jurnalistik.co.id – Bursa Efek Indonesia mencatat penurunan pada penutupan perdagangan Kamis, 23 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 19,16 poin atau 1,51 persen menjadi 6.315,31.
Pergerakan IHSG kali ini terutama dipengaruhi sejumlah indeks sektoral yang melemah. Dari empat sektor yang menjadi pemberat, penurunan terbesar datang dari sektor perindustrian.
Indeks perindustrian terkoreksi 1,32 persen. Setelah itu, sektor barang konsumer non primer ikut turun 1,16 persen, disusul sektor keuangan yang melemah 0,89 persen dan sektor kesehatan yang turun 0,10 persen.
Di sisi lain, ada delapan sektor yang bergerak menguat. Kenaikan dipimpin sektor properti yang naik 3,13 persen, lalu sektor barang konsumer primer meningkat 1,56 persen.
Sentimen penguat juga terlihat pada sektor energi yang bertambah 1,52 persen. Sektor transportasi menguat 1,33 persen, sementara sektor teknologi naik 0,71 persen.
Kinerja lainnya datang dari sektor barang baku yang naik 0,23 persen serta sektor infrastruktur yang bertambah tipis 0,05 persen. Meski demikian, IHSG tetap ditutup melemah karena tekanan dari sektor-sektor penahan tadi lebih dominan pada komposisi pergerakan harian.
Aktivitas perdagangan juga menunjukkan dinamika pasar yang beragam. Tercatat 321 saham menguat, 299 saham terkoreksi, dan 176 saham stagnan.
Untuk sesi I, total volume perdagangan mencapai 62,94 miliar saham. Nilai transaksi pada periode tersebut tercatat sebesar Rp 23,78 triliun.
Berita Terkait
Pergerakan saham dalam LQ45 memperlihatkan perbedaan arah yang cukup jelas. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjadi pemuncak top losers, dengan penurunan 5,05 persen menjadi Rp 1.410 per saham.
Di jajaran top losers lainnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3,46 persen ke level Rp 6.275 per saham. Koreksi juga meliputi saham-saham yang ikut melemah dalam daftar LQ45 pada perdagangan hari tersebut.
Sementara itu, bagian top gainers LQ45 juga mencatat kenaikan pada beberapa emiten. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 8,93 persen menjadi Rp 183 per saham.
Selain BUMI, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turut menguat 7,27 persen ke Rp 472 per saham. Kinerja positif lain yang masih tercantum dalam daftar penguatan LQ45 adalah PT Astra International Tbk (ASII) yang naik 2,91 persen ke Rp 5.000 per saham.
Secara keseluruhan, penutupan 23 Juli 2026 menggambarkan pasar yang bergerak selektif. IHSG ditutup lebih rendah, namun penguatan tetap terjadi pada sejumlah sektor serta pada beberapa saham unggulan di LQ45.
Komposisi pergerakan sektoral memperjelas mengapa IHSG tetap berada di zona merah. Di antara sektor yang menjadi tekanan, industri mencatat pelemahan paling dalam, disusul barang konsumer non primer, lalu keuangan dan kesehatan yang melemah relatif lebih tipis. Meski begitu, arah berlawanan juga tampak dari sektor yang naik cukup mencolok, terutama properti, sebelum disusul penguatan pada barang konsumer primer serta sektor energi, transportasi, dan teknologi.
Kondisi tersebut tercermin pula dari aktivitas perdagangan yang memperlihatkan pasar tidak sepenuhnya bergerak seragam. Sebanyak 321 saham menguat, sementara 299 saham terkoreksi dan 176 saham stagnan. Pada sesi I, volume perdagangan mencapai 62,94 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 23,78 triliun. Dengan latar seperti ini, penurunan IHSG dapat dipahami sebagai hasil dominasi sektor-sektor penahan di pergerakan harian, sekaligus menunjukkan adanya pilihan investor pada sejumlah saham tertentu.
Di indeks LQ45, perbedaan arah juga terlihat dari daftar top losers dan top gainers. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjadi penekan dengan koreksi 5,05 persen menjadi Rp 1.410 per saham. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut terkoreksi 3,46 persen ke Rp 6.275 per saham, dan beberapa emiten lain dalam kelompok LQ45 juga mengalami pelemahan pada perdagangan hari itu. Sebaliknya, kenaikan dipimpin PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menguat 8,93 persen ke Rp 183 per saham, diikuti PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang naik 7,27 persen ke Rp 472 per saham, serta PT Astra International Tbk (ASII) yang bertambah 2,91 persen menjadi Rp 5.000 per saham.
Secara keseluruhan, penutupan 23 Juli 2026 menunjukkan pergerakan yang selektif: indeks ditutup melemah, namun penguatan tetap muncul di beberapa sektor dan sejumlah saham LQ45. Dengan IHSG turun 19,16 poin atau 1,51 persen ke level 6.315,31, perbedaan kinerja antarsektor dan variasi hasil di saham-saham unggulan menjadi penanda bahwa sentimen pasar bergerak berlapis, bukan hanya mengikuti satu arah.












