Hukum & Kriminal

Polisi Tembak Kaki Pelaku Curanmor yang Hendak Kabur di Kalideres Jakbar

1
×

Polisi Tembak Kaki Pelaku Curanmor yang Hendak Kabur di Kalideres Jakbar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hendak Kabur Saat Ditangkap, Polisi Tembak Kaki Pelaku Curanmor di Kalideres Jakbar

jurnalistik.co.id – Seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor berinisial RD ditembak di bagian kaki oleh polisi di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap. Tindakan tegas itu dilakukan dalam pengembangan kasus pada Sabtu (23/5/2026).

Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang membenarkan penembakan tersebut. “Betul, yang ditembak RD,” kata Rihold dalam konferensi pers di Mapolsek Kalideres, Senin (25/5/2026).

Akibat tembakan itu, RD mengalami luka pada bagian kaki. Ia sempat dibawa ke RSUD Kalideres untuk mendapatkan perawatan medis, dan saat ini hanya bisa duduk di kursi roda.

RD bukan satu-satunya yang diamankan. Ia merupakan bagian dari lima orang anggota komplotan curanmor yang berhasil dibekuk jajaran Polsek Kalideres. Empat pelaku lainnya, yakni PM, MA, YD, dan AH, juga turut diamankan di kediaman masing-masing.

Kelima pelaku memiliki peran berbeda dalam komplotan tersebut, mulai dari eksekutor hingga penadah. Polisi menyebut para pelaku memang menyasar sepeda motor roda dua yang ada di wilayah Kecamatan Kalideres, dengan waktu kejadian yang bervariasi, baik sore maupun subuh, dan dilakukan berulang kali.

“Kami mengamankan pelaku-pelaku yang telah melakukan pencurian motor roda dua yang ada di wilayah Kecamatan Kalideres. Untuk waktu kejadian ini bervariasi, ada yang sore, ada yang subuh dan berulang kali,” ujar Rihold.

Selain menangkap para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya pakaian yang digunakan saat beraksi, kunci letter T, ponsel, serta beberapa STNK milik korban.

Rihold menjelaskan, komplotan itu bekerja secara terencana dan tampak berpengalaman dalam melakukan pencurian. Mereka biasanya mengincar motor yang diparkir tanpa pengawasan ketat, lalu memanfaatkan kelengahan korban untuk bertindak cepat.

Dalam hitungan detik, kendaraan yang diincar bisa dibobol dan dibawa kabur. Untuk melancarkan aksinya, para pelaku menggunakan kunci letter T. “Jadi mereka melakukan hunting dan pada saat dirasa itu aman, mereka langsung mengambil secepat hitungan detik. Jadi tidak lama-lama. Pelaku dalam melakukan semua pencurian dengan menggunakan alat berupa kunci letter T,” jelas Rihold.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengidentifikasi tujuh tempat kejadian perkara atau TKP yang seluruhnya berada di Kelurahan Tegal Alur. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa komplotan tersebut tidak bergerak secara spontan, melainkan menjalankan pola yang berulang di lokasi yang sama.

Sejumlah pelaku bahkan mengaku sudah beraksi belasan kali. Aksi mereka disebut tidak hanya terjadi di Kalideres, tetapi juga di wilayah lain di Jakarta Barat hingga ke luar daerah. Polisi menyebut ada pelaku yang beroperasi empat kali, ada yang hampir tiga kali, dan ada pula yang lebih dari sepuluh kali di wilayah Jakarta Barat.

“Untuk pelaku ada yang beroperasi empat kali, ada yang beroperasi hampir tiga kali, ada yang lebih dari sepuluh kali ya untuk di wilayah Jakarta Barat, bukan hanya di wilayah Kecamatan Kalideres,” ungkapnya.

Kasus ini menambah daftar pengungkapan pencurian kendaraan bermotor di kawasan Kalideres. Dari pengembangan yang dilakukan, polisi menilai para pelaku memanfaatkan situasi lengah dan memilih sasaran yang dianggap mudah dibobol dalam waktu singkat.

Dengan diamankannya RD bersama empat pelaku lain, polisi kini masih mendalami rangkaian aksi komplotan tersebut, termasuk peran masing-masing anggota dan keterkaitan mereka dengan TKP yang sudah teridentifikasi. Seluruh barang bukti yang disita juga menjadi bagian penting dalam pemeriksaan lanjutan atas kasus curanmor yang berulang di wilayah itu.