jurnalistik.co.id – Polisi menyebut lokasi ledakan bom di Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, sudah steril dan aman. Sebelumnya, kepolisian terus melakukan sterilisasi lokasi untuk mengamankan kemungkinan adanya bahan peledak lain.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengatakan progres sterilisasi di lokasi ledakan bom atau area ring satu yang sebelumnya dilaporkan mencapai 75 persen kini sudah 100 persen. Dengan kondisi tersebut, pihak kepolisian mengalihkan fokus pada pencarian korban hilang serta penanganan serpihan proyektil akibat ledakan.
“Untuk lokasi ledakan sudah hijau atau 100 persen steril, sehingga kita akan maksimalkan pencarian terhadap korban hilang maupun terhadap serpihan proyektil akibat ledakan,” ujar Ari, Sabtu (6/6/2026).
Setelah sterilisasi dinyatakan selesai, polisi akan melanjutkan dengan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah itu dilakukan untuk menyelidiki penyebab ledakan bom di Biak Numfor.
“Kita juga akan segera melakukan olah TKP untuk mengungkap penyebab ledakan yang menyebabkan kerugian materil dan korban jiwa,” tandasnya.
Dalam proses pencarian di lokasi pada Jumat, tim Labfor Polda Papua menemukan sejumlah temuan yang diduga berkaitan dengan ledakan. Ari menyampaikan bahwa tim Labfor menemukan 21 serpihan logam, beserta mata gergaji dan gerinda, pada radius 50 meter dari dugaan sumber ledakan.
“Adapun Tim Labfor menemukan 21 serpihan logam, beserta mata gergaji, gerinda ditemukan pada radius 50 meter dari dugaan sumber ledakan,” kata Ari.
Selain temuan material, tim gabungan juga menemukan dokumen pribadi yang tercecer di sekitar lokasi kejadian. Menurut Ari, salah satu temuan penting adalah selembar dokumen identitas kependudukan berupa Kartu Keluarga atas nama Luther Raubaba.
“Tim juga menemukan satu Kartu Keluarga atas nama Luther Raubaba,” imbuh Ari.
Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi petunjuk awal bagi kepolisian untuk mencocokkan data korban hilang dengan pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota pasca-insiden ledakan maut. Fokus pencocokan data juga menjadi bagian dari proses pencarian yang masih berlangsung.
Dalam pencarian tiga korban hilang pada Jumat, tim gabungan kembali menemukan temuan baru berupa potongan bagian tubuh. Ari menyebut tim Basarnas menemukan 17 potongan bagian tubuh dan seluruhnya dibawa ke RSUD Biak untuk diidentifikasi oleh tim DVI Polda Papua.
“Pada pencarian yang dilakukan tim Basarnas menemukan 17 potongan bagian tubuh dan sudah dibawa ke RSUD Biak untuk diidentifikasi oleh tim DVI Polda Papua,” tukas Kapolres.
Secara keseluruhan, berdasarkan data kepolisian selama enam hari operasi pencarian, sudah ada 85 potongan tubuh yang diduga milik korban hilang ditemukan oleh tim gabungan. Seluruh potongan tubuh tersebut telah diamankan di ruang jenazah RSUD Biak untuk proses lanjutan identifikasi.
Dengan sterilisasi yang telah dinyatakan selesai, penyelidikan diarahkan agar bukti-bukti lapangan tidak terlewat. Selain mengamankan serpihan yang diduga berkaitan dengan ledakan, polisi juga tetap memastikan area yang sebelumnya berada dalam ring pencarian tetap terkendali sambil menunggu rangkaian proses lanjutan forensik berjalan. Perhatian kemudian difokuskan pada upaya menemukan sisa petunjuk yang mungkin masih berada di sekitar titik kejadian.
Dalam rangkaian operasi pencarian yang berlangsung, tim gabungan juga terus mengintegrasikan temuan dari berbagai unsur. Temuan material berupa serpihan logam serta peralatan yang ditemukan dalam radius yang ditetapkan ikut dipakai untuk mendukung olah TKP, sementara temuan dokumen identitas diarahkan untuk memperkuat pencocokan data korban hilang dengan pihak keluarga. Pada saat yang sama, potongan bagian tubuh yang terkumpul diamankan di RSUD Biak agar dapat diidentifikasi lebih lanjut oleh tim DVI Polda Papua.
AKBP Ari Trestiawan menyebutkan bahwa selama enam hari operasi, jumlah potongan tubuh yang diduga milik korban hilang telah mencapai 85 potongan. Seluruhnya berada dalam pengelolaan di ruang jenazah RSUD Biak sebagai bagian dari tahapan identifikasi lanjutan. Dengan penanganan bertahap tersebut, polisi berharap hasil olah forensik dan pencocokan data dapat memperjelas identitas korban sekaligus mendukung penelusuran penyebab ledakan secara menyeluruh.












