jurnalistik.co.id – Pusiknas Bareskrim Polri menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) sekaligus Sosialisasi Aplikasi EMP untuk meningkatkan akurasi data kriminal di lingkungan Polri.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 11 Juni 2026, bertempat di Puri Agung Ballroom, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, dan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh Polda se-Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, Pusiknas Bareskrim Polri menekankan pentingnya pengukuran dan penyelarasan data kriminal, termasuk Crime Clearance (CC) dan Crime Total (CT), serta pelayanan SP2HP Online.
Selain itu, kegiatan juga diarahkan untuk menjaga kesegaran data dan mengukur tindak lanjut pelaksanaan petunjuk serta arahan penggunaan Aplikasi EMP oleh Penyidik dan Penyidik Pembantu di seluruh jajaran Polda.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Gorontalo ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Polda Gorontalo diwakili oleh AKBP Sahrul, S.H. sebagai peserta pada Monev dan Sosialisasi Aplikasi EMP.
Polda Gorontalo juga memperoleh capaian pada kegiatan ini. Polda Gorontalo berhasil meraih Juara II dalam kategori penggunaan Aplikasi EMP tingkat Polda jajaran se-Indonesia.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo, Kombes Pol. Teddy Rachesna, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa Monitoring dan Evaluasi serta Sosialisasi Aplikasi EMP merupakan langkah penting untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya.
“Kami menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini sebagai sarana peningkatan kapasitas personel serta penyamaan persepsi dalam penggunaan Aplikasi EMP. Diharapkan seluruh personel penyidik dan penyidik pembantu dapat mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi tersebut guna mendukung akurasi data kriminal dan efektivitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Dirreskrimum Polda Gorontalo.
Menurut arahan yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan, penguatan penggunaan Aplikasi EMP diharapkan turut berdampak pada kualitas data yang diinput dan kemampuan satuan kerja dalam mengoperasikan sistem secara konsisten.
Melalui forum Monev dan Sosialisasi ini, seluruh pihak diarahkan untuk semakin memahami mekanisme penggunaan Aplikasi EMP, termasuk bagaimana memastikan akurasi data kriminal yang digunakan untuk pelaksanaan pengukuran pada Crime Clearance (CC) dan Crime Total (CT).
Perhatian juga diberikan pada layanan SP2HP Online, agar pelayanan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan pengelolaan data serta perhitungan yang menjadi bagian dari indikator dalam sistem.
Dalam konteks pengelolaan data, kegiatan ini menekankan pentingnya menjaga kesegaran data. Dengan demikian, informasi yang digunakan dalam proses administrasi dan penanganan perkara tetap berada pada kondisi yang relevan dan sesuai dengan pembaruan yang dibutuhkan.
Sementara itu, proses evaluasi turut menyoroti tindak lanjut pelaksanaan petunjuk dan arahan penggunaan Aplikasi EMP oleh Penyidik dan Penyidik Pembantu di seluruh jajaran Polda.
Harapannya, evaluasi tersebut dapat menjadi dasar perbaikan dan penyelarasan praktik kerja, sehingga pemanfaatan aplikasi tidak hanya berjalan, tetapi juga menghasilkan kualitas output data yang lebih baik.
Dalam kesempatan yang sama, ditekankan pula bahwa penyamaan persepsi dalam penggunaan Aplikasi EMP menjadi kunci agar setiap unsur yang terlibat memiliki pemahaman yang searah terhadap prosedur dan tata kelola sistem.
Dengan arah yang telah disampaikan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat integrasi sistem informasi kriminal di lingkungan Polri. Hal itu disampaikan sebagai upaya agar data dan layanan yang terkait dapat saling mendukung dalam proses operasional.
Secara keseluruhan, Pusiknas Bareskrim Polri berharap kegiatan Monev dan Sosialisasi Aplikasi EMP mampu mendorong seluruh satuan kerja untuk semakin memahami mekanisme penggunaan aplikasi, meningkatkan kualitas input data, serta memperkuat integrasi sistem informasi kriminal.
Capaian Juara II yang diraih Polda Gorontalo dalam kategori penggunaan Aplikasi EMP tingkat Polda se-Indonesia menjadi salah satu penegasan terhadap upaya perbaikan yang dilakukan di lingkungan Ditreskrimum Polda Gorontalo.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga ruang penyamaan langkah agar pemanfaatan Aplikasi EMP dapat dioptimalkan secara berkelanjutan untuk mendukung akurasi data kriminal dan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.












