Peristiwa

Pemprov Gorontalo Menyiapkan Layanan Kesehatan untuk Dukung Kelancaran PENAS XVII

×

Pemprov Gorontalo Menyiapkan Layanan Kesehatan untuk Dukung Kelancaran PENAS XVII

Sebarkan artikel ini
Pemprov Gorontalo Siapkan Layanan Kesehatan Dukung Kelancaran PENAS XVII
Ilustrasi: Pemprov Gorontalo Siapkan Layanan Kesehatan Dukung Kelancaran PENAS XVII

jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) memastikan seluruh layanan kesehatan untuk mendukung pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII telah siap secara menyeluruh.

Kepastian itu disampaikan Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, saat menjelaskan persiapan menjelang rangkaian kegiatan PENAS XVII.

Menurut Anang, Apel Tim Kesehatan akan digelar Rabu besok di PSC 119 Kabupaten Gorontalo yang berada di arena utama PENAS XVII. Pada lokasi tersebut, Rumah Sakit Lapangan juga disiapkan untuk memberikan layanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.

“Kami memastikan seluruh sistem pelayanan kesehatan siap mendukung pelaksanaan PENAS XVII. Mulai dari tenaga kesehatan, ambulans, obat-obatan, peralatan medis hingga mekanisme rujukan sudah dipersiapkan dan dikoordinasikan dengan seluruh pihak terkait,” ujar Anang, Selasa (16/6/2026).

Selain menyiapkan unsur layanan di arena utama, Dinkes P2KB juga membuka menyiagakan pos-pos kesehatan di sejumlah titik strategis. Pos tersebut disiapkan mulai dari lokasi kedatangan peserta, arena pembukaan, kawasan pameran dan UMKM, hingga lokasi pemondokan peserta.

Tim kesehatan juga disiapkan pada lokasi wisata yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan PENAS XVII, sehingga layanan tetap bisa menjangkau kebutuhan di berbagai titik aktivitas selama acara berlangsung.

Rumah Sakit Lapangan di arena PENAS XVII berperan sebagai pusat pelayanan kesehatan terpadu. Fasilitas tersebut akan menjadi titik stabilisasi awal sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Kami telah menyiapkan jejaring pelayanan kesehatan mulai dari pos kesehatan di setiap lokasi kegiatan, rumah sakit lapangan hingga rumah sakit rujukan. Dengan dukungan tenaga kesehatan yang siaga 24 jam, setiap kebutuhan pelayanan medis dapat ditangani secara cepat, tepat, dan profesional,” pungkas Anang.

Lebih dari kesiapan layanan di lokasi kegiatan, pemeriksaan juga dilakukan pada rumah-rumah warga yang menjadi pemondokan setiap kontingen. Tim kesehatan melakukan survei dan intervensi pengendalian vektor penyakit di seluruh pemondokan peserta, guna memastikan lingkungan tempat tinggal yang aman dan sehat selama pelaksanaan PENAS XVII.

Dengan penataan layanan dari tingkat pos kesehatan hingga rumah sakit rujukan, persiapan Dinkes P2KB diarahkan agar mekanisme pelayanan berjalan terkoordinasi. Seluruh elemen yang disebutkan Anang—mulai dari tenaga kesehatan, ambulans, obat-obatan, peralatan medis hingga mekanisme rujukan—disiapkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan PENAS Petani dan Nelayan XVII.

Penguatan kesiapan tersebut mencakup penyiapan sumber daya dan logistik layanan. Tenaga kesehatan disiapkan agar respons di lapangan berjalan cepat, sementara dukungan ambulans, ketersediaan obat-obatan, serta perlengkapan medis ditata untuk menjawab kebutuhan yang mungkin muncul selama rangkaian PENAS XVII.

Di saat yang sama, koordinasi layanan kesehatan diarahkan agar pengambilan keputusan dan proses rujukan dapat dilakukan secara tertib. Dengan pola layanan berlapis, penanganan awal dapat dilakukan di lokasi kegiatan sebelum kebutuhan lanjutan diarahkan ke fasilitas rujukan, sehingga kesinambungan pelayanan tetap terjaga.

Kegiatan di arena utama juga ditopang oleh kesiapan di PSC 119 Kabupaten Gorontalo tempat Apel Tim Kesehatan digelar. Keberadaan Rumah Sakit Lapangan di arena dimaksudkan sebagai fasilitas pemusatan layanan, memberikan dukungan medis terpadu selama aktivitas acara berlangsung, termasuk ketika ada pasien yang memerlukan penanganan lanjutan.

Selain cakupan di arena, Dinkes P2KB memastikan pemantauan kesehatan menyasar seluruh titik aktivitas. Mulai dari area kedatangan peserta, rangkaian pembukaan, kawasan pameran dan UMKM, hingga lokasi pemondokan dan lokasi wisata dalam agenda PENAS XVII, pos-pos kesehatan tetap disiapkan agar pelayanan dapat menjangkau kebutuhan di tiap fase kegiatan.

Untuk mencegah gangguan kesehatan melalui faktor lingkungan, tim juga melakukan survei dan intervensi pengendalian vektor penyakit pada pemondokan kontingen. Dengan pendekatan tersebut, lingkungan tempat tinggal peserta diarahkan agar tetap aman dan sehat selama PENAS XVII berlangsung, sekaligus melengkapi kesiapan pelayanan medis di lokasi-lokasi kegiatan.