jurnalistik.co.id – Bentrokan antarwarga di Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, berujung pembakaran dua kendaraan operasional kepolisian pada Sabtu (6/6/2026). Massa membakar mobil dinas dan sepeda motor yang berada di lokasi peristiwa.
Kepolisian menyebut kejadian itu bermula dari bentrokan warga di Dusun Katapang dan Dusun Olas, Kecamatan Huamual. Dua kendaraan yang terbakar merupakan mobil operasional milik Kabag Ops Polres Seram Bagian Barat serta sepeda motor dinas milik anggota Bhabinkamtibmas Desa Lokki.
Kapolsek Huamual, Ipda Luken Soplanit, membenarkan insiden pembakaran tersebut. Menurutnya, kendaraan dibakar setelah massa melakukan pelemparan bom molotov ke arah mobil dan motor yang berada di lokasi bentrokan.
Kronologi pembakaran kendaraan
Luken menjelaskan bahwa serangan dilakukan ketika kedua kendaraan sedang berada di tempat terjadinya bentrokan. Massa kemudian melanjutkan tindakan dengan menghajar hingga kendaraan terbakar.
“Mereka pakai bom molotov lalu hajar mobil dan motor polisi sampai terbakar. Yang terbakar itu mobil milik Kabag Ops dan motor milik Babinkamtibmas Lokki,” kata Luken kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu.
Akibat serangan tersebut, kedua kendaraan hangus dan tidak dapat digunakan lagi. Luken juga menyampaikan bahwa pada saat konfirmasi dilakukan, kondisi di sekitar lokasi mengalami perubahan dibanding sebelum insiden berlangsung.
“Saat ini kendaraan yang terbakar itu sedang diangkut dari lokasi,” kata Luken.
Situasi sempat kondusif sebelum isu menyebar
Menurut Kapolsek Huamual, situasi sempat berangsur kondusif setelah aparat berupaya meredam bentrokan yang terjadi. Pada fase itu, proses penanganan berlangsung dengan pendekatan agar massa tidak meluas.
Namun, Luken menyebut kerusuhan berubah ketika muncul informasi yang diduga menyasar kepercayaan massa terhadap aparat. Informasi tersebut menyebut polisi telah menembak salah satu warga yang terlibat dalam bentrokan.
“Kondisi sudah tenang, kita sudah berbaur dengan massa. Tiba-tiba ada satu orang yang muncul dan berlari membuat terjadi konsentrasi massa, lalu mereka juga menuduh polisi telah menembak warga,” ujarnya.
Menurut penjelasan Luken, keberadaan seseorang yang menyebarkan informasi tersebut memicu reaksi dari massa. Emosi warga kemudian meluap hingga berujung penyerangan dan pembakaran kendaraan milik polisi di lokasi peristiwa.
Pemicunya dugaan pelecehan seksual
Bentrokan antara warga Dusun Katapang dan Dusun Olas, menurut keterangan yang disampaikan, pecah pada Sabtu siang. Peristiwa itu diduga dipicu oleh kasus pelecehan seksual terhadap seorang perempuan.
Akibat bentrokan tersebut, tiga orang dilaporkan mengalami luka akibat sabetan parang. Ketiga korban saat ini menjalani perawatan di rumah sakit.
Penyelidikan masih berjalan
Pasca kejadian, polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab bentrokan maupun pihak yang diduga melakukan pembakaran kendaraan dinas tersebut. Fokus penelusuran diarahkan pada alur peristiwa yang menyebabkan kericuhan serta keterlibatan pelaku di lokasi.
Dari keterangan Kapolsek Huamual Ipda Luken Soplanit, rangkaian kejadian menunjukkan adanya pergeseran situasi dari upaya meredam keributan menuju meningkatnya konsentrasi massa setelah informasi yang beredar. Pembakaran kemudian dilakukan menggunakan bom molotov dan disertai tindakan kekerasan terhadap kendaraan operasional kepolisian yang berada di area bentrokan.
Hingga laporan ini disampaikan, polisi terus memproses penyelidikan untuk memastikan penyebab bentrokan secara lebih utuh serta memastikan pelaku penyerangan dan pembakaran dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Insiden tersebut bermula dari dugaan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan, yang kemudian memicu bentrokan antara warga Dusun Katapang dan Dusun Olas. Peristiwa pecah pada Sabtu siang, dan dalam keributan itu tiga orang dilaporkan mengalami luka akibat sabetan parang. Ketiga korban saat ini menjalani perawatan di rumah sakit.
Kapolsek Huamual juga menegaskan bahwa upaya meredam keributan sempat membuat situasi berangsur kondusif. Akan tetapi, ketika muncul informasi yang diduga menyasar kepercayaan massa dengan narasi polisi menembak warga, kerumunan kembali terkonsentrasi. Proses penyerangan lalu mengarah pada kendaraan operasional kepolisian, yang akhirnya hangus setelah dibakar menggunakan bom molotov. Hingga saat ini, polisi terus memproses penyelidikan untuk memastikan alur kejadian serta pihak yang terlibat, termasuk setelah kendaraan yang terbakar diangkut dari lokasi.












