jurnalistik.co.id – Presiden Prabowo Subianto menerima suvenir berupa model kapal perang Mikasa dari Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman pribadi Presiden di Kertanegara IV, Jakarta, pada Jumat (12/6/2026) malam.
Dalam pertemuan tersebut, Koizumi menyampaikan bahwa suvenir itu merupakan model kapal perang Mikasa dari Yokosuka, kota asalnya di Jepang.
Koizumi menuturkan pemberian itu sebagai bentuk oleh-oleh saat bertemu Prabowo di Indonesia. Hal tersebut disampaikan melalui akun X miliknya, @shinjirokoiz, pada Sabtu (13/6/2026).
Ia menulis, “Saat bertemu di kediaman pribadi Presiden Prabowo di Indonesia, saya membawa model kapal perang Mikasa dari Yokosuka, kampung halaman saya, sebagai oleh-oleh,” tulis Koizumi.
Menurut Koizumi, Presiden Prabowo menyambut baik pemberian suvenir tersebut. Ia juga menyinggung latar belakang Prabowo yang memiliki pengalaman militer serta pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Apresiasi untuk Universitas Pertahanan Yokosuka
Koizumi juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden Prabowo terhadap Universitas Pertahanan di Yokosuka. Ia menyebut Prabowo berperan dalam mendorong pengiriman mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di universitas tersebut.
Atas permintaannya, Presiden Prabowo turut mengundang sejumlah lulusan Universitas Pertahanan Yokosuka dalam pertemuan itu, termasuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Koizumi menyampaikan, “Saya berterima kasih atas perhatian khusus Presiden terhadap universitas pertahanan tersebut,” ujar Koizumi.
Selain pembahasan terkait universitas, Koizumi menyampaikan bahwa dirinya bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sepakat menindaklanjuti hasil pembahasan yang telah dilakukan bersama Presiden Prabowo. Mereka juga akan melaporkan perkembangan berikutnya.
Koizumi menilai kunjungan kerja sehari ke Indonesia menghasilkan sejumlah capaian yang dapat memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Ia menyampaikan hal itu dalam pernyataan setelah pertemuan.
Meskipun perjalanan dinas sehari ke Indonesia, kata Koizumi, mereka meraih hasil yang diharapkan memperkuat hubungan Jepang-Indonesia di masa depan. Ia menyampaikan, “Meskipun perjalanan dinas sehari ke Indonesia, kami berhasil meraih hasil yang akan memperkuat hubungan Jepang-Indonesia di masa depan. Presiden Prabowo, terima kasih banyak,” katanya.
Jamuan makan malam dan peran jalur pelayaran
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menjamu Koizumi dalam makan malam di Kertanegara IV, Jakarta. Jamuan tersebut turut dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Pertemuan dan jamuan tersebut juga dihadiri anggota parlemen Jepang dan perwakilan kalangan ekonomi.
Koizumi menyoroti posisi strategis Indonesia yang memiliki jalur pelayaran penting, seperti Selat Malaka dan Selat Lombok. Ia menekankan bahwa keamanan maritim dan pengamanan jalur laut merupakan isu penting.
Menurut Koizumi, isu tersebut tidak hanya berkaitan dengan Jepang dan Indonesia, tetapi juga kawasan yang lebih luas. Ia berharap kerja sama kedua negara dapat terus diperkuat untuk mendukung stabilitas dan kemakmuran kawasan maupun dunia.
Ia menyampaikan pandangannya dalam kalimat, “Saya merasa kunjungan kali ini menjadi pendorong agar Jepang dan Indonesia dapat semakin memperdalam kerja sama demi stabilitas dan kemakmuran kawasan serta dunia. Terima kasih kepada Presiden Prabowo beserta seluruh rakyat Indonesia,” ujar Koizumi.
Pertemuan Menhan Jepang dengan Presiden Prabowo juga menjadi penanda adanya pembahasan lanjutan terkait capaian yang dibicarakan. Koizumi menyatakan kesepakatan untuk menindaklanjuti hasil pembahasan tersebut melalui koordinasi dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Dengan rangkaian pertemuan dan jamuan makan malam di Kertanegara IV, Koizumi menyampaikan bahwa kunjungan dinasnya menghasilkan sejumlah capaian untuk memperkuat hubungan Jepang-Indonesia, baik dari sisi kerja sama pertahanan maupun perhatian pada aspek keamanan maritim di kawasan.












