Olahraga

Norwegia vs Senegal: Habib Diarra Bisa Jadi Kunci Meredam Haaland

×

Norwegia vs Senegal: Habib Diarra Bisa Jadi Kunci Meredam Haaland

Sebarkan artikel ini
Norwegia Vs Senegal: Habib Diarra Bisa Jadi Jalan Setop Haaland Bola 21 Juni 2026
Ilustrasi: Norwegia Vs Senegal: Habib Diarra Bisa Jadi Jalan Setop Haaland

jurnalistik.co.id – Pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Senegal dan Norwegia dijadwalkan berlangsung di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin (22/6/2026) atau Selasa pagi pukul 07.00 WIB. Bagi Senegal, duel ini tidak hanya soal mengejar hasil, tetapi juga membaca cara terbaik untuk membatasi ruang gerak penyerang Norwegia, Erling Haaland.

Senegal menilai kontrol lini tengah menjadi kunci untuk menjaga ritme permainan sendiri sekaligus menghambat suplai kepada Haaland. Secara strategi, kebutuhan itu juga tampak dari cara Senegal bereaksi saat lawan mereka membuka skor, termasuk penggunaan opsi pemain yang lebih segar untuk mengubah tempo.

Di kubu Senegal, pelatih Pap Thiaw sejak lama menyatakan kekagumannya terhadap Haaland dan rekan-rekannya. Thiaw bahkan tidak ragu memberikan pujian tinggi ketika membahas kualitas Norwegia. Ia menilai tim tersebut sebagai salah satu yang paling kuat saat ini, hingga menyebutnya bisa menjadi tim terbaik di Eropa.

Norwegia sendiri datang dengan modal yang meyakinkan. Pada laga pertama Grup I, mereka membukukan kemenangan besar 4-1 saat menghadapi Irak. Dalam pertandingan itu, Haaland tampil menonjol dan menjadi salah satu sumber daya untuk kemenangan Norwegia, yang kemudian menjadi dasar bahwa Senegal harus menyiapkan cara khusus untuk meredam serangan tanpa memberi ruang berlebihan di area berbahaya.

Sementara itu, Senegal justru memulai turnamen dengan hasil yang tidak ideal. Mereka mengalami kekalahan 1-3 dari Perancis, meski sempat menunjukkan perlawanan sengit terutama pada babak pertama. Senegal mampu menahan imbang Perancis dengan skor 0-0 di paruh awal, ketika mereka juga terlihat lebih disiplin dalam menjaga keseimbangan permainan.

Namun, jalannya pertandingan berubah setelah momen-momen awal. Meski Senegal sempat lebih solid dalam menahan laju lawan, Perancis akhirnya mampu memanfaatkan momentum ketika babak kedua bergulir. Secara menciptakan peluang, Perancis bahkan berada di posisi lebih unggul, dan Senegal harus menerima kekalahan akhir.

Menjelang pertandingan melawan Norwegia, pengalaman melawan Perancis menjadi pelajaran penting bagi Senegal. Sebelum turun minum, Senegal mencatat lima tembakan berbanding satu tembakan dari Perancis. Tetapi setelah jeda, Senegal terlihat kehilangan intensitas dan kendali di lini tengah, sehingga permainan yang awalnya lebih terstruktur menjadi tidak seimbang.

Dalam skenario itulah pelatih Pap Thiaw melakukan penyesuaian. Setelah Kylian Mbappe membuka skor, Thiaw memasukkan energi baru lewat perubahan komposisi, dengan menghadirkan gelandang Sunderland, Habib Diarra, serta talenta muda Ibrahim Mbaye. Habib Diarra masuk untuk menggantikan Ismaila Sarr, sementara Ibrahim Mbaye mengisi tempat Ismaila Sarr setelah perubahan lain di kompartemen yang sama.

Berdasarkan gambaran tersebut, Senegal tampaknya memerlukan suntikan tenaga muda untuk menghadapi karakter permainan Norwegia. Habib Diarra yang berusia 22 tahun, bersama Ibrahim Mbaye yang masih 18 tahun, dipandang bisa membantu menambah daya tahan, menjaga ritme, sekaligus memperbaiki penguasaan bola di tengah. Apalagi, Norwegia dikenal kuat secara fisik, sehingga kebutuhan atas pemain yang mampu menahan duel dan memulihkan posisi menjadi semakin mendesak.

Di sisi lain, Norwegia juga punya alasan untuk menargetkan kendali lini tengah sebagai pijakan serangan. Dengan mengatur alur permainan, mereka berharap dapat memutus suplai ke Haaland dari sumber-sumber distribusi bola lawan. Bagi Senegal, tantangan terbesar adalah menghindari situasi di mana Norwegia bisa langsung menyalurkan serangan ke arah Haaland dengan ritme yang konsisten.

Haaland sendiri sudah memberikan sinyal penting sejak awal turnamen. Ia mencetak dua gol saat membawa Norwegia menang 4-1 atas Irak. Meski demikian, Norwegia tidak terlihat ingin berpuas diri hanya dari kemenangan tersebut. Mereka sudah mempersiapkan tantangan berikutnya yang dianggap lebih berat dan lebih setara.

Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, menegaskan bahwa ada dua tim yang akan dihadapi Norwegia dan dianggap mungkin selevel dengan mereka. Ia juga menyatakan fokus utama pada penampilan yang ditunjukkan Senegal saat melawan Perancis, terutama dari sisi soliditas di babak pertama. Solbakken melihat Senegal menampilkan bentuk permainan yang kuat ketika pertandingan berlangsung pada fase awal, dan itu menjadi aspek yang ingin mereka jadikan bahan perhatian.

Dengan modal kemenangan Norwegia atas Irak dan pengalaman pahit Senegal saat menghadapi Perancis, laga ini berpotensi berjalan ketat. Bagi Senegal, keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh satu-dua peluang, melainkan oleh kemampuan mereka mengunci lini tengah, menjaga intensitas hingga menit-menit krusial, serta menata skema agar suplai kepada Haaland tidak datang dengan frekuensi yang tinggi.