Politik & Parlemen

Mahfud MD Jelaskan Alasan Masih Rajin Bersuara: Indonesia Milik Semua Rakyat

×

Mahfud MD Jelaskan Alasan Masih Rajin Bersuara: Indonesia Milik Semua Rakyat

Sebarkan artikel ini
Mahfud MD Ungkap Alasan Masih Rajin Bersuara: Indonesia Milik Semua Rakyat News 16 Juni 2026
Ilustrasi: Mahfud MD Ungkap Alasan Masih Rajin Bersuara: Indonesia Milik Semua Rakyat

jurnalistik.co.id – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa Indonesia bukan milik individu, kelompok tertentu, atau partai politik, melainkan milik seluruh rakyat. Pernyataan itu ia sampaikan saat menjawab pertanyaan mengenai alasan dirinya masih aktif menyuarakan pandangan dan mengkritik sejumlah kebijakan meski tidak lagi menjabat di pemerintahan.

Mahfud menjelaskan, keterpanggilan untuk terus berbicara dan mengingatkan tidak lepas dari pandangannya tentang kedudukan negara. Ia menekankan bahwa hubungan warga dengan Indonesia bukan urusan kepemilikan, melainkan soal tanggung jawab bersama.

“Karena Indonesia bukan milik orang per orang, bukan milik kelompok, bukan milik partai, tapi milik seluruh rakyat yang kemudian saling berbagi tugas untuk menikmati kebaikan dan menjaga kebaikan itu,” kata Mahfud, dikutip dari tayangan YouTube Gaspol Kompas.com, Selasa (16/6/2026).

Menurut Mahfud, meskipun ia tidak lagi berada dalam posisi pemerintahan, ia tetap merasa perlu menyampaikan kritik dan perhatian terhadap kebijakan yang dinilai belum berjalan sebagaimana semestinya. Ia juga menegaskan bahwa ia tidak menyatakan adanya keresahan terhadap situasi yang tengah berlangsung.

Meski demikian, ia menyatakan tetap terpanggil untuk menjalani Tanah Air agar kondisi bangsa ini tetap baik bagi warga negaranya. Dorongan itu, menurutnya, muncul karena ia merasakan langsung berbagai kebaikan yang diberikan negara sepanjang perjalanan hidupnya dan kariernya.

Mahfud juga mengaitkan keterpanggilannya dengan pengalaman yang ia terima dari kesempatan-kesempatan yang dibuka negara. Ia menyebut pendidikan sebagai salah satu bentuk manfaat yang paling ia rasakan selama hidupnya.

Ia menuturkan bahwa saat masih muda, dirinya tidak pernah membayangkan bisa berkarier di Jakarta, apalagi berkeliling dunia. Ia menggarisbawahi bahwa peluang tersebut datang karena Indonesia menyediakan pintu-pintu kesempatan.

“Itu kan karena Indonesia punya pintu-pintu kebaikan. Nah kita akan terus bekerja pintu kebaikan semakin banyak, agar kita semua menikmati kebaikan Indonesia ini,” jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Mahfud mengembangkan gagasan bahwa semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati kebaikan, maka perlu ada upaya yang juga kembali menjaga dan memperbaiki kondisi bangsa. Baginya, kerja untuk memperbanyak pintu kebaikan tidak berhenti pada penerimaan kesempatan, tetapi berlanjut pada kontribusi.

Mahfud kemudian menyampaikan bahwa dari pengalamannya, ia merasa memiliki utang moral kepada bangsa. Ia menganggap kesempatan yang ia peroleh selama ini merupakan bagian dari proses yang membuka jalan baginya untuk menjadi maju, sehingga ia merasa perlu membalasnya dengan menjaga serta memperbaiki Indonesia.

“Jadi kita terpanggil. Saya terpanggil untuk membayar utang kepada bangsa ini yang telah ikut membuka pintu kepada saya menjadi maju,” tegas dia.

Ia juga mengajak agar semua elemen masyarakat terus menjaga berbagai hal baik yang telah dimiliki Indonesia. Baginya, peran itu tidak hanya milik pihak tertentu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama untuk menghadirkan perbaikan atas persoalan yang masih ada.

Dengan posisi yang kini sudah berada di luar jabatan pemerintahan, Mahfud menyatakan bahwa keterlibatan dalam menyuarakan pandangan dan kritik tetap relevan. Ia memandang suara warga dan upaya memperbaiki persoalan publik sebagai bagian dari cara menjaga kebaikan yang semestinya terus berjalan.

Pada akhirnya, inti pesan Mahfud berkisar pada gagasan bahwa Indonesia adalah milik seluruh rakyat, sehingga semua pihak terpanggil untuk saling berbagi tugas. Ia menempatkan pengalaman pribadi sebagai landasan bahwa kesempatan dari negara layak dibayar kembali melalui kontribusi untuk menjaga dan memperbaiki Tanah Air.