jurnalistik.co.id – Maria Anselmia Dua Ujan (16) dinyatakan hilang sejak Selasa (14/7/2026) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebelum akhirnya ditemukan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Remaja perempuan itu berasal dari Dusun Rohot, Desa Hepang, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, dan dilaporkan kabur dari rumah. Ia nekat pergi agar bisa bertemu ibu kandungnya di Toraja, Sulawesi Selatan.
Setelah dilakukan upaya pencarian, polisi mengamankan Maria pada Sabtu (18/7/2026) malam di kawasan Pelabuhan Marina Labuan Bajo, NTT. Dari sana, proses penanganan terhadap korban kemudian dilakukan pihak berwenang.
Kronologi awal
Pada Selasa siang, Maria berpamitan kepada mama angkatnya, Magdalena Edis (53), untuk mengambil rapor di SMA Negeri Nita. Saat berpamitan, Maria mengenakan baju kaus hitam dan celana training olahraga sekolah.
Namun, hingga sore hari Maria tak kunjung kembali ke rumah. Magdalena kemudian berusaha menghubungi Maria melalui telepon seluler, tetapi tidak membuahkan hasil.
Kepala Seksi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, menyampaikan bahwa “Nomor telepon Maria sudah tidak aktif dan sampai saat ini belum dapat dihubungi”.
Pada hari yang sama, seorang warga bernama Emanuel Soares Dasilva mendatangi rumah Magdalena. Ia membawa pakaian yang terdiri dari satu lembar baju kaus warna hitam dan celana training SMAN Nita yang ditemukan di dalam gudang sekolah TK Tolo Rajo II di Dusun Napung Liti, Desa Hepang, Kecamatan Lela.
Informasi itu menjadi petunjuk penting bagi keluarga. Emanuel menyebutkan bahwa pakaian tersebut ditemukan di lokasi gudang sekolah, sehingga menguatkan dugaan bahwa barang yang ditemukan berkaitan dengan keberangkatan Maria.
Lantaran keberadaan Maria tidak kunjung diketahui, keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lela. Sejak saat itu, pencarian dilakukan hingga beberapa hari berikutnya.
Berita Terkait
Ditemukan di Labuan Bajo
Setelah empat hari menghilang, keluarga akhirnya mendapat kabar bahwa Maria ditemukan di Labuan Bajo. Ia diamankan petugas saat hendak melakukan check-in tiket kapal Pelni di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Maria diamankan pada Sabtu (18/07/2026) sekitar pukul 20.10 Wita. Pada waktu itu, ia terpantau berada di pelabuhan dengan rencana perjalanan menggunakan transportasi laut.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima permintaan bantuan pencarian orang hilang dari Polres Sikka. Setelah ada permintaan tersebut, Maria kemudian terdeteksi sedang melakukan perjalanan menuju Labuan Bajo.
Temuan dan pengamanan di pelabuhan menjadi titik balik kasus yang sempat membuat keluarga khawatir. Dengan ditemukannya Maria, pencarian yang dilakukan sejak awal dinyatakan berakhir.
Dalam keterangan yang berkembang, niat Maria kabur disebut berkaitan dengan upayanya untuk bertemu ibu kandungnya di Toraja. Alasan itu sekaligus menjelaskan mengapa Maria memilih melakukan perjalanan hingga ke Labuan Bajo.
Kasus ini menunjukkan bagaimana informasi sederhana seperti pakaian yang ditemukan di sekitar lokasi sekolah dapat membantu mengarahkan pencarian. Selanjutnya, proses penanganan akan berlanjut sesuai prosedur pihak kepolisian untuk memastikan kondisi Maria dan pendataan keterangan yang dibutuhkan.
Hingga saat ini, fokus penanganan berada pada pendalaman kronologi keberangkatan dan memastikan seluruh pihak yang terlibat mendapat klarifikasi yang diperlukan. Keberadaan Maria yang akhirnya diamankan di pelabuhan juga menjadi bukti bahwa proses pencarian tetap membuahkan hasil setelah beberapa hari berjalan.
Dalam rentang waktu sejak Maria berpamitan pada Selasa siang, keluarga terus berupaya memastikan keberadaannya. Ketika Maria tidak juga kembali sampai sore hari, upaya menghubungi melalui telepon seluler dilakukan, tetapi sambungan tidak membuahkan hasil. Keadaan ini membuat keluarga semakin khawatir karena tidak ada informasi jelas mengenai posisi Maria.
Pencarian kemudian semakin terarah setelah adanya petunjuk dari lingkungan sekitar. Emanuel Soares Dasilva mengingatkan bahwa pakaian yang ditemukan di gudang sekolah TK Tolo Rajo II di Dusun Napung Liti—yakni baju kaus warna hitam dan celana training SMAN Nita—berkaitan dengan laporan Maria yang sempat berpamitan untuk ke sekolah. Temuan tersebut menjadi alasan keluarga dan pihak berwenang untuk memperdalam penelusuran.
Ketika Maria akhirnya terpantau di Labuan Bajo, pengamanan dilakukan pada saat ia hendak melakukan check-in tiket kapal Pelni di Pelabuhan Marina. Penanganan ini menjadi lanjutan dari permintaan bantuan pencarian orang hilang dari Polres Sikka kepada Polres Manggarai Barat, sehingga proses koordinasi berjalan dari tahap pelaporan hingga tahap pengamanan di lokasi. Setelah Maria diamankan, pihak berwenang melanjutkan pendalaman kronologi, klarifikasi keterangan dari pihak terkait, serta memastikan data penanganan korban tersusun lengkap.












