jurnalistik.co.id – Ruas jalan provinsi Ngawen–Kunduran di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami kerusakan yang membuat pengendara harus melintas dengan lebih hati-hati. Di sejumlah titik, kondisi jalan berbeton tidak lagi dalam keadaan mantap dan sebagian sudah ditambal, namun tampalan tersebut juga dinilai tidak lagi memadai.
Ketika melintasi ruas tersebut, terlihat adanya kontur tanah yang agak miring di area tertentu. Selain itu, badan jalan berbeton juga sudah ada yang rusak sehingga pengguna jalan perlu memperlambat kendaraan saat melintas.
Di beberapa segmen, kerusakan yang terjadi pada jalan berbeton pernah ditangani dengan penambalan menggunakan aspal. Meski demikian, penambalan yang pernah dilakukan itu juga disebut sudah mengalami kerusakan kembali dan justru dapat membahayakan pengguna jalan.
Kondisi kerusakan dan beragam pengguna jalan
Kerusakan pada ruas Ngawen–Kunduran tampaknya sudah diketahui oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah. Kondisi di lapangan menunjukkan tidak hanya masalah pada bagian berbeton yang retak atau rusak, tetapi juga adanya ketidakteraturan pada permukaan di titik tertentu.
Warga dan pengguna jalan melintasi ruas tersebut dengan kebutuhan yang beragam, baik untuk aktivitas harian maupun pergerakan logistik. Kendaraan yang menggunakan jalur ini disebut sangat bervariasi, mulai dari kendaraan bermuatan berat hingga kendaraan pribadi.
Menurut pemberitaan, pengguna jalan mencakup truk, kontainer, tronton, bus, hingga kendaraan pribadi roda empat dan roda dua. Kombinasi jenis kendaraan tersebut membuat kondisi jalan yang rusak berpotensi menimbulkan risiko yang lebih besar, terutama bagi pengendara yang harus melewati segmen dengan permukaan tidak rata.
Dalam konteks keselamatan, penambalan yang sudah kembali rusak dapat mengubah karakter permukaan jalan. Pada kondisi seperti itu, pengendara cenderung perlu menyesuaikan laju kendaraan, selain tetap mewaspadai bagian yang berlubang atau tidak rata.
Alokasi Rp 14,5 miliar untuk perbaikan
Kepala DPUPR Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menyebut pemerintah provinsi (Pemprov) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 14,5 miliar untuk memperbaiki ruas jalan tersebut. Pernyataan itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja di Blora pada Selasa (9/6/2026).
Henggar menegaskan bahwa dukungan anggaran tidak hanya berhenti pada satu segmen. Ia menyatakan, “Berikutnya ada lagi yang ruas di Kunduran. Ini juga ada alokasi Rp 14,5 miliar,” ucap dia saat melakukan kunjungan kerja di Blora, Selasa (9/6/2026).
Dengan adanya keterangan tersebut, fokus perbaikan dipahami mencakup lebih dari satu bagian di wilayah Kunduran. Artinya, proses penanganan jalan tidak hanya menutup kerusakan pada titik yang terlihat saat kunjungan, tetapi juga diarahkan pada ruas lain yang berada di area tersebut.
Proses perbaikan masih menyiapkan desain
Henggar menjelaskan bahwa saat ini proses konstruksi untuk memperbaiki jalan tersebut masih disiapkan oleh jajarannya. Ia menyatakan bahwa tahap desain menjadi salah satu bagian yang sedang berjalan.
Ia menerangkan, “Jadi desain masih disiapkan oleh teman-teman di bidang bina konstruksi yang harapannya nanti dalam waktu yang cepat bisa terselesaikan langkah apa yang akan diambil, konstruksi apa yang nanti akan diambil.” Penjelasan itu menempatkan proses desain sebagai prasyarat untuk menentukan langkah penanganan di lapangan.
Selanjutnya, Henggar juga menekankan perlunya keputusan dari pihak yang menyiapkan desain. “Ini bisa segera kita mendapatkan keputusan dari teman-teman yang melaksanakan desain,” terang dia.
Uraian tersebut menunjukkan bahwa perbaikan jalan masih berada pada fase penyiapan dokumen dan penetapan rincian langkah konstruksi. Setelah desain dan keputusan terkait ditetapkan, barulah tahap pelaksanaan perbaikan dapat berjalan secara lebih terarah.
Dengan mempertimbangkan kondisi jalan berbeton yang rusak dan penambalan yang telah kembali rusak, keberlanjutan proses perbaikan menjadi krusial bagi keselamatan pengguna jalan. Apalagi, ruas Ngawen–Kunduran dipakai oleh kendaraan dari berbagai kategori, termasuk kendaraan bermuatan berat seperti truk, kontainer, dan tronton, serta bus.
Dalam pemberitaan, kondisi di lapangan juga digambarkan masih memperlihatkan kontur yang agak miring di sebagian area. Perbaikan yang direncanakan melalui alokasi anggaran Rp 14,5 miliar diharapkan dapat menjawab permasalahan tersebut, sekaligus mengurangi risiko yang muncul akibat kerusakan berulang di badan jalan.












