya dugaan bunuh diri menggunakan senjata api dinas, tanpa menyebutkan adanya kesimpulan final sebelum hasil pemeriksaan medis keluar.

Jenazah korban rencananya akan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut dilakukan agar kepolisian memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai penyebab pasti kematian. Sementara itu, penyelidikan tetap berjalan dengan memverifikasi keterangan dan kondisi yang ditemukan, sehingga kronologi dapat dirangkai lebih utuh melalui data medis dan hasil penelusuran di lapangan.