Internasional

Nirmal Purja Tewas dalam Longsor di Broad Peak Pakistan, Perusahaan Ekspedisinya Mengonfirmasi

×

Nirmal Purja Tewas dalam Longsor di Broad Peak Pakistan, Perusahaan Ekspedisinya Mengonfirmasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Mountaineer Nirmal Purja killed in Pakistan avalanche, his company says

jurnalistik.co.id – Elite Expeditions mengonfirmasi bahwa pendaki Nirmal Purja tewas dalam longsor yang terjadi di Broad Peak, Pakistan, pada hari Kamis. Purja dikenal sebagai sosok ternama di dunia pendakian sekaligus mantan anggota British Army.

Dalam unggahan yang dibagikan di media sosial, perusahaan ekspedisi itu menyampaikan kabar tersebut dengan nada duka. Elite Expeditions menyatakan kematian Purja disampaikan “profound sadness and immense heartbreak”, sekaligus menegaskan konfirmasi tersebut diterima melalui informasi dari pihak terkait.

Perusahaan yang sama juga menyatakan telah menerima konfirmasi bahwa seluruh anggota ekspedisi lainnya tidak selamat. Dengan demikian, dari rombongan yang berjumlah 10 orang, Purja termasuk di antara korban jiwa dan sembilan orang lainnya disebut tidak bertahan.

Lonjakan kabar ini merupakan bagian dari liputan berita yang masih berjalan. Hingga saat laporan masih diperbarui, rincian tambahan disebut akan diumumkan kemudian, seiring proses verifikasi dan penanganan di lokasi.

Menurut keterangan pejabat Pakistan yang pernah disampaikan sebelumnya, jenazah tiga pendaki telah berhasil ditemukan. Tiga nama itu adalah Mallory Geis, seorang pendaki asal Amerika Serikat; Nadhira Ahmed Abdullah Al Harthy dari Oman; serta Pur Bahadur Gurung dari Nepal. Ketiganya disebut termasuk dalam ekspedisi beranggotakan 10 orang tersebut.

Dengan pemulihan tiga jenazah itu, gambaran yang sampai ke publik memperlihatkan bahwa insiden longsor menelan korban lebih besar daripada yang awalnya bisa dipastikan. Elite Expeditions kemudian menutup ruang spekulasi dengan konfirmasi yang menyebut sembilan anggota lain juga tidak selamat.

Jejak prestasi Nirmal Purja

Di luar tragedi yang menimpa, Purja dikenal luas berkat pencapaian ekstremnya di ketinggian. Ia merupakan pendaki kelahiran Nepal yang pada 2019 mencatat prestasi menaklukkan 14 puncak tertinggi dunia dalam waktu “just over six months”.

Prestasi tersebut membuat namanya menonjol di kalangan pendaki internasional. Purja tidak hanya dipandang sebagai pendaki yang mampu menghadapi medan berat, tetapi juga sebagai figur yang menyelesaikan tantangan besar dalam kerangka waktu yang sangat singkat.

Konfirmasi terakhir yang disampaikan perusahaan

Rangkaian informasi yang muncul dari Elite Expeditions menempatkan kejadian ini sebagai kabar duka yang bersifat final untuk para anggota ekspedisi. Pernyataan perusahaan menekankan bahwa kabar kematian Purja tidak berdasar klaim awal semata, melainkan telah melalui proses konfirmasi.

Dengan demikian, kabar yang tersusun hingga kini memuat dua lapis informasi: keterangan pejabat Pakistan mengenai pemulihan jenazah tiga pendaki, serta konfirmasi lanjutan dari Elite Expeditions bahwa sembilan anggota lainnya juga tidak selamat. Perpaduan kedua sumber tersebut memperjelas skala tragedi yang menimpa ekspedisi di Broad Peak.

Publik juga akan menunggu detail lanjutan yang disebut akan dipublikasikan setelah proses pembaruan. Namun, intinya tetap sama: Nirmal Purja, yang pada 2019 dikenal menaklukkan 14 puncak tertinggi dunia dalam “just over six months”, kini menjadi salah satu korban longsor di Pakistan.

Melalui rangkaian kabar yang terus diperbarui, Elite Expeditions menekankan bahwa informasi yang beredar tidak diambil dari dugaan semata. Perusahaan memilih menunggu tahapan verifikasi dan penanganan di lokasi sebelum detail tambahan dipaparkan.

Dalam proses pemulihan yang telah disebutkan sebelumnya, tiga jenazah dilaporkan ditemukan dan kemudian diidentifikasi. Mereka berasal dari berbagai negara, yaitu Mallory Geis dari Amerika Serikat, Nadhira Ahmed Abdullah Al Harthy dari Oman, serta Pur Bahadur Gurung dari Nepal, yang semuanya dikaitkan dengan ekspedisi beranggotakan 10 orang.

Di luar situasi tragis tersebut, nama Nirmal Purja tetap dikenal luas berkat prestasi pendakian yang menonjol. Pada 2019, ia tercatat menaklukkan 14 puncak tertinggi dunia dalam rentang waktu “just over six months”, dan reputasinya juga dibentuk oleh pengalaman sebagai mantan anggota British Army.

Dengan konfirmasi akhir yang disampaikan Elite Expeditions, kabar duka itu diposisikan sebagai informasi final bagi rombongan yang terlibat. Skala insiden kemudian tersirat lebih besar melalui pernyataan bahwa Purja termasuk korban jiwa, sekaligus diikuti keterangan sembilan anggota lainnya tidak selamat.