Politik & Parlemen

Jokowi Bakal Jadi Ketua Dewan Pembina PSI, Bestari Barus: Tinggal Menunggu Waktu yang Tepat

0
×

Jokowi Bakal Jadi Ketua Dewan Pembina PSI, Bestari Barus: Tinggal Menunggu Waktu yang Tepat

Sebarkan artikel ini
Bakal Jadi Dewan Pembina, Jokowi Makin Dekat Gabung PSI? News 14 Juni 2026
Ilustrasi: Bakal Jadi Dewan Pembina, Jokowi Makin Dekat Gabung PSI?

jurnalistik.co.id – Ketua DPP PSI Bestari Barus menyatakan proses pengukuhan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai Ketua Dewan Pembina PSI kini sudah berada pada tahap menunggu waktu yang tepat. Menurut Bestari, penetapan itu berkaitan dengan seremoni penjaketan lambang partai yang akan disampaikan sesuai agenda internal PSI.

Bestari menjelaskan, pengumuman resmi memang belum dipublikasikan, tetapi arah prosesnya sudah semakin jelas. Ia menilai, simbolisasi dalam penjaketan menjadi penanda tahapan yang sudah berjalan, sekaligus mengiringi penjadwalan kesempatan bagi ketua umum untuk menyampaikan prosesi tersebut.

“Jadi ini hanya tinggal menunggu hari, tanggal, jam saja dan kesempatan ketua umum, kesempatan Pak Jokowi untuk kemudian yang disampaikan oleh Bu Grace kemarin, akan ada penjaketan. Ya, tunggu waktu saja sedikit lagi,” ujar Bestari saat dihubungi, Sabtu (13/6/2026).

Dalam penjelasannya, Bestari menegaskan bahwa seremonial itu bersifat simbolis. Ia mengaitkannya dengan sinyal bergabung yang, menurutnya, sudah terlihat sejak lama sebelum akhirnya masuk ke bagian pengukuhan struktural partai.

Di tubuh PSI, struktur Dewan Pembina memiliki peran tersendiri dalam organisasi. Bestari menyebut, Jokowi kelak akan menempati posisi yang paling terhormat dalam struktur partai, sehingga momen penjaketan dipandang penting bagi PSI sebagai penanda penguatan posisi tersebut.

Kode “Mr J” yang berakhir pada Jokowi

Sebelum kepastian itu menguat, PSI terlebih dahulu memberi kode mengenai sosok yang akan menjadi Ketua Dewan Pembina. Selama periode itu, partai berlambang gajah hanya menunjukkan inisial “Mr J” untuk menggambarkan figur yang dimaksud sebagai Ketua Dewan Pembina.

Kode tersebut sempat menjadi perhatian saat PSI menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Januari 2026. Saat rapat berlangsung, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep sempat mencari sosok “Mr J” yang dimaksud sebagai Ketua Dewan Pembina PSI.

Dalam situasi itu, Kaesang sempat menyampaikan pernyataan di hadapan jajaran Dewan Pembina, yang menggambarkan ketidakhadiran ketua saat rapat berlangsung. Kaesang mengatakan, “Yang saya hormati Sekretaris Dewan Pembina PSI Ibu Grace Natalie , beserta seluruh jajarannya, tanpa ada ketuanya. Ketuanya di mana? Belum datang? Oh, ya sudah. Insyaallah besok datang,” ujar Kaesang disambut tepuk tangan kader.

Setelah momen tersebut, Kaesang menduga sosok “Mr J” akan hadir pada Jumat (30/1/2026). Namun, pada tahap awal, sosok yang dicari belum datang pada saat Rakernas tersebut berlangsung.

Keesokan harinya, sosok yang dimaksud justru datang dalam wujud Jokowi. Meskipun belum diumumkan secara resmi pada saat itu, publik sudah menduga kuat bahwa inisial “Mr J” mengarah pada Jokowi.

Dalam Rakernas yang sama, Jokowi diberi kesempatan berpidato. Dari kesempatan tersebut, Jokowi menyatakan siap berkeliling ke daerah-daerah serta menyampaikan kesiapan untuk memperjuangkan PSI.

Penjaketan, keputusan waktu, dan sinyal internal

Seiring berjalannya proses, PSI kemudian menyatakan bahwa Jokowi segera menjabat sebagai Dewan Pembina partai. Bestari menyampaikan bahwa langkah berikutnya masih menunggu kesesuaian waktu untuk seremoni pemberian jaket berlambang partai.

Bestari juga menekankan bahwa waktu pelaksanaan penjaketan tidak ditentukan secara terpisah, melainkan diserahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. Dengan begitu, prosesi penjaketan tetap mengikuti agenda dan momen yang dipilih ketua umum.

“Hanya saja kita memberikan itu kepada ketua umum kapan waktu yang pas. Jadi Bu Grace selaku sekretaris Dewan Pembina sudah juga menyampaikan isyarat itu,” kata Bestari.

Menurut Bestari, isyarat tersebut sudah pernah disampaikan melalui Grace Natalie selaku sekretaris Dewan Pembina. Ia menilai, sinyal yang dibawa proses ini sudah cukup terang dari waktu ke waktu, sehingga tinggal menunggu kapan seremoni itu dilaksanakan.

“Sinyal sudah terang semuanya dan itu pastilah seperti apa yang disampaikan Bu Grace nantinya. Tinggal menunggu waktu yang pas kapan itu dilaksanakan,” sambungnya.

Bestari menempatkan penjaketan sebagai bagian dari tahapan yang memperjelas posisi Jokowi dalam struktur PSI. Ia menyebut bahwa kedudukan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina akan menjadi penanda yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga simbolik dalam struktur partai.

Dengan demikian, rangkaian peristiwa yang bermula dari kode “Mr J”, berlanjut pada Rakernas Januari 2026 di Makassar, lalu berujung pada kedatangan Jokowi dan kesempatan berpidato, kini masuk pada fase penjadwalan seremoni. Bestari menegaskan, langkah penjaketan tinggal menunggu hari, tanggal, jam, serta kesempatan ketua umum untuk menjalankan prosesi tersebut.