jurnalistik.co.id – Sedikitnya 13 orang tewas dalam serangan udara Israel di Gaza, menurut pejabat Palestina, menyusul persetujuan Hamas terhadap rencana pelucutan senjata.
Dinas Pertahanan Sipil Gaza menyatakan pesawat militer Israel melancarkan serangan di Gaza City, Khan Younis, dan Deir el-Balah. Serangan ini menjadi malam kedua berturut-turut untuk wilayah tersebut.
Hamas disebut telah menerima paket pelucutan senjata yang menempatkan kelompok itu menyerahkan persenjataan kepada “Board of Peace” yang dikaitkan dengan Presiden AS Donald Trump. Skema tersebut juga dimaksudkan sebagai bagian dari upaya lanjutan setelah berhentinya perang.
Pihak Israel Defense Forces (IDF) mengatakan serangan menargetkan operatif militer di Gaza. Dalam pernyataan yang disampaikan di tengah informasi korban, IDF menyebut dua militan Hamas tewas.
Menurut IDF, dua orang yang tewas termasuk seorang komandan dari pasukan elit Nukbha serta komandan dari Batalyon Maghazi. IDF juga menyatakan bahwa keduanya berencana melakukan serangan terhadap target Israel.
Masih terkait klaim militer, IDF menambahkan bahwa pada serangan terpisah pekan lalu, seorang militan Hamas dari Batalyon Jabalia di Gaza utara juga tewas. IDF menyebut ketiganya tengah menyiapkan rencana penyerangan ke pihak Israel.
Pemantauan dari pejabat kesehatan Palestina melaporkan detail korban sipil. Dua orang, termasuk seorang anak, disebut tewas dalam serangan terhadap bangunan tempat tinggal di Gaza City, sementara seorang orang lainnya dilaporkan tewas di area dekat Jabalia, Gaza utara.
Di Khan Younis, sebuah rumah dilaporkan menjadi sasaran serangan hingga ayah, ibu, dan anak laki-laki berusia sembilan tahun tewas. Di Deir el-Balah, seorang pria dan seorang perempuan juga dilaporkan meninggal setelah blok apartemen mereka terkena serangan.
Isyarat ketidakpastian: klaim tidak ada kesepakatan hentikan serangan
Menteri Energi Israel, Eli Cohen, mengatakan pada Minggu bahwa belum ada kesepakatan yang dicapai untuk menghentikan serangan terhadap Jalur Gaza. Cohen menyebut wilayah itu kini berada di bawah kendali Israel sekitar 70%.
Cohen juga menegaskan bahwa ia melihat perlunya Jalur Gaza berada di bawah kendali penuh Israel bila Hamas tidak melakukan pelucutan senjata, meskipun ada rencana dalam kerangka Board of Peace yang menyebut penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut.
Berita Terkait
Di sisi lain, IDF menyampaikan lewat unggahan di X bahwa mereka menewaskan dua komandan Hamas. Pernyataan tersebut memperkuat narasi Israel bahwa operasi mereka diarahkan pada elemen militer, terlepas dari perkembangan diplomasi yang dibawa oleh rencana pelucutan senjata.
Catatan korban sipil juga terus meningkat. Lebih dari 1.100 warga Palestina disebut tewas sejak “gencatan senjata” yang sempat diumumkan mulai berlaku pada Oktober lalu.
Board of Peace dan rencana tahap kedua gencatan senjata
Belum lama ini, Presiden Trump menyatakan Board of Peace telah mencapai kesepakatan untuk “pelucutan senjata lengkap” Hamas serta kelompok bersenjata lainnya di Gaza. Ia juga menggambarkan rencana itu sebagai langkah besar bagi kawasan Timur Tengah.
Namun, Israel disebut masih menaruh keraguan terhadap kesediaan Hamas untuk menyerahkan senjata dan kendali di Gaza. Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel Itamar Ben Gvir menolak draf tersebut dengan mengatakan “tidak dapat diterima”.
Menurut laporan, rencana itu termasuk fase kedua dari program gencatan senjata yang dijembatani AS untuk mengakhiri perang di Gaza. Program 20 poin yang diumumkan pada September tahun lalu mencakup pembentukan Board of Peace untuk mengawasi implementasi, pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, serta rekonstruksi Gaza.
Pada Jumat, sebuah peta jalan 15 poin turut dipublikasikan untuk langkah-langkah akhir penerapan kesepakatan. Dokumen tersebut, yang belum dijalankan, menyebut proses dimulai dengan inventarisasi dan penyimpanan persenjataan berat, lokasi produksi militer, gudang senjata, serta terowongan.
Peta jalan itu dikaitkan dengan syarat agar Israel memenuhi komitmennya di bawah perjanjian gencatan senjata awal. Bagaimana persenjataan diserahkan kepada Board of Peace disebut belum jelas, meski diperkirakan semua persenjataan berat dan perangkat militer akan dipindahkan ke tempat penyimpanan dan dikelola oleh Palestinian National Committee.
Kantor itu digambarkan sebagai kelompok teknokrat independen yang oleh Hamas disepakati untuk menerima penyerahan kekuasaan. Komite tersebut disebut bekerja dari Kairo dan belum masuk ke wilayah Gaza.
Dampak kerusakan dan akumulasi puing
Dalam konteks kondisi lapangan, Israel disebut menghancurkan lebih dari 1.500 bangunan di area Gaza yang berada di bawah kendalinya sejak gencatan senjata. BBC Verify mengutip temuan berbasis citra satelit pada November lalu, sementara disebutkan jumlah sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena ada wilayah yang tidak memiliki ketersediaan pencitraan.
Estimasi PBB menyebut sekitar 60 juta ton puing telah terkumpul sejak Oktober 2023. Hamas, yang oleh pemerintah Inggris dikategorikan sebagai organisasi teroris, telah mengatur Jalur Gaza sejak 2007.












