jurnalistik.co.id – Jajaran Polda Gorontalo menyiapkan pengamanan maksimal untuk menyertai rangkaian penutupan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 yang berlangsung di Gorontalo, Kamis (25/6/2026). Kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjadi fokus utama pengamanan pada momen penutupan tersebut.
Pengamanan dilaksanakan secara terpadu oleh personel Polri yang bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait. Langkah ini diarahkan agar setiap tahapan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar sejak proses persiapan hingga berakhirnya rangkaian kunjungan.
Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis. Penataan dilakukan mulai dari jalur kedatangan dan kepulangan Presiden, area berlangsungnya kegiatan, hingga titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat maupun peserta PENAS KTNA XVII.
Polda Gorontalo menekankan bahwa pengamanan dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme sekaligus pelayanan yang humanis kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kapolda Gorontalo melalui Kabid Humas Polda Gorontalo sebagai bentuk pendekatan yang menempatkan kebutuhan publik tetap terjaga.
Menurut pihak kepolisian, pengamanan terpadu ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjamin keamanan setiap agenda nasional yang digelar di wilayah Gorontalo. Dengan koordinasi lintas unsur, pihaknya berupaya memastikan tidak ada gangguan yang dapat menghambat jalannya kegiatan.
Kehadiran Presiden RI pada acara penutupan PENAS KTNA XVII disambut antusias oleh masyarakat, petani, nelayan, serta peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Keramaian dan meningkatnya aktivitas peserta di lokasi acara menjadi perhatian tersendiri dalam pengaturan alur dan pengawasan area.
Selama rangkaian kegiatan berlangsung, Polda Gorontalo menyatakan bahwa situasi dapat dijaga dalam kondisi aman dan kondusif. Keberhasilan pengamanan tersebut, menurut informasi yang disampaikan, didukung kerja sama serta koordinasi yang baik antara seluruh unsur pengamanan yang terlibat.
Selain penataan internal di lapangan, kepolisian juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang turut menjaga ketertiban selama pelaksanaan agenda. Apresiasi tersebut diberikan sebagai pengakuan atas peran publik dalam membantu menciptakan suasana yang tertib dan terkendali.
Setelah rangkaian kunjungan Presiden RI dan penutupan PENAS KTNA XVII berakhir, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Gorontalo disebut tetap terjaga. Pihak Polda menegaskan bahwa seluruh proses pengamanan berlangsung terarah, sehingga kegiatan dapat selesai tanpa mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Dengan selesainya seluruh tahapan pada hari pelaksanaan, pengamanan yang dilakukan menjadi penutup yang menunjukkan koordinasi dan kesiapan aparat di wilayah. Polda Gorontalo berharap rangkaian acara nasional ini dapat memberi manfaat bagi peserta dan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan bahwa pengamanan agenda besar dapat berjalan sesuai harapan.
Pengamanan yang dijalankan sejak tahap awal persiapan hingga penutupan menempatkan aspek ketertiban sebagai prioritas. Aparat di lapangan diarahkan untuk mengantisipasi dinamika di lokasi kegiatan, termasuk pengaturan aktivitas peserta dan masyarakat agar setiap tahapan berlangsung terukur.
Dalam pelaksanaannya, pihak kepolisian menegaskan bahwa sinergi berbagai unsur menjadi kunci agar pengaturan berjalan konsisten. Penataan di beberapa titik strategis dilakukan untuk memastikan pengawasan efektif, sekaligus mendukung kelancaran rangkaian acara dari kedatangan hingga berakhirnya seluruh agenda pada hari pelaksanaan.
Kepolisian juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam layanan kepada publik selama agenda berlangsung. Hal ini tercermin dari penekanan profesionalisme sekaligus pelayanan yang mengutamakan kenyamanan masyarakat, sehingga proses pengamanan tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga menjaga suasana yang tertib dan terkendali.
Setelah rangkaian penutupan selesai, Polda Gorontalo menyampaikan bahwa kamtibmas tetap dijaga dalam kondisi aman dan kondusif. Dukungan masyarakat yang ikut berperan dalam menjaga ketertiban turut menjadi bagian dari hasil pengamanan, sekaligus memperkuat kepercayaan bahwa agenda nasional dapat berjalan sesuai harapan.












