jurnalistik.co.id – Pimpinan MPR RI menyiapkan pengiriman undangan untuk rangkaian sidang tahunan dan sidang bersama yang akan digelar pada Agustus mendatang. Ketua MPR Ahmad Muzani menyebut undangan tersebut akan ditujukan kepada para presiden serta wakil presiden terdahulu.
Menurut Muzani, distribusi undangan mulai dilakukan pada Senin, 10 Agustus 2026. Ia menyatakan prosesnya juga mencakup pihak-pihak lain yang sebelumnya telah ditetapkan masuk dalam daftar undangan.
“Mulai Senin sudah didistribusikan ke mantan-mantan wakil presiden dan termasuk para mantan presiden , termasuk ketua umum partai politik,” kata Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Muzani mengatakan informasi lanjutan terkait konfirmasi kehadiran para tokoh undangan akan disampaikan setelah proses pengiriman dimulai. Ia berharap semua pihak yang diundang dapat memenuhi agenda tersebut.
Dia menjelaskan, MPR juga akan melakukan pemberitahuan mengenai siapa yang hadir dan siapa yang berhalangan. “Nanti, nanti akan kami kabari siapa yang akan datang dan siapa yang berhalangan. Mudah-mudahan bisa datang semuanya,” ujar Muzani.
Dalam penjadwalan agenda, MPR menetapkan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR, DPR, serta DPD berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026. Sidang dimulai pada pukul 08.30 WIB dan berlangsung hingga selesai.
Muzani menyampaikan bahwa keputusan penetapan jadwal tersebut diambil melalui rapat gabungan pimpinan MPR, fraksi-fraksi, kelompok DPD, serta alat kelengkapan MPR. “Rapat memutuskan bahwa sidang tahunan MPR dan sidang bersama MPR, DPR, dan DPD diselenggarakan pada tanggal 14 Agustus, hari Jumat, tahun 2026, dimulai pada jam 08.30 WIB sampai selesai. Diharapkan sebelum shalat Jumat sudah selesai,” ujar Muzani saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Agenda sidang bersama dan sidang tahunan tersebut, lanjut Muzani, akan berjalan dengan urutan acara yang telah disusun. Sidang akan diawali pidato Ketua MPR dan pidato Ketua DPD.
Berita Terkait
Setelah rangkaian tersebut, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan selaku Kepala Negara. Di bagian berikutnya, Presiden juga memaparkan laporan kinerja lembaga-lembaga negara.
“Dengan agenda pokok yakni pidato Ketua MPR, pidato Ketua DPD, kemudian kita akan mendengarkan pidato kenegaraan Presiden selaku Kepala Negara sekaligus menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara,” ucapnya.
Selain menetapkan jadwal, MPR juga telah menyusun daftar tamu undangan untuk menghadiri rangkaian agenda tahunan tersebut. Muzani menyebut undangan akan diberikan kepada seluruh presiden dan wakil presiden terdahulu.
Ia juga menyampaikan bahwa daftar undangan tidak hanya memuat para presiden dan wakil presiden terdahulu, tetapi turut mencakup pimpinan-pimpinan lembaga negara pada periode sebelumnya. Para menteri, duta besar, serta ketua umum partai politik juga termasuk dalam daftar undangan tersebut.
“Yang kita undang adalah semua presiden terdahulu, wakil presiden terdahulu , ketua MPR dan pimpinan MPR serta DPR dan DPD terdahulu, sama para menteri, duta besar, ketua umum-ketua umum partai kita undang semua,” kata Muzani.
Meski demikian, Muzani menjelaskan undangan kepada para tamu belum dikirim pada waktu pernyataan tersebut. Ia menyebut hal itu terjadi karena proses pencetakan masih berlangsung.
Dengan demikian, pengiriman undangan dijadwalkan berjalan mulai Senin, 10 Agustus 2026, sementara kepastian kehadiran para tokoh akan diinformasikan kemudian. Harapannya, seluruh pihak yang diundang dapat hadir pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR, DPR, serta DPD yang digelar pada 14 Agustus 2026.
Serangkaian kegiatan sidang tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda kenegaraan yang mempertemukan pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara. Setelah pembukaan oleh Ketua MPR dan Ketua DPD, pidato kenegaraan Presiden akan menjadi bagian utama dalam agenda yang telah ditetapkan.












