Hukum & Kriminal

Vonis Inquest atas Kematian Noah Donohoe Dibacakan, Namun Masih Banyak Pertanyaan

×

Vonis Inquest atas Kematian Noah Donohoe Dibacakan, Namun Masih Banyak Pertanyaan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Noah Donohoe: Inquest verdict delivered but questions remain

jurnalistik.co.id – Vonis dalam inquest terkait kematian Noah Donohoe akhirnya dibacakan setelah penantian bertahun-tahun. Namun, sidang juga menegaskan masih ada banyak bagian yang belum terjawab mengenai rangkaian peristiwa sebelum dan sesudah Noah menghilang.

Inquest tersebut sampai pada putusan, tetapi misteri-misteri di seputar apa yang terjadi pada Noah tetap menyisakan ruang tanda tanya. Ini terutama berkaitan dengan keputusan-keputusan yang diambil Noah pada malam sebelum ia menghilang, serta kondisi yang ditemukan saat ia terakhir terlihat.

Lebih dari enam tahun lalu, remaja Noah Donohoe ditemukan meninggal di Belfast, tepatnya sekitar 600 meter ke dalam terowongan bawah tanah yang membeku. Kematian Noah dan spekulasi mengenai apa yang terjadi di rentang satu pekan antara ia menghilang pada siang hari sampai tubuhnya ditemukan, menjadi perhatian besar publik.

Dalam sidang yang melibatkan persidangan panjang dan musyawarah berbulan-bulan oleh juri, dipaparkan temuan-temuan mengenai kemungkinan keterkaitan kelalaian institusional dengan kematiannya. Juri menyatakan bahwa ada kemungkinan, namun tidak probabilitas, kegagalan oleh Department of Infrastructure atas terowongan tempat Noah ditemukan turut berkontribusi terhadap kematian Noah.

Selain itu, juri juga menemukan adanya 13 kekurangan dari Police Service of Northern Ireland (PSNI). Walau begitu, kesimpulan sidang menegaskan bahwa 13 kekurangan tersebut tidak berkontribusi dalam kematian remaja berusia 14 tahun itu.

Coroner di persidangan menekankan bahwa proses bagi para juri bukanlah perkara mudah. Mereka mendengar keterangan dari puluhan saksi serta menerima dokumentasi resmi dan ahli dalam jumlah besar, lalu bermusyawarah pada Senin dan Selasa pekan ini.

Vonis: kegagalan mungkin berperan, tapi banyak hal tetap tak pasti

Putusan itu diharapkan membantu keluarga dan komunitas memahami sedikit lebih jauh apa yang terjadi setelah Noah dinyatakan hilang. Meski demikian, sidang juga memperlihatkan bahwa kepastian atas banyak misteri yang menyelimuti peristiwa-peristiwa tidak bisa dijamin sepenuhnya.

Di dalam ruang sidang, ada satu titik yang dinilai sangat jelas oleh inquest: tidak ada bukti interaksi fisik antara Noah dan siapa pun selama perjalanan sepeda terakhirnya dari rumah menuju wilayah utara Belfast. Di bagian perangkuman, coroner Mr Justice Rooney menyingkirkan beberapa kemungkinan, termasuk penggunaan obat, tindak kekerasan oleh pihak lain, bunuh diri, atau pengalaman psikotik.

Coroner menyampaikan kepada juri bahwa tidak ada bukti yang mendukung skenario-skenario tersebut, sehingga vonis harus didasarkan pada “solely on the evidence you have heard and seen in this court”. Pada pemeriksaan pascamortem, tidak ditemukan bukti obat-obatan di dalam tubuh Noah.

Namun, sidang juga mendengar penjelasan dari saksi ahli bahwa obat tertentu dapat menurun atau merosot kualitasnya di tubuh setelah beberapa hari. Karena itu, kemungkinan Noah memiliki zat dalam sistemnya “cannot be completely excluded”.

Inquest juga tidak menemukan bukti adanya keterlibatan pihak ketiga, maupun hubungan Noah dengan kelompok loyalis paramiliter. Temuan ini sekaligus bertentangan dengan spekulasi panjang di media sosial yang pernah mengarah pada dugaan konspirasi.

Polisi menerima sejumlah kekurangan dan meminta maaf

Sejumlah fase inquest berfokus pada kekhawatiran keluarga terdekat mengenai investigasi PSNI atas hilangnya Noah. Sidang juga membahas aspek keselamatan publik di sistem terowongan tempat Noah ditemukan.

Terowongan tersebut dipelihara oleh Department for Infrastructure milik Stormont. Di sisi kepolisian, PSNI mengakui bahwa mereka melewatkan beberapa kesempatan investigasi, dan kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada ibu Noah, Fiona Donohoe.

Sepanjang proses yang berlangsung hari demi hari, Fiona Donohoe hadir sebagai figur penting di ruang sidang, kerap duduk sendiri di bagian belakang Coroner’s Court. Bagian ini menjadi salah satu gambaran yang paling menonjol dalam perjalanan inquest.

Jalan panjang menuju inquest: kampanye dan penundaan

Perjalanan menuju inquest disebut sangat panjang bagi keluarga Noah. Mereka meluncurkan kampanye publik berprofil tinggi seputar kematian Noah, yang kemudian berkembang dari dukungan puluhan orang menjadi ratusan, bahkan ribuan, dengan payung “Noah’s Army”.

Kampanye itu juga menempuh aksi-aksi di jalan, termasuk karnaval keliling Belfast, serta unjuk rasa di gedung parlemen Stormont dan kantor pusat PSNI. Frustrasi terhadap kepolisian mencapai puncaknya pada Agustus 2022, saat ribuan pendukung memprotes keputusan PSNI untuk mencari sertifikat Public Interest Immunity (PII) terkait kasus tersebut.

Seiring waktu berjalan, tahap pra-inquest dipenuhi penundaan. Coroner pertama dalam kasus tersebut mengundurkan diri, dan keluarga Donohoe meminta agar inquest diadili oleh juri. Pada akhirnya, lima setengah tahun setelah Noah menghilang, inquest dimulai pada Januari 2026.

Malam sebelum Noah menghilang: pertanyaan tentang keputusan dan kondisi tubuh

Sidang mengulas pertanyaan tentang kondisi mental dan perubahan perilaku Noah sebelum ia menghilang. Inquest mendengar bahwa Noah keluar ke jalanan di dekat rumahnya di kawasan Holylands Belfast pada dini hari, tepatnya setelah mendekati 03:30 BST.

Sekitar waktu itu, Noah berjalan keluar saat hujan turun, sendirian, dengan pakaian musim panas yang ringan, termasuk celana pendek dan sandal jepit. Noah juga memakai headphone.

Selama 34 menit berikutnya, sebagian pergerakannya terekam CCTV saat ia berjalan di jalanan terdekat dengan keadaan tanpa alas kaki. Ketika ia kembali ke rumah tak lama setelah 04:00 BST, sandal jepit yang ia kenakan sebelumnya tidak ada, headphone juga tidak terlihat, dan sabuk di celana pendek tampak menggantung longgar.

Sidang membahas keterangan dari satu saksi yang menilai rekaman CCTV, termasuk kemungkinan adanya “shape of something” di salah satu saku celana pendek Noah ketika ia kembali. Namun, inquest tidak menemukan bukti yang mampu menjelaskan isi dari saku tersebut.

Inquest juga tidak dapat memastikan mengapa Noah keluar dalam gelap, maupun apakah ia sempat mengunjungi suatu properti atau bertemu siapa pun selama ia tidak berada di rumah pada dini hari itu.

Hari Noah menghilang: rencana bertemu teman, pesan yang tidak terbaca, dan akhir perjalanan

Kira-kira 12 jam setelah peristiwa dini hari, Noah bersiap keluar rumah lagi. Kali ini ia direncanakan bertemu teman sekolahnya, Charlie Rocks dan Jay Tierney, yang merupakan bagian dari kelompok dekat teman di St Malachy’s College.

Jay menggambarkan Noah di pengadilan sebagai “very nerdy kids”. Ia juga menyebut Noah sebagai “the most intelligent human being I have ever met”, sementara Charlie mengatakan “the smartest kid, always asking questions”.

Mereka merencanakan pertemuan setelah periode lockdown akibat Covid-19. Rencana perjalanan adalah pergi ke Cave Hill, sebuah taman rekreasi di wilayah utara kota, sementara Noah bersepeda meninggalkan rumahnya di area Lower Ormeau Road sekitar 17:40.

Tak lama sebelum berangkat, Noah mengirim pesan kepada salah satu temannya untuk memastikan rencana mereka berjalan. Ia bertanya, “Ok the cav?” lalu segera mengoreksi menjadi “cave”. Tak ada balasan sebelum ia berangkat, tetapi satu menit setelah ia mengayuh sepeda, balasan justru masuk ke akun Instagram-nya: “Shit weather no can do today,”.

Inquest mendengar bahwa Noah tidak memiliki kuota internet di ponsel maupun laptopnya, sehingga ia tidak sempat melihat pesan tersebut saat perjalanan bersepeda terakhirnya. Dalam waktu kurang dari setengah jam, Noah bersepeda melewati pusat kota Belfast dan menuju utara, tetapi ia tidak pernah mencapai Cave Hill.

Perjalanannya berakhir di sebuah cul de sac perumahan di Northwood Road. Saksi mata yang terakhir melihat Noah menyatakan bahwa ia berada dalam kondisi telanjang pada saat itu.

Sidang menyoroti pertanyaan berulang mengenai mengapa Noah tidak lagi memiliki barang-barangnya, termasuk pakaian dan sepatu yang ia kenakan saat keluar. Barang-barang itu termasuk ponsel dan ransel berisi laptop, beberapa materi sekolah, serta sebuah buku berjudul 12 Rules for Life: An Antidote to Chaos oleh Jordan Peterson.

Inquest mendengar beberapa pakaian yang dipakai Noah ditemukan dekat dengan titik terakhir ia terlihat, saat ia bergerak melewati sela-sela rumah pribadi dan menuju lahan terbengkalai tempat akses ke sistem terowongan bawah tanah berada. Rekaman CCTV juga memberikan gambaran singkat melalui pengambilan gambar Noah saat bersepeda di Shore Road, tetapi rekaman tersebut tidak menjelaskan bagaimana Noah bisa berada dalam keadaan telanjang.

Peristiwa terkait ransel dan panggilan darurat

Inquest mendengar kesaksian Daryl Paul, yang dipenjara pada 2021 karena mencuri ransel berisi laptop Noah. Saat merangkum kasus kepada juri, coroner menyatakan bahwa bukti CCTV menunjukkan Paul tidak mungkin berinteraksi dengan Noah sejak Noah meninggalkan rumah hingga ia menghilang sekitar 25 menit setelahnya.

Kira-kira empat jam setelah Noah keluar dari rumah pada hari ia menghilang, ibunya melakukan panggilan darurat 101 ke polisi. Panggilan itu kemudian memicu pencarian besar-besaran.