Peristiwa

Jalur Evakuasi Merapi Terganggu Truk Galian C, Bupati Magelang Mengajukan Betonisasi ke BNPB

×

Jalur Evakuasi Merapi Terganggu Truk Galian C, Bupati Magelang Mengajukan Betonisasi ke BNPB

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jalur Evakuasi Merapi Rusak Diterjang Truk Galian C, Bupati Magelang Minta Bantuan Betonisasi ke BNPB

jurnalistik.co.id – MAGELANG—Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyoroti kondisi jalur evakuasi warga Gunung Merapi di wilayahnya yang saat ini rusak berat. Ia menyampaikan bahwa kerusakan itu terjadi akibat intensitas lalu lintas truk pengangkut hasil tambang galian C yang berulang melintasi ruas-ruas utama.

Dalam kunjungan kerja BNPB di Desa Paten, Kecamatan Dukun, Jumat (3/7/2026), Grengseng menyampaikan permohonan dukungan agar perbaikan dapat segera dilakukan. Menurutnya, keadaan di lapangan menjadi keterbatasan bagi pemerintah daerah untuk menangani perbaikan secara menyeluruh.

“Saya harap bisa difasilitasi BNPB. Kondisi ini yang menjadi keterbatasan kami,” ujar Grengseng Pamuji dalam acara tersebut.

Grengseng menyebut setidaknya ada tiga ruas yang dinilai paling mendesak untuk segera dibenahi. Ruas yang dimaksud meliputi perempatan Sayangan di Kecamatan Muntilan–Talun (Kecamatan Dukun), kemudian Tlatar (Kecamatan Sawangan)–Talun, serta Dukun–Dermo (Kecamatan Srumbung).

Permintaan perbaikan ini tidak semata terkait kebutuhan saat erupsi. Priyo Suwarso menegaskan bahwa kerusakan jalan berdampak pada akses harian masyarakat, karena ruas-ruas tersebut juga menjadi lintasan mobilitas ekonomi.

Usulan betonisasi senilai Rp 35 miliar

DPUPR Kabupaten Magelang mengusulkan anggaran perbaikan untuk tiga ruas jalan tersebut pada tahun ini. Total nilai yang diajukan mencapai Rp 35 miliar, dengan spesifikasi perbaikan berupa betonisasi jalan secara menyeluruh.

Priyo Suwarso, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Magelang, menyatakan pendekatan perbaikan harus dilakukan agar jalan memiliki kekuatan yang memadai. “Harus dibeton biar kuat,” katanya kepada Kompas.com pada Jumat (3/7/2026).

Secara rinci, untuk ruas perempatan Sayangan–Talun, DPUPR menganggarkan dana sebesar Rp 17 miliar dengan panjang perbaikan 2,8 kilometer. Untuk ruas Tlatar–Talun, anggarannya sebesar Rp 10 miliar dengan jarak pembetonan 2 kilometer.

Sementara itu, untuk ruas Dukun–Dermo sepanjang 1,8 kilometer, DPUPR menyiapkan biaya pembetonan sebesar Rp 8 miliar. Priyo menilai penyegeraan perbaikan menjadi penting karena fungsi ruas-ruas tersebut tidak berhenti pada kebutuhan evakuasi.

Ia menjelaskan, perbaikan dibutuhkan untuk memastikan jalur evakuasi tetap dapat diandalkan, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat yang melintas setiap hari. Menurutnya, dampak kerusakan jalan turut mengganggu mobilitas warga yang beraktivitas dalam konteks ekonomi.

Priyo juga mengungkapkan bahwa bantuan pendanaan dari BNPB dinilai diperlukan. Hal itu, antara lain, untuk memperluas cakupan perbaikan infrastruktur jalan yang tidak sepenuhnya dapat ditanggung oleh APBD Pemerintah Kabupaten Magelang.

BNPB melalui skema hibah rehabilitasi dan rekonstruksi

Letnan Jenderal TNI Suharyanto selaku Kepala BNPB hadir langsung dalam kegiatan kunjungan kerja tersebut. Menanggapi permintaan Bupati Magelang, ia menyampaikan bahwa mekanisme pemberian bantuan biaya perbaikan jalan akan ditentukan oleh Kementerian Keuangan melalui skema dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi.

Suharyanto menjelaskan, bantuan tersebut diupayakan tidak menunggu waktu panjang. “Tidak sampai tahunan (bantuan cair). Setahun juga cepat. Dari Kementerian Keuangan langsung ke kas daerah,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa nilai hibah yang turun dari Kementerian biasanya berada di atas Rp 10 miliar. Karena itu, Pemkab Magelang diminta menyusun serta mengirimkan proposal hibah agar proses bisa segera diproses.

“Awal tahun ini saya baru tanda tangan 68 kabupaten/kota yang mengajukan hibah itu untuk jembatan, jalan. Nilainya di atas Rp 10 miliar yang tidak bisa diatasi anggaran tanggap darurat BNPB,” jelas Suharyanto.

Pernyataan Suharyanto menegaskan pentingnya kelengkapan administrasi dan ketepatan waktu pengajuan proposal dari pemerintah daerah. Dengan demikian, proses penilaian dapat berjalan dan kebutuhan perbaikan jalur dapat ditangani melalui mekanisme hibah yang disepakati.

Bagi Pemkab Magelang, perhatian terhadap jalur evakuasi menjadi prioritas karena kondisi jalan yang rusak berat dapat mengurangi efektivitas pergerakan warga saat keadaan darurat. Dengan rencana betonisasi tiga ruas yang diusulkan, Bupati Grengseng berharap dukungan BNPB dapat membantu perbaikan yang juga berdampak luas pada kehidupan sehari-hari masyarakat di sekitar ruas-ruas tersebut.