jurnalistik.co.id – Konservatif mengusulkan pemotongan pajak bagi anggota pasukan cadangan (reservist) sebagai bagian dari target menambah jumlah personel cadangan hingga 50.000.
Wacana itu disampaikan saat Partai Konservatif menegaskan komitmen mereka untuk merekrut lebih banyak warga yang bergabung dalam tugas paruh waktu Angkatan Bersenjata Inggris.
Dalam skema yang mereka tawarkan, Konservatif ingin menjadikan 30 hari pertama masa dinas reservist dalam setiap tahun fiskal bebas pajak. Pengurangan pajak tersebut, menurut rencana partai, akan dibayar dari uang yang dihemat dengan memulihkan pembatasan tunjangan anak menjadi dua (two-child benefit cap).
Juru runding bayangan urusan pertahanan, James Cartlidge, mengatakan reservist dengan pekerjaan penuh waktu “dihimpit pajak” karena harus mengorbankan malam dan akhir pekan untuk dinas cadangan.
Cartlidge menempatkan insentif itu sebagai langkah untuk membuat layanan reservist lebih layak secara finansial, terutama bagi mereka yang harus menyeimbangkan tugas dinas dengan pekerjaan utama.
Target 50.000 reservist dan insentif pelatihan
Konservatif menyebut janji mereka menargetkan perekrutan sekitar 18.000 reservist baru agar totalnya mencapai 50.000. Pada 1 Januari 2026, kekuatan gabungan cadangan Angkatan Darat, Angkatan Udara (RAF), dan cadangan maritim tercatat “lebih dari 32.000,” berdasarkan statistik pemerintah.
Selain menambah jumlah reservist, partai juga ingin memastikan lebih banyak reservist menyelesaikan hari pelatihan minimum mereka. Dalam naskah kebijakan yang disebut BBC, jumlah hari pelatihan minimum reservist biasanya berada pada kisaran 19 atau 27 hari.
Reservist yang memenuhi komitmen pelatihan minimum sekaligus lulus tes pelatihan militer saat ini menerima pembayaran bonus bebas pajak di luar gaji mereka.
Pembayaran bonus bebas pajak itu, menurut data yang dikutip dari pemerintah, diberikan kepada 46% reservist pada periode 2024/25.
Respons Labour: rekrutmen dan retensi dalam “krisis”
Menanggapi usulan tersebut, Menteri Pertahanan Luke Pollard menuduh Konservatif meninggalkan “rekrutmen dan retensi dalam krisis” setelah memimpin selama 14 tahun. Pollard menyatakan pemerintahan Labour sedang membangun ulang militer, termasuk dengan memperbesar ukuran strategic reserves dan memberi lebih banyak kesempatan agar cadangan dapat bekerja bersama rekan-rekan dari unit reguler.
Pollard juga menilai kebijakan Konservatif tidak cukup menjawab masalah mendasar yang dihadapi dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan kapasitas pasukan cadangan.
Di sisi lain, pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch mengatakan Labour sedang “ragu-ragu” (dithering), seraya menyoroti keputusan John Healey untuk mengundurkan diri sebagai menteri pertahanan. Badenoch mengaitkan pengunduran diri itu dengan kekhawatiran bahwa pendanaan rencana investasi pertahanan “jauh di bawah” kebutuhan untuk menjaga keamanan negara.
Badenoch kemudian mengaitkan pendanaan pertahanan dengan pemangkasan pos kesejahteraan, menyatakan bahwa untuk membiayai pertahanan, Inggris harus memangkas tagihan kesejahteraan. Ia menegaskan Konservatif akan memulihkan pembatasan tunjangan anak menjadi dua, lalu memakai uang yang dihemat untuk pertahanan.
Menurut Badenoch, Konservatif berkomitmen memberi reservist pemotongan pajak guna mendukung kekuatan militer agar tetap melindungi negara sekaligus memastikan kemampuan memperkuat cadangan hingga 50.000.
Komparasi dengan sekutu NATO dan orientasi pada kekuatan profesional
Cartlidge juga menyoroti langkah sekutu NATO yang disebut sedang meningkatkan cadangan mereka untuk “menghadapi dunia yang lebih berbahaya.” Ia mengatakan, Inggris juga harus melakukan hal yang sama, tetapi menekankan bahwa sementara negara lain menggunakan wajib militer, Inggris tetap berkomitmen pada angkatan bersenjata profesional berbasis relawan.
Dalam kerangka itu, Cartlidge menegaskan kebutuhan untuk membuat layanan reservist bernilai secara finansial, sehingga lebih menarik dan lebih realistis untuk dijalankan oleh masyarakat yang bekerja.
Perkiraan biaya dan kaitannya dengan Strategic Defence Review
Konservatif menyatakan penerapan kebijakan mereka akan menelan biaya sekitar ÂŁ44 juta pada tahun pertama, dengan angka yang meningkat sepanjang masa parlemen lima tahun. Setelah jumlah reservist mencapai 50.000, partai memperkirakan biaya kebijakan mencapai sekitar ÂŁ152 juta per tahun.
Partai menyebut biaya terbesar akan berkaitan dengan pembayaran kepada lebih banyak reservist, serta reservist yang sudah ada namun harus menjalani hari dinas lebih banyak. Di antara komponen biaya tersebut, insentif bebas pajak diperkirakan menelan sekitar ÂŁ20 juta per tahun.
Dalam konteks yang lebih luas, Strategic Defence Review (SDR) tahun lalu menggambarkan pergeseran menuju “warfighting readiness” untuk mencegah ancaman. SDR itu juga menekankan komitmen pengeluaran miliaran pound tambahan untuk amunisi, pesawat tempur cepat generasi berikutnya, drone, dan kapal selam serang baru.
SDR juga mengantisipasi bahwa akan menjadi “perlu” untuk meningkatkan active reserve forces Inggris sedikitnya 20% ketika pendanaan memungkinkan, yang paling mungkin terjadi pada dekade 2030-an.
Lebih jauh, SDR menambahkan bahwa pertahanan harus memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara jauh lebih baik, termasuk lewat peningkatan rekrutmen dan retensi. Dokumen itu juga menyebut sambutan terhadap sejumlah pekerjaan yang tengah dilakukan oleh Kementerian Pertahanan.
Dengan demikian, usulan pemotongan pajak bagi reservist ini tidak hanya diposisikan sebagai insentif finansial, tetapi juga sebagai cara untuk mendukung target peningkatan jumlah pasukan cadangan sekaligus merespons perdebatan politik mengenai arah dan prioritas kebijakan pertahanan Inggris.






