Bisnis & Ekonomi

IHSG Dibuka Melemah, Tertekan Rebalancing Indeks MSCI

0
×

IHSG Dibuka Melemah, Tertekan Rebalancing Indeks MSCI

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Dibuka di Zona Merah, Terbeban Rebalancing Indeks MSCI - Market

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Jumat (29/5/2026) di zona merah. Pada pukul 09:01 WIB, indeks terkoreksi 17,42 poin atau 0,28% ke level 6.112.

Pergerakan itu berlangsung berlawanan dengan bursa saham Asia yang justru cenderung menguat pada pagi hari. Nyaris semua indeks utama di kawasan yang sudah dibuka bergerak di zona hijau berdasarkan data Bloomberg.

Daftar penguatan itu terlihat cukup luas. KOSPI Korea Selatan, TW Weighted Index Taiwan, NIKKEI 225 Jepang, Topix Jepang, Straits Times Singapura, Hang Seng Hong Kong, KLCI Malaysia, hingga CSI 300 China sama-sama melaju di tren penguatan pagi ini.

Di tengah kondisi tersebut, IHSG justru terseret melemah. Tekanan itu membuat pasar saham Indonesia tampak mengambil arah yang berbeda dari mayoritas bursa regional yang lebih dulu menguat.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah lima menit berlangsung, aktivitas pasar sudah terbilang ramai. Volume perdagangan tercatat 6,12 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp3,55 triliun.

Frekuensi transaksi pada periode yang sama juga cukup tinggi, yakni sebanyak 225.214 kali. Namun, di balik tingginya aktivitas itu, jumlah saham yang melemah masih lebih banyak dibandingkan yang naik.

Sejauh itu, 233 saham terpantau menguat, 292 saham melemah, dan 200 saham tidak bergerak. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa tekanan jual masih cukup dominan pada pembukaan perdagangan, meski tidak merata di seluruh saham.

BRI Danareksa Sekuritas menilai pelemahan IHSG terjadi di tengah meningkatnya aksi profit taking. Tekanan juga terlihat pada sejumlah saham big caps serta saham komoditas, yang membuat indeks belum mampu bergerak seirama dengan bursa Asia.

Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menyebut IHSG masih berpotensi bergerak dalam tren konsolidasi melemah. Dalam pandangan itu, area resistance berada di level 6.240, sedangkan support terdekat berada di level 6.060.

Dengan kondisi seperti ini, pasar tampak masih mencari arah yang lebih tegas pada awal perdagangan. Di satu sisi, bursa Asia bergerak positif dan memberi sentimen yang relatif lebih kuat. Di sisi lain, IHSG masih bergulat dengan tekanan jual dan aksi ambil untung yang menahan ruang penguatannya.

Situasi pagi ini juga menunjukkan bahwa pembukaan indeks belum otomatis mencerminkan satu arah yang seragam di kawasan. Meski sejumlah pasar regional sudah masuk zona hijau, IHSG tetap bergerak sendiri di bawah tekanan, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar dan emiten komoditas.

Data awal perdagangan itu menegaskan bahwa pasar domestik masih berada dalam fase yang sensitif terhadap pergerakan jangka pendek. Selama tekanan profit taking belum mereda, IHSG berpeluang terus bergerak dalam rentang yang terbatas dan cenderung tertahan di area konsolidasi melemah.

Di titik ini, level 6.240 menjadi batas atas yang perlu ditembus agar ruang pemulihan lebih meyakinkan. Sebaliknya, area 6.060 menjadi penopang yang perlu dijaga bila IHSG ingin menahan pelemahan lebih dalam pada perdagangan hari ini.

Dalam kondisi seperti itu, pelaku pasar tampaknya masih berhati-hati membaca arah berikutnya. Perbedaan gerak antara IHSG dan bursa Asia menunjukkan bahwa sentimen regional yang positif belum cukup kuat untuk langsung mendorong indeks domestik keluar dari tekanan pada pembukaan perdagangan.

Selama transaksi awal masih didominasi saham yang melemah, pasar cenderung membutuhkan dorongan yang lebih jelas agar pergerakan IHSG bisa berbalik arah. Karena itu, perhatian pelaku pasar kemungkinan tetap tertuju pada apakah indeks mampu bertahan di atas area support terdekat atau justru kembali terseret ke bawah dalam sesi berikutnya.