Hukum & Kriminal

Kericuhan Demo Sudirman Berawal dari Klaim Pemukulan, Massa Sempat Membakar Ban

×

Kericuhan Demo Sudirman Berawal dari Klaim Pemukulan, Massa Sempat Membakar Ban

Sebarkan artikel ini
Kericuhan Demo Sudirman Dipicu Klaim Pemukulan, Massa Sempat Bakar Ban News 15 Juni 2026
Ilustrasi: Kericuhan Demo Sudirman Dipicu Klaim Pemukulan, Massa Sempat Bakar Ban

jurnalistik.co.id – JAKARTA, Senin (15/6/2026) sore, aksi unjuk rasa mahasiswa di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, diwarnai kericuhan.

Pantauan di lokasi menyebutkan, kericuhan pertama kali bermula dari aksi saling dorong antara mahasiswa yang meminta polisi membuka blokade jalan menuju Bundaran HI.

Di sekitar Gedung Thamrin Nine dan Menara blu BCA, massa yang tertahan sejak siang memaksa agar dapat menggelar demonstrasi di area Bundaran HI.

Ketika dorong-mendorong terjadi, salah satu mahasiswa berteriak setelah mengaku dipukul oleh salah satu petugas polisi di dalam barisan. Pengakuan itu memicu respons dari massa lain yang tidak terima, hingga aksi berujung kericuhan.

Barisan polisi kemudian mendorong dan memojokkan massa ke arah trotoar. Setelah itu, massa mendorong balik, sementara beberapa orang juga melempar botol ke arah barikade polisi.

Di tengah situasi yang makin tegang, massa aksi meminta Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung, yang berada di lokasi untuk maju dan mempertanggungjawabkan tindakan personelnya. Salah satu massa berteriak, “Pak, saya dipukul, saya dipukul, mana pak Kapolres, maju, gimana ini? Maju kalian!”

Sementara itu, keributan juga diikuti yel-yel dari massa untuk menghentikan aksi saling dorong dengan polisi. Suara mereka terdengar berulang dengan kalimat, “Hati-hati, hati-hati, hati-hati provokasi,”

Namun, kerusuhan kembali meningkat ketika tiba-tiba sebuah ban dibakar dari tengah lingkaran massa aksi. Nyala api dari pembakaran ban tersebut langsung menarik perhatian polisi, yang kemudian kembali maju mendorong massa.

Polisi lalu menyemprotkan alat pemadam api ringan (APAR) ke arah ban yang dibakar. Dari yang dirasakan di lokasi, asap tebal berwarna putih dari APAR cukup terasa perih di mata dan hidung saat menarik napas.

Akibatnya, massa aksi berhamburan. Situasi ricuh kembali terjadi karena massa di barisan depan mendorong balik polisi, sehingga eskalasi berlangsung dalam waktu yang singkat.

Pada momen berikutnya, salah satu petugas kepolisian menyemprotkan APAR tersebut secara langsung ke arah massa. Tindakan itu berujung pada bubarnya massa aksi yang berada di barisan depan.

Setelah ketegangan mereda, massa kembali mendinginkan situasi dengan berkumpul dan melakukan konferensi pers. Seusai itu, massa akhirnya membubarkan diri pada pukul 18.10 WIB.

Seiring sore hari beranjak, suasana di sekitar Jalan Jenderal Sudirman dan titik kerumunan di dekat Gedung Thamrin Nine kian sulit dikendalikan. Massa yang sejak siang tertahan berupaya memaksa akses menuju Bundaran HI tetap terbuka, sementara aparat berulang kali mencoba merapikan barisan agar dorong-mendorong tidak melebar.

Di tengah upaya saling mengunci jarak antara massa dan barisan polisi, kericuhan tidak hanya terlihat dari gerakan fisik, tetapi juga dari respons lisan yang terdengar berkali-kali. Seruan untuk menjaga kewaspadaan dan mencegah provokasi muncul dari kerumunan, namun tensi tetap meningkat ketika pertanda baru memicu perhatian aparat, termasuk pembakaran ban yang membuat keramaian kembali bergejolak.

Setelah nyala api dan kepulan asap menarik perhatian, polisi kembali bergerak maju untuk menekan situasi. Penyemprotan APAR yang dilakukan ke arah kerumunan membuat sebagian orang di barisan depan mundur dan menjauh, sementara asap yang putih dan tercium tajam membuat pernapasan terasa perih, sehingga massa berangsur tidak lagi mempertahankan posisi.

Ketegangan kemudian mereda setelah kerumunan membubarkan diri dari bagian depan, dan keramaian beralih menjadi momen penenangan. Massa akhirnya berkumpul untuk mendengarkan klarifikasi melalui konferensi pers, sebelum suasana kembali kondusif dan demonstran meninggalkan lokasi pada pukul 18.10 WIB.