jurnalistik.co.id – Influencer asal Amerika Serikat dengan nama panggung “Clavicular” yang bernama asli Braden Peters didakwa melakukan pemerkosaan di Massachusetts. Dakwaan tersebut mencantumkan dua perbuatan yang diduga dilakukan pada Mei 2025.
Menurut catatan perkara yang disebut dalam dakwaan, Peters dituduh menyediakan minuman beralkohol kepada seseorang yang masih di bawah usia minum yang sah di AS. Ia juga diduga menjatuhkan obat agar korban bersedia melakukan hubungan seksual.
Kasus pidana ini diajukan di Orleans District Court, negara bagian Massachusetts. Jaksa menyebut bahwa peristiwa yang dipermasalahkan terjadi pada Mei 2025, sesuai berkas perkara yang diajukan ke pengadilan.
Tanggapan Peters terhadap dakwaan
Seorang juru bicara Peters menyatakan bahwa dakwaan tersebut “bogus”. Juru bicara itu juga mengatakan bahwa Peters belum menerima pemberitahuan terkait surat perintah penangkapan.
Dalam dakwaan pidana yang diajukan bulan ini, identitas pihak yang diduga menjadi korban tidak disebutkan. Dengan demikian, materi dakwaan yang tersedia pada publik tidak menyertakan keterangan siapa individu yang dimaksud.
Gugatan perdata yang telah lebih dulu diajukan
Selain perkara pidana, Peters juga disebut menghadapi gugatan perdata yang diajukan oleh seorang perempuan pada awal tahun ini. Gugatan tersebut memuat tuduhan bahwa Peters melayani beberapa putaran minuman vodka, lalu melakukan hubungan seksual tanpa persetujuan di rumah orang tuanya di wilayah Cape Cod.
Dalam gugatan tersebut, perempuan itu menyatakan dirinya masih berusia di bawah umur saat kejadian. Ia juga menuduh Peters memasukkan zat yang disebut bukan berasal dari produk non-FDA ke dalam tubuhnya.
Peters membantah seluruh tuduhan yang ada dalam gugatan tersebut. Bantahan itu disampaikan bersamaan dengan pernyataan bahwa dakwaan pidana yang baru muncul dinilai tidak berdasar.
Berita Terkait
Jejak aktivitas “looksmaxxing” dan kasus di Florida
Clavicular dikenal sebagai figur yang terlibat dalam gerakan daring “looksmaxxing”. Gerakan ini berpusat pada upaya memaksimalkan daya tarik fisik.
Di sisi lain, Peters juga disebut sempat didakwa di Florida pada awal tahun ini. Saat itu, ia menembakkan sesuatu yang tampak seperti bangkai buaya dalam sebuah rekaman video, sebelum akhirnya mengaku tidak keberatan (no contest) terhadap tuduhan bahwa ia secara tidak sah menembakkan senjata di tempat umum.
Posting video setelah dakwaan Massachusetts menjadi publik
Setelah dakwaan di Massachusetts menjadi pengetahuan publik, Peters mengunggah sebuah video di platform X. Dalam unggahan tersebut, ia tampak menampilkan orang yang diduga sebagai penuduh serta menyertakan catatan tulisan tangan.
Dalam catatan itu, Peters menulis: “Happens to all successful young men, people try to come for your money,”. Unggahan tersebut hadir di tengah proses hukum yang memuat tuduhan pemerkosaan dan dugaan pemberian alkohol serta obat kepada pihak yang disebut berada di bawah usia minum yang sah.
Dalam berkas yang disampaikan ke pengadilan, jaksa merujuk pada dua rangkaian tindakan yang diduga terjadi pada Mei 2025. Salah satunya adalah dugaan pemberian minuman beralkohol kepada pihak yang disebut belum memenuhi batas usia untuk mengonsumsi alkohol secara sah. Tindakan lain yang disebut adalah penggunaan obat atau zat agar pihak tersebut mau melakukan hubungan seksual.
Dakwaan yang sedang diproses ini diajukan di Orleans District Court, Massachusetts, dan penyebutan waktu peristiwanya juga dikaitkan dengan Mei 2025 sebagaimana tercantum pada dokumen perkara. Pada materi dakwaan yang muncul ke permukaan, identitas pihak yang diduga menjadi korban tidak ditampilkan, sehingga publik tidak memperoleh keterangan mengenai siapa individu yang dimaksud.
Gugatan perdata yang disebut lebih dulu diajukan juga memuat rangkaian tuduhan yang saling berkaitan. Penggugat dalam perkara tersebut mengklaim Peters melayani beberapa putaran minuman vodka, kemudian melakukan hubungan seksual tanpa persetujuan di rumah orang tuanya di wilayah Cape Cod. Dalam keterangannya, perempuan itu menyatakan saat kejadian ia masih berada di bawah usia minum yang sah, serta menuduh adanya zat yang disebut bukan berasal dari produk non-FDA yang dimasukkan ke tubuhnya.
Menanggapi proses tersebut, juru bicara Peters menyebut dakwaan pidana sebagai “bogus” dan menyatakan Peters belum menerima pemberitahuan terkait surat perintah penangkapan. Setelah dakwaan Massachusetts menjadi pengetahuan publik, Peters dikabarkan mengunggah video di platform X yang menampilkan orang yang diduga sebagai penuduh, disertai catatan tulisan tangan. Unggahan itu memuat kalimat tentang “successful young men” dan klaim bahwa orang akan mencoba mengambil uang mereka, sejalan dengan konteks perkara yang masih berjalan. Sebelumnya, Peters juga pernah didakwa di Florida pada awal tahun ini, lalu mengaku tidak keberatan (no contest) terhadap tuduhan penembakan senjata secara tidak sah di tempat umum.












