Internasional

Hampir Final! Peluang Kesepakatan Damai AS-Iran Tembus 85 Persen

0
×

Hampir Final! Peluang Kesepakatan Damai AS-Iran Tembus 85 Persen

Sebarkan artikel ini
Hampir Final! Peluang Kesepakatan Damai AS-Iran Capai 85 Persen Global 13 Juni 2026
Ilustrasi: Hampir Final! Peluang Kesepakatan Damai AS-Iran Capai 85 Persen

jurnalistik.co.id – Pemerintah Amerika Serikat menyatakan optimisme tinggi terkait rencana penandatanganan kesepakatan damai dengan Iran yang diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat. Seorang pejabat senior AS menyebut tingkat keyakinan atas perjanjian tersebut telah mencapai 80 hingga 85 persen.

Pejabat senior itu menyampaikan gambaran tersebut dalam laporan CBS News pada Jumat (12/6/2026). Ia juga menegaskan bahwa proses menuju penandatanganan belum sepenuhnya final.

Menurut pejabat yang berbicara dengan syarat anonim, pihaknya memperkirakan kesepakatan akan ditandatangani dalam beberapa hari ke depan. Ia menambahkan bahwa ia tidak dapat memberikan tanggal pastinya.

Pejabat tersebut juga menggambarkan bahwa prospek keberhasilan negosiasi menunjukkan grafik positif dalam hitungan jam. Ia mengatakan bahwa bila sebelumnya harus menyebut tingkat keyakinan, kemungkinan ia akan menyatakan angka 75 persen.

Namun, ia menilai kini peluangnya lebih dekat ke kisaran 80 hingga 85 persen. Meski demikian, ia menegaskan hal tersebut masih “belum 100 persen”.

Dalam kesempatan yang sama, ia menyatakan bahwa posisi Presiden AS Donald Trump dalam mengawal kesepakatan ini dinilai sudah sangat solid. “Saya merasa sangat baik dengan kesepakatan ini. Saya pikir presiden telah berada di posisi yang sangat baik,” ujar pejabat tersebut.

Pejabat itu menyebut fokus saat ini adalah menyelesaikan tahapan akhir dari proses negosiasi yang panjang. “Kami belum benar-benar berada di garis finis, tetapi kami sudah sangat dekat,” katanya.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah mencapai draf final yang disepakati dalam perjanjian damai tersebut. Melalui unggahan di platform X pada Jumat malam, Sharif menyatakan Pakistan terus mengawal proses.

Sharif menyampaikan bahwa “teks final yang disepakati dari kesepakatan damai telah tercapai”, dan Pakistan kini bekerja sama erat dengan kedua belah pihak untuk memfinalisasi langkah-langkah berikutnya. Dengan demikian, optimisme AS mengenai waktu penandatanganan diikuti oleh konfirmasi perkembangan dokumen final dari Pakistan, meski penetapan proses masih belum digambarkan sebagai sepenuhnya berujung final di sisi AS.

Optimisme yang disampaikan pejabat senior AS itu berangkat dari dinamika yang berubah cepat menjelang tahap penandatanganan. Ia menilai, dalam beberapa jam terakhir, perkembangan negosiasi memberi sinyal yang lebih baik dibandingkan fase sebelumnya—ketika penilaiannya masih berada di kisaran yang lebih konservatif. Kendati demikian, ia tetap berhati-hati karena proses tersebut masih menyisakan bagian yang belum sepenuhnya diselesaikan.

Dalam penjelasannya, pejabat tersebut juga menekankan bahwa istilah “sudah sangat dekat” bukan berarti semua langkah sudah tuntas tanpa verifikasi lanjutan. Dengan kata lain, pihaknya melihat kemajuan yang nyata, tetapi masih ada kebutuhan untuk merampungkan tahapan akhir yang selama ini menjadi bagian dari negosiasi panjang. Karena itu, ia tidak memberikan kepastian tanggal, melainkan menyoroti kerangka waktu yang diperkirakan dalam hitungan hari.

Sikap Presiden Donald Trump, menurut pejabat itu, menjadi salah satu faktor yang memperkuat keyakinan internal. Ia menggambarkan bahwa pengawalan terhadap kesepakatan berada pada posisi yang solid, sehingga proses bisa bergerak mendekati garis akhir. Pernyataan tersebut selaras dengan narasi bahwa pihak AS terus mengupayakan penyelesaian dokumen dan langkah-langkah berikutnya, tanpa menganggap hasil sudah menjadi sesuatu yang pasti 100 persen.

Di sisi lain, konfirmasi dari Pakistan memperlihatkan adanya kemajuan pada materi yang disepakati. Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyebut teks final yang disepakati dalam perjanjian damai telah tercapai, serta Pakistan terus mengawal proses bersama kedua belah pihak. Penegasan mengenai draf final tersebut menambah konteks bahwa pekerjaan menuju implementasi langkah-langkah berikutnya sedang dilakukan, meskipun penggambaran di pihak AS tetap menempatkan proses finalisasi sebagai tahapan yang masih berjalan.