Hukum & Kriminal

Kontroversi pembebasan narapidana lebih cepat dan usulan pajak “back of the net” ala Gary

×

Kontroversi pembebasan narapidana lebih cepat dan usulan pajak “back of the net” ala Gary

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Newspaper headlines: 'Row over early prison release' and 'Gary's back of the net tax'

jurnalistik.co.id – Sejumlah surat kabar Inggris menyoroti dua isu yang sedang menjadi bahan perdebatan: kajian ulang program pembebasan narapidana lebih cepat, serta usulan pajak 2% atas aset bernilai lebih dari £10 juta yang diasosiasikan dengan Gary Lineker.

Di tengah sorotan itu, pihak keluarga korban menilai kebijakan pembebasan lebih cepat berpotensi tidak sejalan dengan rasa keadilan. Pergeseran sikap politik juga ikut memanaskan suasana, terutama setelah Perdana Menteri Andy Burnham menyatakan ingin memastikan proses peninjauan dilakukan terlebih dahulu sebelum kebijakan berjalan.

Kontroversi pembebasan narapidana lebih cepat

Berbagai harian mengangkat konflik seputar rencana pembebasan narapidana lebih cepat, setelah keluarga seorang polisi yang tewas pada 2019 menyampaikan kemarahan. Mereka menyoroti bahwa dua dari tiga terpidana terkait kematian tersebut dapat dilepas setelah menjalani hanya setengah dari masa hukuman.

Guardian merangkum sengketa itu melalui judul: “Burnham steps in to order review in row over early prison release”. Di pemberitaannya, langkah Burnham diposisikan sebagai intervensi yang mengarah pada peninjauan ulang atas program tersebut.

The Times melaporkan bahwa pengelola penjara telah diminta menunda rencana pembebasan narapidana lebih cepat pada bulan September. Menurut surat kabar itu, keputusan Burnham membawa dampak yang digambarkan sebagai “chaos in jails” di berbagai wilayah Inggris dan Wales.

Burnham berbicara kepada wartawan di Bath. Ia disebut tidak memberikan jaminan apa pun, tetapi ingin memastikan bahwa pihak terkait telah menelaah semuanya sebelum kebijakan ini diteruskan. Pernyataan yang dikutip menyebut ia ingin memastikan “everything has been looked at before this policy proceeds”.

Telegraph menampilkan headline “It is deplorable that freeing prisoners early is acceptable”, dengan mengutip janda PC Andrew Harper. Ia menyampaikan penolakan terhadap anggapan bahwa pembebasan lebih cepat dapat diterima, sejalan dengan pengalaman keluarganya setelah kematian Andrew Harper.

Dalam konteks kasus tersebut, Andrew Harper tewas pada 2019 setelah menjalankan tugas penyelidikan terkait pencurian sebuah quad bike di Berkshire. Dua saat itu masih remaja mencoba kabur dari lokasi dengan mobil yang dikemudikan oleh seorang pihak ketiga, sementara Andrew Harper dilaporkan terseret di sepanjang jalan pedesaan lebih dari satu mil.

Telegraph menyebut bahwa kejadian itu terjadi setelah pergelangan kaki sang polisi tersangkut pada tali derek. Rangkaian peristiwa tersebut menjadi dasar penolakan keluarga korban terhadap skema yang memungkinkan pelepasan lebih cepat.

Express menempatkan foto satu halaman Andrew dan Lissie Harper berdampingan dengan judul: “My Andrew and every victim deserves better”. Sementara itu, Independent memusatkan perhatian pada gambar pasangan tersebut serta memuat pernyataan dari keluarga almarhum.

Independent turut mengutip ucapan Harper’s mother yang menyebut keputusan semacam itu sebagai sebuah “insult”. Ia menilai adalah penghinaan jika dua dari para pelaku yang bertanggung jawab atas kematian putranya dapat dianggap memenuhi syarat untuk skema pembebasan narapidana lebih cepat.

Daily Mail, pada gilirannya, mengaitkan ketidakpastian terhadap kelanjutan skema tersebut dengan “dramatic intervention” dari Lissie. Surat kabar itu menuliskan bahwa langkah Lissie memicu keraguan mengenai masa depan keseluruhan program pembebasan lebih cepat.

Usulan pajak “back of the net” ala Gary Lineker

Isu lain yang ikut menjadi sorotan adalah usulan pajak 2% terhadap aset bernilai lebih dari £10 juta. Daily Mirror melaporkan bahwa lebih dari 100 orang miliarder mendesak Perdana Menteri agar mereka membayar pajak yang lebih besar.

Dalam pemberitaan itu disebutkan kelompok Patriotic Millionaires turut menyertakan mantan striker timnas Inggris, Gary Lineker. Pernyataan kelompok tersebut menyebut pajak 2% atas aset milik mereka yang bernilai lebih dari £10m dapat menghasilkan £24bn bagi Inggris.

Daily Star kemudian mengangkat gagasan itu dengan istilah “Gary’s back of the net tax”. Pilihan frasa yang bernuansa sepak bola tersebut memperjelas bagaimana isu pajak itu dipaketkan secara populer di halaman depan.

Gagasan transportasi dan kabar dari ruang sidang

Metro mengulas visi Burnham mengenai “nationally integrated public transport system”. Surat kabar itu mengaitkan gagasan tersebut dengan pengumuman adanya penurunan batas nasional untuk sebagian besar tarif bus di Inggris.

Sementara itu, The Sun mengangkat wawancara dengan Paul Rees, seorang pengemudi Top Gear yang dikenal memainkan peran “The Stig”. Ia diberitakan sedang menggugat BBC setelah sebuah kecelakaan yang melibatkan Andrew “Freddie” Flintoff pada 2022.

Rees disebut menggugat BBC Studios dengan tuntutan ganti rugi lebih dari £100,000. Ia menyatakan mengalami cedera punggung dan gangguan stres pascatrauma.

Menurut ringkasan pemberitaan, BBC Studios sebelumnya menegaskan dalam tanggapan hukum bahwa Rees tidak mengeluhkan adanya cedera pada saat kejadian maupun setelah kecelakaan. Perusahaan itu juga membantah bahwa mereka lalai, baik “as alleged or at all”.

Tuduhan pemalsuan data limbah dan gejolak harga gas Eropa

Di halaman lain, i melaporkan kasus “Water execs face criminal charges, accused of major conspiracy to fake sewage tests”. Surat kabar itu menyebut mantan chief exec Southern Water, Matthew Wright, dan tiga orang lainnya didakwa atas dugaan konspirasi untuk menipu regulator.

Menurut pemberitaan tersebut, dugaan itu terkait pemalsuan data kunci mengenai pengujian limbah. i menggambarkan kasus ini sebagai sebuah “landmark for environmental accountability”.

Terakhir, Financial Times menempatkan perkembangan terbaru di Selat Hormuz sebagai cerita utama. Surat kabar itu menyebut harga gas Eropa melonjak hampir 50% dalam sebulan terakhir, dan pasar dianggap sangat peka terhadap fluktuasi.

Financial Times mengaitkan sensitivitas pasar dengan gelombang panas serta kekhawatiran tentang pasokan pada musim dingin. Dengan demikian, kombinasi faktor cuaca dan dinamika pasokan menjadi penentu perhatian investor dan pelaku industri.