Politik & Parlemen

Pengamat BRIN: Status Resmi Jokowi di Dewan Pembina PSI Jadi Modal Safari Politik

0
×

Pengamat BRIN: Status Resmi Jokowi di Dewan Pembina PSI Jadi Modal Safari Politik

Sebarkan artikel ini
Pengamat: Status Dewan Pembina PSI Bisa Jadi Modal Safari Politik Jokowi News 13 Juni 2026
Ilustrasi: Pengamat: Status Dewan Pembina PSI Bisa Jadi Modal Safari Politik Jokowi

jurnalistik.co.id – Peneliti Senior Bidang Politik BRIN, Lili Romli, menilai status resmi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bisa menjadi modal dalam safari politik PSI ke berbagai daerah. Menurut Lili, kejelasan status itu penting agar peran Jokowi dalam agenda safari politik tidak memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Dalam pandangan Lili, publik akan lebih mudah memahami posisi Jokowi ketika ia berada dalam kapasitas yang sudah jelas dan diakui secara resmi di struktur partai. Kejelasan tersebut, kata dia, membantu menyusun narasi kegiatan politik PSI agar lebih tertib dan tidak ditafsirkan berbeda oleh berbagai pihak.

Kejelasan status Jokowi dan pentingnya pengurus resmi

Lili menyebut, bila safari politik dilakukan “atas nama PSI”, seharusnya Jokowi tidak hanya berada pada kedekatan politik, tetapi juga telah menempati status kepengurusan yang sah. Ia menekankan bahwa langkah tersebut akan mengurangi ruang perdebatan, khususnya terkait kapasitas Jokowi saat mendampingi kegiatan PSI.

“Jika ingin safari politik atas nama PSI mestinya sudah menjadi pengurus resmi. Jika belum, publik akan bertanya safari tersebut dalam kapasitas sebagai apa: sebagai bapaknya Ketum PSI atau simpatisan PSI,” ujar Lili saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (13/6/2026).

Lebih lanjut, Lili memandang status resmi sebagai pengurus partai akan memperjelas kedudukan Jokowi ketika ikut hadir dalam berbagai kegiatan politik di daerah. Dengan dasar itulah, menurutnya, publik tidak perlu menebak-nebak peran Jokowi—apakah sebagai tokoh yang sekadar mendampingi, atau sebagai bagian dari struktur resmi PSI.

Lili juga menilai bahwa pengaruh politik Jokowi masih dapat memberikan keuntungan bagi PSI, meski kekuatannya tidak akan sebesar saat Jokowi menjabat sebagai presiden. Ia menggambarkan bahwa sekalipun efeknya menurun, terdapat basis pengikut dan loyalis yang berpotensi mendukung agenda politik PSI.

“Sebagai mantan Presiden tentu masih banyak pengikut dan loyalisnya. Bisa jadi, mereka akan memberikan dukungan. Namun demikian, dukungan tersebut tidak akan sekuat dan sebesar saat Jokowi menjadi presiden, akan ada penurunan,” jelas Lili.

Pengangkatan belum diresmikan dan respons publik yang dicari

Di sisi lain, Lili menilai hingga saat ini pengangkatan Jokowi sebagai Dewan Pembina PSI belum juga diresmikan. Ia menyebut PSI sebelumnya telah berkali-kali memberikan sinyal terkait hal tersebut, namun sampai pada titik penilaiannya, proses formalnya belum selesai.

Dari situ, Lili menduga kondisi tersebut bisa berkaitan dengan upaya untuk melihat respons publik terhadap kepastian Jokowi bergabung dengan PSI serta menduduki jabatan tertentu. Dengan kata lain, penundaan peresmian dipandangnya sebagai bagian dari proses mengamati reaksi masyarakat sebelum status formal benar-benar dikukuhkan.

PSI menyebut tinggal menunggu jadwal penjaketan

Terpisah, Ketua DPP PSI Bestari Barus memastikan Jokowi segera menjabat sebagai Dewan Pembina PSI. Bestari menjelaskan bahwa proses tersebut tinggal menunggu waktu yang dianggap tepat untuk seremoni pemberian jaket partai.

“Jadi ini hanya tinggal menunggu hari, tanggal, jam saja dan kesempatan ketua umum, kesempatan Pak Jokowi untuk kemudian yang disampaikan oleh Bu Grace kemarin, akan ada penjaketan. Ya, tunggu waktu saja sedikit lagi,” kata Bestari.

Bestari menegaskan bahwa penjaketan tersebut bersifat simbolis. Ia menilai kedekatan Jokowi dengan PSI sudah terjalin sejak lama, sehingga secara praktis hubungan itu telah berjalan bahkan sebelum status formal Jokowi masuk ke struktur organisasi.

Dalam penjelasannya, Bestari menyebut bahwa secara internal PSI telah menempatkan Jokowi sebagai patron dan panutan partai meski belum resmi masuk dalam struktur. Dengan demikian, proses formal yang akan dilakukan diposisikan sebagai penguatan simbolik, bukan awal hubungan politik yang benar-benar baru.

Jokowi diisukan mengisi posisi di PSI dan agenda kunjungan ke daerah

Jokowi juga telah lama diisukan bakal mengisi jabatan tertentu di PSI. Selain itu, partai disebut telah menjadwalkan sejumlah kunjungan bersama Jokowi ke berbagai daerah.

PSI menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Jokowi dijadwalkan mengunjungi Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Barat. Rangkaian kunjungan tersebut disebut dilakukan untuk memenuhi undangan masyarakat sekaligus bertemu dengan pengurus partai di daerah serta para relawan.

Dengan kerangka itulah, penilaian Lili Romli menempatkan kejelasan status Jokowi di Dewan Pembina sebagai elemen penting: baik untuk memastikan kapasitas peran Jokowi dalam agenda safari politik PSI dipahami secara jelas, maupun untuk menguatkan posisi PSI dalam kegiatan politik di tingkat lokal. Sementara dari sisi internal partai, kepastian proses formal digambarkan tengah memasuki tahap penjadwalan seremoni, yang menurut Bestari tinggal menunggu waktu yang tepat.