jurnalistik.co.id – PLN melakukan pemadaman listrik terjadwal di sejumlah wilayah Bogor pada Sabtu (20/6/2026) pukul 09.00–13.00 WIB. Pemadaman ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan kendala teknis operasional di pembangkit.
Menurut keterangan resmi PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bogor, pemadaman dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 13.00 WIB. Langkah tersebut merupakan pengaturan operasi sistem yang berdampak pada penghentian sementara aliran listrik di lokasi-lokasi tertentu.
PLN menjelaskan bahwa kondisi di pembangkit menjadi pemicu penyesuaian. “Sehubungan dengan adanya kendala teknis operasional pada pembangkit, PLN melakukan pengaturan operasi sistem yang berdampak pada penghentian sementara aliran listrik,” demikian pernyataan PLN UP3 Bogor yang diterima.
Kendala operasional pada pembangkit menyebabkan penurunan kapasitas pasokan listrik. Karena itu, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah lokasi pada hari tersebut.
Pihak PLN menyebutkan bahwa pemadaman yang terjadi tidak merata di seluruh wilayah, melainkan difokuskan pada titik-titik yang telah ditetapkan. Adapun wilayah yang terdampak meliputi Perumahan Taman Yasmin, Ruko Yasmin, SMP PGRI 3, SMAN 2 Bogor, Perumahan Budi Agung, Perumahan Bogor Country, serta Bojong Neros.
Dalam keterangan resminya, PLN juga menegaskan upaya untuk menjaga ketersediaan pasokan listrik dari pembangkit yang masih dapat beroperasi. PLN menyatakan terus mengoptimalkan pasokan listrik dari pembangkit yang tersedia.
Selain pengaturan operasi saat berlangsungnya pemadaman, PLN menyebutkan proses pemulihan dipercepat agar pasokan listrik dapat kembali normal. Upaya percepatan ini dilakukan sebagai langkah untuk memperpendek durasi gangguan sesuai kondisi di lapangan.
PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat pemadaman. “PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” tulis PLN UP3 Bogor dalam keterangannya.
Saat dikonfirmasi, staf Humas PLN Bogor, Fajar Nugroho, membenarkan adanya pemadaman tersebut. “Betul,” katanya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Sabtu (20/6/2026).
Pemadaman yang terjadwal pada rentang pukul 09.00–13.00 WIB ini menjadi bagian dari penyesuaian operasi sistem untuk menyesuaikan penurunan kapasitas pasokan listrik. Dengan pengaturan tersebut, PLN menargetkan agar layanan dapat kembali berjalan normal setelah proses pemulihan selesai dilakukan.
Bagi warga dan pihak yang berada di wilayah-wilayah terdampak, informasi jadwal pemadaman menjadi penting untuk mengantisipasi aktivitas yang membutuhkan pasokan listrik. PLN melalui UP3 Bogor juga terus menindaklanjuti kondisi operasional pembangkit agar penanganan berjalan sesuai rencana.
Dengan adanya pembaruan kondisi pasokan dan proses pemulihan, PLN menyatakan perhatian difokuskan pada pengoptimalan sumber daya yang masih tersedia. Langkah pengaturan beban secara terbatas dilakukan sebagai respons terhadap kendala teknis operasional, sambil mempertahankan upaya pemulihan agar aliran listrik dapat kembali normal.
Penjadwalan pemadaman pada Sabtu (20/6/2026) pukul 09.00–13.00 WIB tersebut disiapkan PLN sebagai bagian dari pengaturan operasi sistem. Dengan rentang waktu yang sudah ditetapkan, distribusi listrik di area-area tertentu diarahkan agar layanan tidak terganggu secara lebih luas selama proses penyesuaian berlangsung.
PLN juga menyampaikan bahwa pengaturan dilakukan secara terukur, yaitu beban listrik dikelola pada titik-titik yang telah ditetapkan. Pendekatan ini membuat dampak tidak menyebar ke seluruh wilayah, melainkan terbatas pada lokasi yang disebutkan dalam keterangan, seperti kawasan Perumahan Taman Yasmin dan sekitarnya hingga Bojong Neros.
Menurut informasi yang disampaikan, kondisi operasional pembangkit menjadi faktor utama yang membuat kapasitas pasokan mengalami penurunan. Karena itu, PLN menjalankan manajemen beban secara terbatas sambil memastikan pasokan tetap dioptimalkan dari unit pembangkit yang masih dapat beroperasi.
Dalam tahap berikutnya, PLN menekankan bahwa proses pemulihan dilakukan dengan upaya percepatan agar aliran listrik dapat kembali normal sesuai kondisi di lapangan. PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, dan menyatakan penanganan lanjutan terus dilakukan melalui tindak lanjut di tingkat UP3 Bogor.












