jurnalistik.co.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai Program Magang Nasional atau MagangHub dapat menjadi jalur rekrutmen yang lebih tepat bagi perusahaan. Menurutnya, program ini membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus memperbesar peluang peserta untuk diangkat sebagai karyawan tetap.
Penilaian tersebut disampaikan Yassierli saat meninjau pelaksanaan MagangHub di PT Adyawinsa Electrical and Power (AEP), Bekasi, Jawa Barat. Dalam kunjungan itu, Menaker berdialog dengan delapan alumni Program Magang Nasional yang kini sudah berstatus sebagai karyawan tetap setelah memenuhi standar kompetensi dan kebutuhan perusahaan.
Yassierli menjelaskan bahwa program magang memberi ruang bagi perusahaan untuk membina calon tenaga kerja sekaligus menilai kompetensinya sebelum mengambil keputusan rekrutmen. Dengan cara tersebut, proses seleksi tidak berhenti pada penilaian administratif semata.
Hal ini, kata Yassierli, sejalan dengan masukan dari pihak perusahaan. “Berdasarkan masukan dari manajemen perusahaan, Program Magang Nasional memberikan manfaat yang nyata,” kata Yassierli dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
Ia menambahkan, “Perusahaan memiliki kesempatan untuk membina, mendampingi, sekaligus menilai kompetensi calon tenaga kerja secara langsung sebelum memutuskan untuk merekrut mereka sebagai karyawan,” lanjutnya. Penilaian yang dilakukan secara langsung dinilai membantu perusahaan membaca kesiapan calon pekerja secara lebih utuh.
Yassierli juga menekankan bahwa pembelajaran di lingkungan kerja membuat evaluasi kemampuan teknis dan kesiapan peserta dapat dilakukan bersamaan dengan proses pendampingan. “Program Magang Nasional memberikan kepastian yang lebih baik bagi perusahaan dalam memperoleh talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ungkap dia.
Di bagian lain, Menaker menyebut model program tersebut sebagai bentuk talent acquisition yang lebih efektif karena terdapat keselarasan antara proses belajar dan penilaian. “Ini menjadi bentuk talent acquisition yang lebih efektif karena proses pembelajaran dan penilaian berlangsung secara bersamaan,” katanya.
Berita Terkait
Selain manfaat bagi perusahaan, Program Magang Nasional juga dinilai memberi keuntungan bagi lulusan baru. Peserta, terutama alumni perguruan tinggi yang belum memiliki pengalaman kerja, mendapatkan pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi.
Yassierli menegaskan, kesempatan tersebut sekaligus memperbesar peluang peserta untuk direkrut menjadi karyawan tetap. Menurutnya, tingginya penyerapan alumni magang menunjukkan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang selaras dengan kebutuhan industri.
“Kami ingin Program Magang Nasional menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan industri akan tenaga kerja yang kompeten dengan talenta talenta muda Indonesia yang siap berkembang,” kata dia. “Dengan demikian, produktivitas perusahaan meningkat, sementara lulusan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan yang layak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menaker memandang keterlibatan perusahaan dalam program magang membuat penilaian terhadap calon tenaga kerja menjadi lebih terarah. Perusahaan dapat melihat respons peserta terhadap tugas, cara bekerja, serta kesesuaian sikap profesional selama berada di lingkungan kerja.
Dari sisi proses rekrutmen, program ini juga memberi nilai tambah karena perusahaan dapat menyusun keputusan berdasarkan hasil pembinaan dan evaluasi yang berlangsung berkesinambungan. Dengan demikian, tahapan seleksi tidak hanya menilai dokumen, tetapi juga merangkum perkembangan kemampuan peserta dari waktu ke waktu.
Menaker menilai bahwa pola pembelajaran yang dipadukan dengan pendampingan akan membantu peserta membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Pengalaman langsung yang didapat selama magang dapat menjadi bekal ketika mereka memasuki tahap kelanjutan, termasuk peluang menjadi karyawan tetap.
Melalui mekanisme tersebut, kolaborasi berbagai pihak juga menjadi semakin konkret. Pemerintah bersama dunia usaha dan lembaga pendidikan dapat menyelaraskan kebutuhan rekrutmen dengan kapasitas talenta muda, sehingga terbentuk ekosistem ketenagakerjaan yang mendukung produktivitas sekaligus membuka akses kerja yang lebih baik bagi lulusan.












