jurnalistik.co.id – Plang penunjuk arah di Tol Cijago, Depok, roboh setelah ditabrak dump truk di KM 39+400 arah Limo pada Jumat (24/7/2026) siang. Kompol Akhmad Jajuli, Kepala Induk PJR Jagorawi, memaparkan kronologi kejadian berdasarkan penelusuran di lokasi.
Peristiwa terjadi di ruas Tol Cijago KM 39+400 dengan arah menuju Limo, Depok, Jawa Barat. Jajuli menyampaikan bahwa kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Menurut Jajuli, truk berangkat dari arah Gunung Putri, Bogor, menuju Merak, Banten. Setibanya di Tol Cijago KM 39+400, kendaraan kemudian berhenti di bahu jalan dalam kondisi mesin mati.
Jajuli menjelaskan bahwa pada saat berhenti, sopir melakukan perbaikan terkait bagian dump. Ia mengatakan, prosesnya dimulai dengan menaikkan bak kendaraan untuk memperbaiki selang dump.
“Dump-nya itu, bak-nya, dinaikkan untuk memperbaiki selang dump. Sopir lanjut masuk ke dalam kemudi memperbaiki stang persneling dipindahkan ke gigi netral,” kata Jajuli saat dihubungi pada Jumat.
Dalam penjelasannya, Jajuli menyebut ada keterangan bahwa kancing persneling mengalami kendur. Kondisi tersebut membuat sopir perlu berpindah posisi di kabin untuk mengutak-atik persneling.
“Karena ada kancing persneling katanya kendor, makanya dia naik ke kemudi. Posisi kendaraan mati, mesinnya mati,” sambungnya.
Jajuli juga menyoroti perubahan posisi gigi yang terjadi ketika sopir sedang berada di area kemudi. Truk sempat berada dalam posisi gigi ketiga, namun kemudian posisi berubah menjadi netral.
“Yang tadinya mungkin masuk gigi tiga, ya dipegang persnelingnya ya pindahlah ke netral, dia enggak ngeh ya toh. Tiba-tiba kendaraannya jalan. Dia enggak tahu kendaraannya jalan,” tuturnya.
Berita Terkait
Setelah kendaraan bergerak tanpa disadari, Jajuli menjelaskan rangkaian tabrakan terjadi cepat. Kendaraan melaju sehingga bak dump menabrak rambu petunjuk portal.
“Tiba-tiba kendaraan tersebut jalan lanjut, bak dump menabrak rambu petunjuk portal. Nabrak rambu gawang, jatuh rambu gawangnya, bruk, sebelah kiri jatuh, dia miring otomatis kan, gitu,” tambah Jajuli.
Dalam kasus ini, Jajuli memastikan hanya ada satu kendaraan yang terlibat, yakni dump truk tersebut. Tidak ada kendaraan lain yang disebut menjadi penyebab langsung terjadinya robohnya rambu.
Jajuli menyampaikan bahwa penanganan di lokasi telah dilakukan. Rambu gawang yang terdampak sudah dicopot dan dipindahkan sehingga kondisi sekitar dapat kembali normal.
Kondisi terkini, lanjutnya, sudah dievakuasi untuk kebutuhan rambu gawang. “Tadi sudah dicopot semuanya, sudah dipinggirkan dan lalin (lalu lintas) sudah lancar,” ujarnya.
Dengan demikian, kecelakaan di Tol Cijago KM 39+400 arah Limo tersebut berakhir tanpa korban jiwa dan seluruh elemen rambu yang roboh telah ditangani. Lalu lintas disebut kembali lancar setelah proses evakuasi selesai dilakukan.
Jajuli menegaskan bahwa rangkaian kejadian berawal dari berhentinya dump truk di bahu ruas Tol Cijago KM 39+400 menuju Limo, Depok. Pada saat itu, mesin dinyatakan dalam kondisi mati sehingga perbaikan dilakukan dalam situasi kendaraan tidak bergerak. Ia juga menyampaikan bahwa pengemudi sempat melakukan langkah pengecekan dan penanganan pada bagian dump, termasuk mengangkat bak untuk menjangkau komponen yang perlu diperbaiki.
Menurut penjelasan di lokasi, keterjadian tabrakan terkait perpindahan posisi persneling yang berlangsung saat sopir berada di area kemudi. Saat sopir berada dalam proses penyesuaian, perpindahan gigi sempat disebut berada pada kondisi yang berbeda sebelum akhirnya kembali ke posisi netral. Jajuli menyebut pengemudi tidak menyadari perubahan tersebut, hingga kendaraan bergerak kembali tanpa diketahui sebelumnya.
Setelah dorongan tabrakan terjadi, bak dump langsung menghantam rambu petunjuk portal, menyebabkan struktur rambu terdampak dan kemudian roboh. Penanganan selanjutnya dilakukan dengan pencopotan serta pemindahan elemen rambu yang jatuh, agar area sekitar dapat kembali berfungsi. Jajuli menyebut rambu yang terdampak sudah dipinggirkan dan lalu lintas dinyatakan kembali lancar, sementara hasil penelusuran memastikan tidak ada korban jiwa maupun kendaraan lain yang disebut menjadi penyebab langsung.












