Pendidikan

Koramil 1313-02/Marisa Gelar Sosialisasi Bela Negara di TK Bhayangkara Desa Palopo

3
×

Koramil 1313-02/Marisa Gelar Sosialisasi Bela Negara di TK Bhayangkara Desa Palopo

Sebarkan artikel ini
Guru dan tentara berbicara di depan kelas saat siswa duduk mendengarkan
Koramil 1313-02/Marisa Gelar Sosialisasi Bela Negara di TK Bhayangkara Desa Palopo

jurnalistik.co.id – Di Desa Palopo, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, personel Koramil 1313-02/Marisa melaksanakan Sosialisasi Bela Negara kepada siswa-siswi TK Bhayangkara, Rabu (03/06/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA itu berlangsung dengan antusias, baik dari para guru maupun peserta didik.

Sosialisasi ini digelar dalam rangka menanamkan nilai-nilai cinta tanah air sejak usia dini. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan usia anak-anak, sehingga mudah diterima dan dipahami oleh para siswa di lingkungan taman kanak-kanak.

Dalam penyampaian materi, personel Koramil memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, semangat gotong royong, rasa cinta terhadap tanah air, serta pentingnya menghormati orang tua dan guru. Seluruh materi tersebut disampaikan dengan pendekatan yang sederhana agar sesuai dengan karakter peserta didik TK.

Pendekatan edukatif untuk anak usia dini

Selain penyampaian materi utama, kegiatan juga diisi dengan sesi interaktif yang melibatkan para siswa secara langsung. Suasana belajar dibuat ringan dan menyenangkan agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan semangat.

Kegiatan interaktif itu turut dilengkapi permainan edukatif dan sesi tanya jawab. Pola tersebut dipakai untuk menumbuhkan semangat belajar sekaligus membangun karakter positif pada anak-anak sejak dini.

Melalui kegiatan seperti ini, personel Koramil tidak hanya menyampaikan pesan tentang bela negara, tetapi juga menghadirkan metode pembelajaran yang lebih dekat dengan dunia anak. Dengan cara ini, nilai-nilai dasar kebangsaan dapat dikenalkan sejak awal tanpa membuat suasana belajar terasa berat.

Danramil 1313-02/Marisa menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam membangun karakter generasi muda. Menurutnya, pembinaan sejak dini penting agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.

Ia juga menegaskan harapan agar generasi muda kelak menjadi penerus bangsa yang berakhlak baik. Pesan itu menjadi bagian penting dari kegiatan sosial yang diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan itu dan mengapresiasi kehadiran personel Koramil yang telah memberikan edukasi serta motivasi kepada para siswa. Menurut pihak sekolah, penyampaian yang dilakukan dengan cara menyenangkan dan mudah dipahami membuat anak-anak lebih mudah menerima pesan yang disampaikan.

Kehadiran personel Koramil di TK Bhayangkara Desa Palopo juga menjadi bentuk kedekatan antara aparat dan dunia pendidikan. Dalam kegiatan tersebut, suasana kebersamaan terlihat jelas ketika para siswa mengikuti rangkaian acara dengan antusias dari awal hingga akhir.

Kegiatan Sosialisasi Bela Negara di TK Bhayangkara Desa Palopo berakhir pada pukul 09.44 WITA. Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian berjalan dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Dengan pola penyampaian yang ramah anak, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa materi kebangsaan dapat diperkenalkan melalui cara yang sederhana dan tidak kaku. Di usia taman kanak-kanak, pendekatan seperti ini dinilai lebih efektif karena anak-anak lebih mudah menyerap pesan ketika disampaikan lewat interaksi, permainan, dan contoh perilaku sehari-hari yang dekat dengan mereka.

Pelaksanaan sosialisasi tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara aparat dan lingkungan pendidikan dalam membangun dasar karakter peserta didik. Nilai kedisiplinan, hormat kepada orang tua dan guru, serta semangat kebersamaan menjadi bagian yang bisa ditanamkan sejak awal agar anak-anak memiliki kebiasaan baik yang terbawa hingga ke jenjang pendidikan berikutnya.

Di sisi lain, kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan penuh antusias ini menegaskan bahwa pembinaan karakter tidak selalu harus dilakukan melalui metode formal yang berat. Melalui interaksi langsung seperti ini, pesan tentang cinta tanah air dan tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa dapat disampaikan dengan cara yang lebih hangat, akrab, dan mudah dipahami oleh anak-anak.