Hukum & Kriminal

Sidang Noah Donohoe: Ibu berkata ‘My son was failed’ saat juri membacakan putusan Selasa

×

Sidang Noah Donohoe: Ibu berkata ‘My son was failed’ saat juri membacakan putusan Selasa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Noah Donohoe inquest: 'My son was failed', says mother as jury delivers verdict

jurnalistik.co.id – Juri dalam persidangan inquest kematian Noah Donohoe menyimpulkan bahwa ada kemungkinan, namun tidak mungkin, kegagalan pihak Department of Infrastructure (DfI) dalam menangani terowongan tempat ia ditemukan tewas turut berkontribusi pada kematiannya. Juri juga menyatakan bahwa sejumlah kekurangan dalam investigasi Police Service of Northern Ireland (PSNI) tidak berpengaruh terhadap meninggalnya remaja berusia 14 tahun itu.

Putusan juri dan temuan utama

Sembilan anggota juri, yang terdiri dari tujuh pria dan dua perempuan, menjawab 10 pertanyaan dan menyampaikan putusan yang bulat. Putusan tersebut disampaikan pada Selasa, mengakhiri penyelidikan yang dimulai pada Januari setelah bertahun-tahun penundaan.

Juri menemukan DfI gagal mengidentifikasi adanya bahaya di lokasi yang mereka kelola serta tidak memasang rambu peringatan. Dalam penilaian mereka, kemungkinan adanya kesalahan dalam pengelolaan terowongan oleh DfI berkontribusi terhadap kematian Noah dinilai ā€œpossible, but not probableā€.

Di sisi lain, juri menyatakan tidak ada kemungkinan kesalahan dari PSNI berkontribusi terhadap kematian Noah. Meski demikian, juri juga menilai terdapat ā€œnumerous failingsā€ dalam investigasi PSNI dan DfI, yang memengaruhi kemampuan inquest untuk mencapai kesimpulan pada aspek-aspek tertentu yang relevan dengan kematian Noah.

Dalam temuan faktualnya, juri menyebut Noah meninggal dunia pada rentang waktu 19:00 BST hingga tengah malam pada 21 Juni 2020, di bagian bawah sebuah culvert. Juri juga menyatakan terdapat ā€œinsufficient evidenceā€ untuk menarik kesimpulan mengenai alasan Noah berperilaku seperti yang terjadi setelah ia meninggalkan rumah.

Juri menilai ada 13 kekurangan terkait PSNI dan DfI yang berdampak pada proses inquest, khususnya dalam upaya menyusun kesimpulan tentang bagian-bagian yang berkaitan dengan kematian Noah.

Kronologi hilang dan temuan jenazah

Noah Donohoe dinyatakan hilang pada Minggu, 21 Juni 2020. Ia pergi dari rumahnya di Belfast bagian selatan dengan bersepeda, sebelum pencarian besar dimulai di seluruh kota.

Enam hari kemudian, Noah ditemukan tewas di water tunnel di bagian utara kota yang mengarah ke Belfast Lough. Penyebab kematian yang ditetapkan adalah drowning atau tenggelam.

Menurut kesaksian saksi yang terakhir kali melihat Noah di sekitar terowongan, ia dilaporkan dalam kondisi telanjang. Dalam keterangan yang juga disampaikan di persidangan, remaja itu tidak memiliki barang-barang miliknya ketika ia meninggalkan sepedanya di Northwood Road tepat sebelum ia menghilang.

Jenazah Noah ditemukan lebih dari 600 meter dari titik masuk terowongan (tunnel inlet). Lokasi itu berada dekat dengan titik terakhir Noah dilaporkan terlihat, di area yang terkait dengan St Malachy’s College.

Inquest tidak menemukan bukti yang menyimpulkan mengapa Noah berada tanpa barang-barangnya serta tanpa pakaian yang ia kenakan ketika terakhir terlihat hidup. Persidangan juga tidak menemukan bukti adanya interaksi fisik antara Noah dan pihak lain mana pun selama perjalanannya dari Belfast selatan menuju wilayah utara.

Rentang waktu kematian yang ditetapkan juri membuat kemungkinan Noah meninggal sebelum ibunya sempat menghubungi polisi sekitar pukul 21.45 pada 21 Juni 2020, atau dalam perkiraan periode sekitar dua jam setelah ia dilaporkan hilang. Pada tahap awal itu, tidak ada petunjuk mengenai lokasi persis Noah, selain bahwa ia telah berangkat dari rumahnya di sekitar Lower Ormeau Road untuk menyeberang kota menuju Cave Hill.

Pencarian awal PSNI pada malam hari dan sepanjang malam mencakup wilayah Belfast yang luas, dengan dasar informasi yang masih terbatas mengenai rute perjalanan yang diduga Noah akan tempuh dari selatan ke utara kota. Keberadaan Noah di area Northwood Road baru diketahui pada hari berikutnya.

Proses persidangan inquest dengan juri

Inquest dimulai pada Januari, sekitar lima setengah tahun setelah kematian Noah. Persidangan ini tidak lazimnya menggunakan juri, namun dapat dipanggil dalam kondisi tertentu, dan permintaan dari keluarga Noah untuk menggunakan juri disetujui oleh koroner pada 2022 dengan penilaian ā€œdesirableā€.

Juri menjalani musyawarah selama total lima hari. Tahap pertama berlangsung selama tiga hari pada Juni dan Juli, sebelum perkara ditunda karena rencana liburan beberapa anggota juri. Tahap lanjutan berlangsung pada Senin dan Selasa ketika persidangan berlanjut.

Dalam prosesnya, juri diberikan 10 pertanyaan yang mencakup rangkuman skenario kematian Noah, penjelasan mengenai perilaku Noah setelah ia meninggalkan rumah, penetapan waktu dan tempat kematiannya, serta penilaian apakah pengelolaan terowongan oleh DfI atau investigasi PSNI berkontribusi terhadap kematian Noah.

Koroner, Mr Justice Rooney, sebelum juri melanjutkan musyawarah pada Senin 14 September, mengumumkan bahwa satu anggota juri yang terlibat pada fase sebelumnya telah dikeluarkan dari proses. Tidak ada alasan yang dipaparkan di ruang sidang secara terbuka terkait pengeluaran tersebut.

Persidangan menghadirkan keterangan dari 76 saksi, disertai pernyataan dari 42 orang lainnya. Proses pemeriksaan juga melibatkan peta, rekaman video, foto, catatan log polisi, serta laporan dari para ahli.

Reaksi keluarga dan tanggapan pejabat

Fiona Donohoe, ibu Noah, menyampaikan bahwa ia keluar dari persidangan dengan ā€œone clear answerā€, yakni bahwa anaknya telah ā€œfailedā€ oleh departemen dan polisi. Ia menambahkan bahwa kedua institusi itu ā€œsought to blame Noahā€ sebagai upaya mengalihkan perhatian dari kegagalan mereka sendiri, serta menilai inquest telah menyingkap ā€œa culture of institutional defensivenessā€ yang menjadi pusat di badan-badan publik tersebut.

Fiona juga menyebut bahwa ā€œanswers of ‘I don’t know’ and ‘I can’t recall’ permeated the evidence heard at the inquestā€. Ia mengatakan: ā€œIt’s easy to say you don’t know when you failed to find out,ā€ dan menambahkan bahwa Noah ā€œdeserved betterā€.

Sementara itu, pengacara Fiona, Niall Murphy, menyatakan bahwa merupakan ā€œa basic minimumā€ bahwa departemen harus ā€œprevent access by children to deadly culvertsā€. Ia juga menegaskan bahwa ketika seorang anak hilang, PSNI harus melakukan segala daya untuk mencari tahu apa yang terjadi pada anak tersebut.

Murphy menuturkan temuan juri merupakan hasil dari ā€œFiona Donohoe ‘tireless pursuit’ā€ terhadap informasi. Ia menyatakan: ā€œIt is completely wrong that when a mother has had to investigate her own son’s disappearance and death, that is left to the PSNI and DfI alone, we would never have any answers at all.ā€

Dari pihak kepolisian, PSNI menyebut investigasi sebagai ā€œa complex and challenging investigation which garnered huge public and media interest, along with widespread speculationā€ dan menyatakan bahwa hasil akhirnya ā€œdevastatingā€. Assistant Chief Constable Davy Beck menegaskan tidak ada tindakan yang bisa dilakukan polisi untuk mencegah kematian Noah.

Beck menyampaikan, ā€œno action that police could have takenā€ yang dapat mencegah kematian Noah Donohoe, serta menambahkan pentingnya memikirkan pelajaran yang bisa diambil dan ā€œensure they are applied in the futureā€. Ia juga berkata: ā€œNoah was a child with his whole life ahead of him. His death is a tragedy, and our thoughts remain firmly with his family and those who loved him.ā€

Infrastructure Minister Liz Kimmins menyatakan bahwa Fiona dan keluarga Noah menjadi perhatian utama baginya. Ia berkata: ā€œAs Minister, I will make sure the department does everything it needs to ensure all lessons are learned.ā€