Daerah

Sudin LH Jakarta Utara Menjawab Keluhan Warga Muara Baru soal Sampah di Kali Gendong

×

Sudin LH Jakarta Utara Menjawab Keluhan Warga Muara Baru soal Sampah di Kali Gendong

Sebarkan artikel ini
Keluhan Warga soal Sampah di Kali Gendong Dijawab Sudin LH Jakarta Utara News 24 Juni 2026
Ilustrasi: Keluhan Warga soal Sampah di Kali Gendong Dijawab Sudin LH Jakarta Utara

jurnalistik.co.id – Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara menanggapi keluhan warga RW 17 Muara Baru, Penjaringan, terkait tumpukan sampah di Kali Gendong yang dinilai tidak segera diangkut hingga menggunung.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) LH Kecamatan Penjaringan Fadli menjelaskan, pengambilan sampah di Kelurahan Penjaringan dilakukan oleh petugas gerobak sampah yang dikelola secara swadaya oleh warga setempat.

“Untuk di Kelurahan Penjaringan, pengambilan sampah diambil oleh tukang gerobak yang dikelola swadaya oleh warga setempat, door to door dan dibuang ke Dipo kami di Dipo Kali Gendong,” ujar Fadli saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (23/6/2026).

Menurut Fadli, sampah yang terkumpul di Depo Kali Gendong kemudian diangkut setiap hari menggunakan delapan armada truk tipper.

Ia mengakui, pihaknya menghadapi keterbatasan armada untuk menjangkau gang-gang sempit di kawasan permukiman.

“Kami dari Satpel LH punya keterbatasan armada yang memadai untuk angkut sampah di gang sempit. Di lokasi sekitar bantaran Kali Gendong, sampahnya diangkut oleh gerobak sampah setempat yang dikelola oleh RT setempat dan dibuang ke Dipo Kali Gendong,” kata Fadli.

Fadli juga menyampaikan, penanganan sampah di kawasan Kali Gendong selama ini mendapat bantuan dari Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPS BA) Dinas Lingkungan Hidup.

Ia menambahkan, selama periode penanganan, pihaknya sudah tiga kali ikut membantu membersihkan aliran Kali Gendong.

“Kami sudah tiga kali membantu membersihkan kali tersebut karena memang kesadaran dari masyarakat setempat kurang menyadari arti kebersihan lingkungan,” ujar Fadli.

Terkait kondisi tumpukan sampah yang sempat menjadi sorotan di media sosial, Fadli memastikan petugas UPS BA dan PPSU masih terus melakukan pembersihan.

“Dari hari Minggu (21/6/2026) sampai hari Selasa (23/6/2026) ini, team UPS BA dan PPSU sudah melakukan penanganan sampah di sepanjang aliran sungai Kali Gendong,” tambah dia.

Warga RW 17 Muara Baru yang tinggal di sekitar aliran Kali Gendong mengungkapkan, sebagian penduduk memilih membuang sampah ke kali karena sampah yang diletakkan di darat kerap tidak segera diangkut.

Menurut mereka, keterlambatan pengangkutan membuat sampah di darat menumpuk dalam waktu yang lebih lama.

Slamet (40), salah seorang warga setempat, mengatakan pembersihan lebih cepat terjadi saat sampah dibuang ke aliran kali dibandingkan ketika sampah diletakkan di darat.

“Setiap kita buang di situ (kali), pagi udah nggak ada (bersih). Tapi kalau kita buang di darat, masih sampai sore masih ada,” ujar Slamet saat ditemui Kompas.com, Selasa (23/6/2026).

Dari penjelasan petugas, pengelolaan sampah di tingkat lingkungan bergantung pada skema gerobak swadaya yang bekerja door to door menuju depo di Dipo Kali Gendong.

Selanjutnya, sampah yang terkumpul di depo diangkut menggunakan delapan armada truk tipper setiap hari, sementara pengangkutan dari bantaran Kali Gendong memanfaatkan gerobak sampah setempat yang dikelola RT karena adanya keterbatasan akses armada.

Di sisi penanganan aliran sungai, peran UPS BA dan PPSU disebut terus berjalan selama rentang waktu yang melibatkan hari Minggu (21/6/2026) hingga Selasa (23/6/2026).

Sementara itu, Fadli menekankan bahwa pembersihan yang telah dilakukan beberapa kali juga berkaitan dengan faktor kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan.

Warga di sekitar RW 17 Muara Baru menilai, masalah tumpukan sampah di Kali Gendong muncul ketika sampah yang semula ditempatkan di darat tidak langsung masuk ke alur pembersihan, sehingga lebih mudah mengendap dan menumpuk. Kondisi ini kemudian memunculkan keluhan karena pengangkutan dianggap belum datang sesuai harapan.

Dalam mekanisme yang dijelaskan petugas, arus penanganan terbagi pada dua level: pengumpulan dari permukiman dilakukan melalui gerobak swadaya yang bekerja door to door menuju depo, sedangkan pengangkutan lanjutan dari Dipo Kali Gendong memakai armada truk tipper. Fadli menambahkan, pembagian peran itu juga menyesuaikan akses di area bantaran dan gang sempit.

Selain skema pengelolaan dari tingkat lingkungan, proses pembersihan aliran Kali Gendong tetap berjalan dengan melibatkan UPS BA dan PPSU. Penanganan dimaksud juga mencakup periode penindakan sejak Minggu (21/6/2026) sampai Selasa (23/6/2026), dengan pembersihan dilakukan di sepanjang aliran sungai yang menjadi fokus keluhan.