jurnalistik.co.id – Menteri Kebudayaan Inggris Lisa Nandy menyatakan bahwa larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang akan diumumkan pekan ini bukanlah “solusi ajaib”. Dalam keterangannya kepada Sky News pada hari Minggu, ia menilai langkah tersebut akan “memainkan peran penting” dalam menjaga keselamatan anak-anak.
Nandy menyampaikan hal itu setelah pemerintah melakukan konsultasi terkait reformasi yang mencakup pembatasan akses dan penggunaan harian. Menurut dia, pembahasan tersebut diawali dengan pertimbangan untuk memperbaiki cara perlindungan terhadap anak muda.
Perdana Menteri Keir Starmer dijadwalkan menjelaskan pembatasan tersebut setelah konsultasi pemerintah selesai. Nandy mengatakan konsultasi itu menunjukkan “sebagian besar” mendukung diberlakukannya larangan, termasuk “banyak anak muda sendiri”.
Ia menegaskan bahwa pertanyaan utama saat konsultasi diluncurkan bukan soal apakah anak muda perlu dilindungi. “bagaimana kita melindungi anak muda dengan lebih baik, bukan apakah kita akan melindunginya,” kata Nandy.
Keterangan Nandy muncul dalam konteks reformasi yang menargetkan penggunaan media sosial bagi kelompok remaja. Bloomberg News melaporkan bahwa kabinet berencana membatasi akses serta durasi pemakaian harian yang dilakukan oleh mereka yang berusia di bawah 16 tahun.
Dalam laporan tersebut, media sosial yang menjadi bagian dari pembahasan mencakup platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan Snapchat. Fokusnya bukan pada satu kanal saja, melainkan pada kebijakan penggunaan secara menyeluruh di ruang digital yang sering diakses remaja.
Laporan Sunday Times menyebut reformasi akan membuat remaja dilarang menggunakan platform media sosial tertentu. Selain larangan, penggunaan harian mereka juga akan dibatasi di bawah skema pembaruan tersebut.
Sunday Times, sebagaimana disampaikan dalam teks berita ini, tidak menyebutkan dari mana informasi itu diperoleh. Meski demikian, narasi kebijakan yang dijelaskan berangkat dari konsultasi pemerintah yang menurut Nandy sudah memperlihatkan dukungan luas.
Nandy menempatkan larangan sebagai bagian dari pendekatan perlindungan yang lebih terarah. Ia menolak anggapan bahwa kebijakan tersebut merupakan jawaban tunggal, namun tetap menilai adanya peran penting dari langkah pembatasan demi keselamatan anak.
Ia juga mengaitkan substansi konsultasi dengan tujuan yang jelas. Pernyataan tentang “bagaimana kita melindungi anak muda dengan lebih baik” menegaskan bahwa pemerintah memandang perlindungan sebagai sesuatu yang perlu diperkuat secara praktis, bukan sekadar diperdebatkan.
Menurut Nandy, hasil konsultasi menunjukkan “sebagian besar” responden menginginkan larangan tersebut. Ia menambahkan bahwa dukungan itu tidak hanya datang dari pihak dewasa, tetapi juga “banyak anak muda sendiri”.
Dengan demikian, pembaruan yang akan diumumkan pekan ini dipresentasikan sebagai kebijakan yang lahir dari proses konsultasi. Setelah penjelasan dari Keir Starmer, rincian pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun diharapkan menjadi bagian dari reformasi yang akan mengatur akses dan durasi pemakaian harian.
Dari sudut pandang Nandy, pembahasan reformasi ini berangkat dari gagasan bahwa perlindungan terhadap anak dan remaja perlu diwujudkan lewat langkah-langkah yang benar-benar bisa dijalankan. Ia menggambarkan larangan dan pembatasan sebagai bagian dari upaya yang menyasar cara akses digital bekerja di kehidupan sehari-hari, bukan sekadar pernyataan simbolis.
Dalam uraian yang muncul di berbagai laporan, kebijakan yang dibicarakan tidak dibatasi pada satu aplikasi tertentu. Sebaliknya, ruang digital yang paling sering dijangkau remaja diperlakukan sebagai satu ekosistem kebijakan, sehingga pembatasannya mencakup platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan Snapchat, sekaligus mengatur akses maupun durasi penggunaan harian.
Selain menekankan pendekatan yang lahir dari konsultasi pemerintah, Nandy juga menegaskan bahwa inti diskusinya adalah bagaimana melindungi anak muda dengan lebih efektif. Ia menyebut hasil konsultasi menunjukkan dukungan “sebagian besar”, termasuk dari kalangan anak muda itu sendiri, sementara Keir Starmer dijadwalkan memberikan penjelasan lanjutan setelah proses konsultasi selesai. Dengan penjelasan itu, rincian pembatasan yang akan diumumkan pekan ini diharapkan menjadi bagian dari paket reformasi yang lebih luas.












