Hukum & Kriminal

Peluru Nyasar Kembali, UNP Tagih Janji Lama dan Minta Evaluasi Total

1
×

Peluru Nyasar Kembali, UNP Tagih Janji Lama dan Minta Evaluasi Total

Sebarkan artikel ini
Peluru Nyasar Lagi, UNP Tagih Janji Lama dan Minta Evaluasi Total Regional 4 Juni 2026
Ilustrasi: Peluru Nyasar Lagi, UNP Tagih Janji Lama dan Minta Evaluasi Total

jurnalistik.co.id – Peristiwa peluru nyasar kembali melanda Universitas Negeri Padang (UNP) dan memunculkan desakan agar evaluasi terhadap keberadaan lapangan tembak di sekitar kampus dilakukan secara menyeluruh. Pihak internal UNP menilai masalah keamanan latihan menembak belum tuntas dan perlu ditinjau ulang total.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi di kawasan depan Rektorat UNP, Padang, Sumatera Barat, pada Selasa (2/6/2026). Dua mahasiswa disebut mengalami luka-luka diduga akibat terkena peluru nyasar.

Senior Eksekutif UNP, Profesor Ganefri, menyampaikan bahwa kejadian kali ini terjadi saat mahasiswa merayakan kelulusan ujian. Ia menuturkan mahasiswa yang sedang berswafoto melampiaskan kegembiraan, tetapi justru menjadi korban ketika peluru nyasar mengenai mereka.

“Mahasiswa sudah selesai ujian, mereka melampiaskan kegembiraan dengan berswafoto. Tahu-tahu ada peluru nyasar dan korban langsung tumbang,” ujar Profesor Ganefri kepada Kompas.com, Kamis (4/6/2026).

Ganefri menegaskan, peristiwa semacam ini tidak terjadi sekali. Ia menyebut bahwa selama masa jabatannya sebagai rektor, yakni pada periode 2016-2024, kejadian serupa sudah pernah terjadi lebih dari dua kali.

Menurut Ganefri, satu di antaranya bahkan berujung pada kerusakan fisik di dekat ruangan rektor. Ia menyebut kaca di dekat ruangan rektor pecah, dan proyektil peluru ditemukan berada di dalam ruangan.

Menagih evaluasi dan menilai masalah belum selesai

Desakan evaluasi juga disertai penilaian bahwa pergantian pejabat di tingkat Komando Resor Militer (Korem) belum menyelesaikan persoalan secara struktural. Ganefri menyatakan bahwa pihak kampus tetap melakukan evaluasi, namun pergantian jabatan dinilai tidak otomatis mengubah keadaan.

“Harusnya proaktif. Sudah berapa kali kejadian, kami terus mengevaluasi. Tukar Danrem, sudah lupa lagi. Ini janji Panglima, jangan sampai lupa kalau ditinggal begitu saja,” katanya melalui sambungan telepon.

Ia menekankan perlunya respons yang nyata dan tidak berhenti pada pergantian pejabat. Ganefri menyampaikan bahwa janji mengenai evaluasi keamanan latihan menembak perlu ditindaklanjuti tanpa mengabaikan ketika terjadi perpindahan jabatan.

Surat resmi ke Menpolhukam

Untuk menindaklanjuti ancaman keselamatan civitas akademika, Rektorat UNP melayangkan surat resmi kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menpolhukam). Langkah itu diambil agar ada tindakan tegas dan konkret demi menjamin keselamatan di lingkungan kampus.

Pihak UNP mendorong evaluasi dilakukan terhadap keberadaan lapangan tembak yang lokasinya tak jauh dari kampus dan pemukiman warga. Dengan demikian, pihak kampus ingin memastikan keselamatan mahasiswa dan warga sekitar tidak kembali dipertaruhkan oleh insiden peluru nyasar.

Ganefri juga menyoroti bahwa peristiwa peluru nyasar dapat menimbulkan dampak langsung terhadap aktivitas di area kampus. Karena itu, ia meminta evaluasi yang bersifat total, bukan penanganan yang bersifat sementara.

Dalam konteks tersebut, UNP menempatkan desakan evaluasi sebagai tindak lanjut dari insiden yang kembali terjadi. Dengan adanya surat kepada Menpolhukam, kampus berharap proses keamanan latihan menembak dapat diperbaiki secara menyeluruh sehingga kejadian serupa tidak terulang.

Insiden itu kembali menguatkan kekhawatiran soal keselamatan di ruang publik kampus. Setelah kejadian di depan Rektorat UNP pada Selasa (2/6/2026), pihak kampus menilai peristiwa seperti ini tidak bisa diperlakukan sebagai kasus tunggal, sebab dampaknya langsung menyentuh civitas akademika, termasuk saat aktivitas umum berlangsung.

Profesor Ganefri juga menggambarkan bahwa pola kejadian serupa pernah terulang dalam masa kepemimpinannya. Ia menyebut bahwa selama periode 2016-2024, insiden peluru nyasar pernah terjadi lebih dari dua kali, bahkan pernah sampai menimbulkan kerusakan pada bagian bangunan di area sekitar ruang rektor serta ditemukannya proyektil peluru di dalam ruangan.

Karena itu, UNP menegaskan desakan evaluasi harus berujung pada langkah yang nyata dan berkesinambungan, bukan hanya mengikuti pergantian pejabat di tingkat Komando Resor Militer (Korem). Melalui surat resmi kepada Menpolhukam, kampus meminta penilaian menyeluruh terhadap keberadaan lapangan tembak yang lokasinya dekat kampus dan pemukiman warga, agar keselamatan mahasiswa maupun warga sekitar terjamin dan aktivitas kampus tidak terusik oleh risiko yang sama.