Daerah

Listrik Aceh Padam Lagi Dua Hari Usai Blackout, Jelang Meugang Idul Adha

0
×

Listrik Aceh Padam Lagi Dua Hari Usai Blackout, Jelang Meugang Idul Adha

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Baru 2 Hari Menyala Usai Blackout, Listrik Aceh Padam Lagi Jelang Meugang Idul Adha

jurnalistik.co.id – ACEH BARAT DAYA — Kondisi kelistrikan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali mengalami pemadaman pada Senin (25/5/2026) malam, hanya dua hari setelah listrik sempat menyala usai blackout. Gangguan ini terjadi saat warga mulai beraktivitas di malam hari, sekaligus menjelang momentum meugang Idul Adha.

Pemadaman dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.12 WIB. Di Kota Blangpidie, warga tampak keluar rumah untuk memastikan kondisi sekitar setelah listrik padam mendadak.

Situasi di jalanan juga ikut berubah. Arus lalu lintas kendaraan roda dua dan roda empat terlihat meningkat, seiring warga yang mencari alternatif penerangan atau ingin mengetahui kondisi di luar rumah masing-masing.

“Baru dua hari hidup, sekarang sudah mati lagi listriknya. Kami berharap kondisi ini segera teratasi, apalagi besok hari meugang Idul Adha,” kata Darwis, salah seorang warga Blangpidie.

Pemadaman tidak hanya dirasakan di Abdya. Kondisi serupa juga terjadi di Kota Banda Aceh, Aceh Besar, hingga sejumlah daerah di Timur, Tengah, dan Barat Selatan Aceh yang ikut gelap gulita.

Gangguan listrik itu diduga dipicu masalah pada jaringan transmisi utama. SUTT 150 kV Pangkalan Brandan–Langsa 1 dan 2 dilaporkan mengalami trip.

Akibat gangguan tersebut, Subsistem Sumatera Utara (Sumut) terpisah dari sistem kelistrikan Aceh. Pemisahan sistem ini berdampak langsung pada kestabilan pasokan listrik di wilayah Aceh, termasuk Abdya.

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyebut sistem kelistrikan di Aceh saat ini memang belum sepenuhnya stabil. Kondisi itu membuat jaringan distribusi ke pelanggan di sejumlah daerah ikut padam.

“Saat ini sistem kelistrikan Aceh belum stabil, yang berdampak pada jaringan distribusi ke pelanggan di sejumlah daerah padam,” kata Manajer Komunikasi & TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim di Banda Aceh.

Menurut dia, proses pemulihan masih berlangsung. Karena itu, gangguan pada distribusi listrik masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah selama sistem belum kembali normal sepenuhnya.

Untuk mempercepat penanganan, PLN mengoptimalkan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) agar beban kelistrikan tetap tertopang. Selain itu, PLN juga menurunkan tim siaga yang bekerja selama 24 jam penuh di lapangan.

“Kami berkomitmen untuk melakukan upaya semaksimal mungkin dengan menerjunkan tim siaga yang dikerahkan 24 jam penuh di lapangan agar sistem kelistrikan dapat segera pulih sepenuhnya,” ujarnya.

Di tengah kondisi yang belum stabil itu, warga Abdya dan wilayah lain di Aceh kembali menghadapi situasi yang mengganggu aktivitas malam hari. Harapan masyarakat kini tertuju pada pemulihan sistem agar pasokan listrik bisa kembali normal, terutama menjelang perayaan Idul Adha.

Berulangnya padam listrik dalam waktu singkat membuat kekhawatiran warga kembali menguat. Bagi masyarakat yang sedang bersiap menyambut meugang Idul Adha, situasi ini bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut kelancaran aktivitas rumah tangga yang sangat bergantung pada pasokan listrik di malam hari.

Di sejumlah titik, kondisi gelap juga memaksa warga lebih waspada saat berada di luar rumah. Perubahan suasana di jalanan menunjukkan bagaimana gangguan listrik langsung berdampak pada ritme aktivitas masyarakat, terutama ketika sebagian warga masih berupaya menyesuaikan diri dengan kondisi pasca-blackout sebelumnya.

Sampai pemulihan benar-benar tuntas, harapan terbesar warga Abdya dan daerah lain di Aceh adalah kepastian bahwa pasokan listrik bisa kembali stabil. Masyarakat menunggu langkah penanganan PLN membuahkan hasil agar gangguan serupa tidak terus berulang, terlebih pada saat kebutuhan penerangan dan kesiapan menjelang hari besar keagamaan sedang meningkat.