Hukum & Kriminal

Lat Pra Ops Operasi Patuh Otanaha 2026 Digelar, Personel Dimantapkan di Lapangan

0
×

Lat Pra Ops Operasi Patuh Otanaha 2026 Digelar, Personel Dimantapkan di Lapangan

Sebarkan artikel ini
Lat Pra Ops Operasi Patuh Otanaha 2026 Digelar, Mantapkan Kesiapan Personel di Lapangan
Ilustrasi: Lat Pra Ops Operasi Patuh Otanaha 2026 Digelar, Mantapkan Kesiapan Personel di Lapangan

jurnalistik.co.id – Polda Gorontalo menggelar Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Patuh Otanaha 2026 sebagai langkah memantapkan kesiapan personel yang akan terlibat dalam pelaksanaan operasi kepolisian bidang lalu lintas.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (04/06/2026) dan diikuti seluruh personel yang tergabung dalam satuan tugas Operasi Patuh Otanaha 2026.

Lat Pra Ops dilakukan sebagai pembekalan bagi personel terkait sasaran operasi, strategi pelaksanaan tugas, serta prosedur bertindak di lapangan. Dengan demikian, rangkaian operasi diharapkan dapat berjalan secara efektif, profesional, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Operasi Patuh Otanaha 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 8 hingga 21 Juni 2026 secara serentak. Dalam pelaksanaannya, fokus tidak hanya pada penindakan, melainkan juga pada peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas melalui kombinasi kegiatan edukasi, pencegahan, serta penegakan hukum.

Polda Gorontalo menyebutkan bahwa upaya tersebut didukung pemanfaatan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Kehadiran ETLE menjadi bagian dari pendekatan operasi untuk memperkuat proses pengawasan dan penegakan di bidang lalu lintas.

Karo Ops Polda Gorontalo, Pramono Jati, menyampaikan bahwa Lat Pra Ops menjadi bagian penting dalam menyatukan pemahaman dan pola tindak seluruh personel sebelum pelaksanaan operasi dimulai. Menurutnya, seluruh personel perlu mampu melaksanakan tugas dengan sikap humanis, profesional, dan proporsional pada setiap tindakan kepolisian di lapangan.

Pramono Jati juga mengingatkan agar personel menghindari tindakan yang dapat merugikan institusi maupun menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Penekanan ini dimaksudkan agar pelaksanaan operasi berjalan tertib, terukur, serta menjaga wibawa dan kredibilitas aparat dalam setiap interaksi dengan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Karo Ops menegaskan bahwa Operasi Patuh Otanaha 2026 tidak hanya menitikberatkan pada penindakan pelanggaran. “Operasi Patuh Otanaha 2026 tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran lalu lintas, tetapi juga mengedepankan edukasi dan upaya preventif guna membangun kesadaran masyarakat agar semakin disiplin dalam berlalu lintas,” ungkapnya.

Selain itu, Pramono Jati menegaskan bahwa keberhasilan operasi tidak semata-mata dinilai dari banyaknya pelanggaran yang ditindak. Ukuran keberhasilan juga dilihat dari meningkatnya budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat, serta menurunnya angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.

Melalui Lat Pra Ops ini, Polda Gorontalo berharap seluruh personel memiliki kesiapan yang optimal untuk mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Otanaha 2026. Harapannya, operasi dapat berjalan dengan aman, lancar, dan memberikan dampak positif bagi keselamatan berlalu lintas di wilayah Provinsi Gorontalo.

Dalam latihan pra operasi ini, personel dipersiapkan dengan pemantapan materi yang berkaitan dengan sasaran pelaksanaan serta cara kerja di lapangan. Pembekalan tersebut juga diarahkan agar setiap anggota memiliki pemahaman yang sama mengenai arah operasi, sehingga tindakan yang dilakukan memiliki keteraturan dan standar yang jelas.

Penegasan sikap dan perilaku personel menjadi perhatian utama. Apresiasi terhadap masyarakat perlu diwujudkan melalui pendekatan yang humanis, sekaligus menjaga profesionalitas dalam setiap langkah tugas. Dengan cara itu, interaksi aparat dengan pengguna jalan diharapkan tetap terjaga, tidak merugikan, serta tidak memunculkan penilaian negatif terhadap kinerja Polri.

Selaras dengan tujuan tersebut, Operasi Patuh Otanaha 2026 juga menggabungkan unsur edukasi dan upaya pencegahan. Pendekatan preventif ini dipadukan dengan penegakan hukum, agar masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai aturan lalu lintas dan terdorong untuk meningkatkan kepatuhan secara sukarela.

Untuk memperkuat proses pengawasan dan penegakan, Polda Gorontalo memanfaatkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Kehadiran teknologi tersebut diharapkan membantu memastikan pengawasan berjalan lebih terarah, sekaligus mendukung pelaksanaan operasi agar tetap tertib, terukur, serta sejalan dengan ketentuan yang berlaku.