jurnalistik.co.id – Vinicius Junior terpilih sebagai Man of the Match saat Brasil menghadapi Haiti pada lanjutan Grup C Piala Dunia 2026. Penampilannya bukan hanya menentukan jalannya laga, tetapi juga memberi ancaman berulang di area pertahanan lawan.
Pertandingan Brasil vs Haiti digelar di Stadion Philadelphia, Philadelphia, Amerika Serikat, pada Jumat (19/6/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi WIB. Pada matchday kedua Grup C, Vinicius Junior tampil sebagai starter dalam skema yang disusun Carlo Ancelotti.
Brasil keluar sebagai pemenang dengan skor 3-0. Tiga gol tim Selecao semuanya tercipta di babak pertama dan menjadi pembeda utama atas Haiti.
Matheus Cunha mencatatkan dua gol untuk Brasil, masing-masing pada menit 23′ dan 36′. Sementara itu, Vinicius Junior menambah satu gol pada menit 45+3′, sehingga keunggulan Brasil makin meyakinkan sebelum jeda.
Hasil tersebut membawa Brasil bertengger di puncak klasemen sementara Grup C dengan torehan empat poin. Dengan kemenangan di Philadelphia, langkah Brasil makin kuat setelah menjalani fase awal turnamen di grup yang sama.
Kontribusi Vinicius Junior dalam laga ini menjadi sorotan, terutama karena ia terlihat berulang kali menguji pertahanan Haiti lewat tembakan-tembakan dan pengambilan keputusan yang cepat. Sebagai pemain berusia 25 tahun yang berlatar Real Madrid, ia juga konsisten menghadirkan tekanan yang sulit diputus.
Ancaman yang ia bangun di area pertahanan lawan berbuah gol pembuka. Tembakan keras Vinicius Junior menghasilkan bola muntah yang langsung disambar menjadi gol oleh Matheus Cunha, mengubah intensitas serangan menjadi angka.
Setelah itu, Vinicius Junior kembali menunjukkan kualitasnya dalam membangun peluang untuk rekan setim. Ia menyodorkan assist akurat yang berujung pada gol kedua Cunha, mempertegas perannya sebagai pemicu serangan utama Brasil.
Penampilan Vinicius Junior di babak pertama kian lengkap ketika ia akhirnya mencetak gol lewat tembakan terukur. Gol pada menit 45+3′ lahir dari umpan manis Lucas Paqueta, yang membuat ritme Brasil menjelang turun minum tetap tidak terkendali.
FIFA mencatat jalannya laga dengan kalimat berikut: “Tanpa banyak kesulitan, tiga gol di babak pertama mengantarkan Brasil meraih kemenangan meyakinkan atas Haiti di Philadelphia; kemenangan yang membuat mereka menyalip Maroko di puncak Grup C,” tulis pernyataan yang dikutip FIFA.
Dalam penilaian lanjutan, FIFA juga menegaskan peran Vinicius Junior secara spesifik: “Vinicius Junior menjadi arsitek kedua gol pembuka yang dicetak oleh Matheus Cunha, sebelum ia sendiri mencetak gol ketiga pada masa tambahan waktu.”
Setelah jeda, permainan Haiti memang terlihat lebih berani. Namun, perubahan itu belum mampu mengubah hasil akhir pertandingan.
Masih berdasarkan pernyataan FIFA, “Haiti tampil lebih baik setelah jeda, namun tak satu pun dari kedua tim mampu menambah skor,” lanjut pernyataan tersebut. Dengan demikian, keunggulan Brasil yang sudah terbangun pada babak pertama bertahan hingga peluit akhir.
Dari sisi statistik, Vinicius Junior juga menunjukkan dampak yang terukur. Berdasarkan data yang dihimpun Fotmob, ia mencatatkan Expected Goals (xG) sebesar 0,4 dan Expected Assist (xA) 0,2.
Selain kontribusi berbasis peluang, akurasinya dalam mengolah bola juga menonjol. Ia tercatat memiliki akurasi umpan menyentuh 76 persen, dengan 16 operan sukses dari 21 percobaan.
Dalam urusan penyelesaian akhir, Vinicius Junior tampil lebih tajam lagi. Akurasi tembakannya mencapai angka mutlak 100 persen, karena dua percobaannya selalu tepat sasaran.
Kemenangan 3-0 yang diraih Brasil akhirnya menjadi panggung yang lengkap untuk Vinicius Junior: ia berperan sebagai perancang serangan, pencetak gol, sekaligus sosok yang membuat pertahanan Haiti selalu harus bekerja ekstra. Dengan raihan itu, Brasil memperkuat posisi mereka di Grup C, sementara Man of the Match untuk Vinicius Junior menjadi penegasan atas kontribusinya yang menentukan.












