Hukum & Kriminal

Pemuda Meninggal Dibacok Saat Tawuran di Tambun, Bekasi, 5 Orang Ditangkap

17
×

Pemuda Meninggal Dibacok Saat Tawuran di Tambun, Bekasi, 5 Orang Ditangkap

Sebarkan artikel ini
Pemuda Tewas Dibacok Saat Tawuran di Bekasi, 5 Orang Ditangkap News 6 Juni 2026
Ilustrasi: Pemuda Tewas Dibacok Saat Tawuran di Bekasi, 5 Orang Ditangkap

jurnalistik.co.id – Seorang pemuda meninggal dunia setelah dibacok dalam tawuran antarkelompok remaja di Tambun, Kabupaten Bekasi. Polisi menyebut lima orang ditangkap sebagai pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut.

Kapolsek Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kompol Wuryanti mengatakan, penangkapan dilakukan terhadap lima orang yang diduga berperan dalam pembacokan hingga korban meninggal dunia. Peristiwa itu diduga terjadi ketika dua kelompok remaja terlibat tawuran di Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, pada Jumat (5/6/2026) dini hari.

Menurut Wuryanti, kelima terduga pelaku diamankan beberapa jam setelah kejadian. Ia menuturkan bahwa masing-masing pelaku memiliki peran yang berbeda-beda dalam rangkaian kejadian tersebut.

“Pelaku sudah kami amankan kemarin beberapa jam setelah kejadian. Ada 5 orang dengan peran yang berbeda-beda. 2 sudah masuk usia dewasa, 3 masih di bawah umur,” ucap Wuryanti saat dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu (6/6/2026).

Penanganan dan pendalaman motif

Wuryanti menyampaikan bahwa polisi masih mendalami penyebab serta motif di balik penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Hingga saat ini, keterangan mengenai rangkaian lengkap kejadian masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan.

Ia juga mengimbau orangtua untuk mengawasi anak-anak mereka. Tujuannya, agar kejadian serupa yang dapat memicu aksi balasan pascakejadian tidak berulang.

Dalam penjelasan polisi, tawuran yang berujung pembacokan tersebut terjadi pada dini hari. Periode waktu itu disebut berhubungan dengan momen berkumpulnya kelompok-kelompok remaja sebelum insiden berlangsung.

Gambaran dari video yang beredar

Sejumlah informasi mengenai kejadian itu juga beredar melalui video yang memperlihatkan aksi tawuran. Video tersebut viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @kabar.otista.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah remaja berlarian saat tawuran berlangsung. Tidak lama kemudian, seorang terduga pelaku tampak mengayunkan senjata tajam ke arah kerumunan hingga membuat seorang remaja terjatuh.

Setelah korban terjatuh, video menunjukkan korban diduga mengalami penganiayaan dengan cara dipukul dan diserang menggunakan senjata tajam. Korban kemudian terlihat diseret menjauhi lokasi kejadian.

Uraian tersebut merujuk pada keterangan akun Instagram tersebut yang menyebut, “Aksi tawuran berdarah antar kelompok remaja terjadi di kawasan Underpass Tambun, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat dini hari,”.

Polisi menangani kasus ini dengan melakukan penangkapan beberapa jam setelah kejadian. Dari lima orang yang diamankan, dua di antaranya disebut sudah masuk usia dewasa, sementara tiga lainnya masih berada di bawah umur.

Dengan adanya penangkapan itu, proses penanganan perkara bergeser pada pendalaman keterlibatan masing-masing terduga pelaku serta penelusuran detail peristiwa pada dini hari tersebut. Polisi juga terus menelusuri informasi terkait sebelum dan sesudah aksi tawuran berlangsung.

Kasus pembacokan ini menambah catatan bahwa tawuran antarkelompok remaja dapat berujung fatal. Polisi berharap upaya pencegahan, termasuk pengawasan orangtua terhadap aktivitas anak, dapat membantu mengurangi potensi terjadinya aksi balasan pascakejadian dan meminimalkan risiko serupa di kemudian hari.

Selain mengamankan lima tersangka, penyidik juga mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang mengetahui situasi sebelum tawuran dimulai. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kronologi per peran, sekaligus menguji kesesuaian antara keterangan saksi dan temuan di lapangan.

Polisi menilai informasi yang beredar lewat video di media sosial dapat menjadi petunjuk awal untuk membantu proses pendalaman. Dari rekaman tersebut, pihak berwenang berupaya menelusuri urutan kejadian serta mengonfirmasi bagian mana yang menunjukkan tindakan penganiayaan hingga korban mengalami serangan.

Dalam tahapan penyidikan, fokus diarahkan pada penelusuran pemicu yang mendorong pertikaian antarkelompok remaja serta kemungkinan adanya aksi balasan setelah kejadian. Polisi juga berharap imbauan agar orangtua lebih aktif mengawasi aktivitas anak dapat menekan peluang terulangnya tawuran serupa yang berakhir meninggal dunia.