Bisnis & Ekonomi

IHSG Ditutup Menguat 2,07 Persen; AMMN dan BUMI Pimpin Reli

0
×

IHSG Ditutup Menguat 2,07 Persen; AMMN dan BUMI Pimpin Reli

Sebarkan artikel ini
IHSG Ditutup Menguat 2,07 Persen, AMMN dan BUMI Pimpin Reli Money 12 Juni 2026
Ilustrasi: IHSG Ditutup Menguat 2,07 Persen, AMMN dan BUMI Pimpin Reli

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (12/6/2026) dan kembali menembus level psikologis 6.000.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 121,62 poin atau 2,07 persen ke level 6.007,65. Penguatan ini menjadi penutup pekan dengan sentimen positif setelah indeks sempat bergerak di bawah level 6.000 dalam beberapa waktu terakhir.

Di akhir sesi, sebanyak 615 saham ditutup menguat, 108 saham melemah, dan 93 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 19,97 triliun, dengan volume perdagangan 35,14 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,34 juta kali.

Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 10.582,56 triliun. Secara sektoral, IHSG turut menguat seiring kenaikan hampir seluruh sektor di BEI.

Sektor penopang

Dari 11 indeks sektoral, hanya sektor kesehatan yang berakhir di zona merah dengan pelemahan 0,58 persen. Sektor barang baku memimpin penguatan setelah naik 4,85 persen.

Di belakangnya, sektor energi menguat 4,66 persen dan sektor transportasi naik 4,46 persen. Kenaikan pada berbagai sektor membantu menjaga laju indeks tetap berada di jalur positif hingga penutupan.

Saham unggulan LQ45

Di kelompok saham unggulan LQ45, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi pencetak kenaikan terbesar dengan lonjakan 12,75 persen. Kenaikan juga dibukukan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang naik 12,24 persen.

Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat 12,14 persen. Meski demikian, beberapa saham telekomunikasi masih tertekan di akhir perdagangan.

PT Indosat Tbk (ISAT) turun 2,11 persen, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) melemah 1,53 persen, dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) terkoreksi 1,29 persen.

Perbankan dan kinerja emiten lain

Dari kelompok saham perbankan, mayoritas emiten big banks ditutup di zona hijau. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,72 persen ke Rp 5.925 per saham, sedangkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menguat 1,71 persen ke Rp 3.560 per saham.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat kenaikan tertinggi di antara bank-bank besar dengan lonjakan 6,33 persen ke Rp 1.260 per saham. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ditutup stagnan di level Rp 2.850 per saham.

Berbeda dengan bank-bank lainnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) justru melemah 1,18 persen ke Rp 4.200 per saham. Di luar saham unggulan, PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) menjadi top gainers setelah melonjak 30,91 persen.

Penguatan juga dibukukan PT PP Presisi Tbk (PPRE) sebesar 20 persen, PT Indika Energy Tbk (INDY) sebesar 18,32 persen, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar 14,38 persen, dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) sebesar 12,88 persen.

Bursa Asia menguat

Pergerakan positif IHSG sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia yang ditutup menguat. Indeks KOSPI Korea Selatan memimpin penguatan di kawasan dengan kenaikan 4,63 persen.

Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 2,81 persen, sedangkan Hang Seng Hong Kong naik 1,93 persen. Dengan latar tersebut, sentimen pasar ikut mendukung pergerakan indeks pada penutupan perdagangan.

Di penutupan pekan ini, IHSG tidak hanya kembali berada di atas batas 6.000, tetapi juga menunjukkan konsistensi kenaikan hingga tutup perdagangan. Mengacu ringkasan aktivitas bursa, pasar mencatat kondisi yang relatif ramai, tercermin dari nilai transaksi Rp 19,97 triliun serta volume 35,14 miliar saham dengan frekuensi 2,34 juta kali.

Lebarnya penguatan juga terlihat dari komposisi saham yang bergerak. Sebanyak 615 saham ditutup menguat, lebih banyak dibanding saham yang melemah, sementara 93 lainnya berakhir stagnan. Dari sisi sektor, penguatan yang cenderung merata membantu menjaga arah indeks tetap positif, dengan sektor kesehatan menjadi pengecualian yang berakhir turun 0,58 persen.

Di antara saham-saham unggulan, pergerakan beragam turut mewarnai penutupan, termasuk lonjakan AMMN dan DEWA, serta penguatan BUMI yang tetap berada pada area hijau. Sementara itu, di kawasan Asia, mayoritas bursa juga menunjukkan kecenderungan naik, sehingga sentimen global ikut menopang pergerakan IHSG pada sesi terakhir pekan.