Teknologi

Daftar Perangkat Retro Jadul yang Kembali Populer di Era AI – Teknologi

×

Daftar Perangkat Retro Jadul yang Kembali Populer di Era AI – Teknologi

Sebarkan artikel ini
Daftar Perangkat Retro Jadul yang Populer di Era AI
Ilustrasi: Daftar Perangkat Retro Jadul yang Populer di Era AI - Teknologi

jurnalistik.co.id – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan hadirnya smartphone yang semakin canggih, minat terhadap perangkat teknologi lawas justru kembali muncul di permukaan. Tren “kembali ke masa lalu” ini makin terasa karena banyak pengguna ingin mengurangi distraksi digital serta menikmati pengalaman yang lebih sederhana dan terarah.

Fenomena tersebut disebut berkaitan dengan tren slow tech, yaitu cara menggunakan teknologi secara lebih sadar dan terkontrol. Alih-alih perangkat yang terus menarik perhatian lewat notifikasi, iklan, dan algoritma media sosial, pengguna mulai mencari perangkat dengan fungsi yang lebih fokus dan tidak terlalu “menggiring” kebiasaan digital harian.

Perubahan preferensi ini juga muncul seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak smartphone berlebihan. Kekhawatiran itu mencakup gangguan konsentrasi, penurunan produktivitas, hingga persoalan kesehatan mental. Karena itu, perangkat yang tampil dengan karakter sederhana—dan biasanya menawarkan satu tujuan utama—kembali mendapat tempat di pasar, termasuk di kalangan generasi muda.

Laporan TechCrunch yang dikutip pada Rabu (24/6/2026) menyebut bahwa kebangkitan teknologi retro tidak lagi sekadar didorong faktor nostalgia. Banyak pengguna kini menilai perangkat lawas modern lebih “tenang” dalam penggunaan sehari-hari, terutama karena tidak terus-menerus menampilkan gangguan dari notifikasi, media sosial, maupun aplikasi yang menuntut perhatian berkelanjutan.

Mesin ketik digital atau smart typewriter

Di antara perangkat yang paling menonjol, mesin ketik digital atau smart typewriter menawarkan pengalaman mengetik yang terasa seperti mesin ketik tradisional. Namun, perangkat ini dilengkapi teknologi modern, misalnya penyimpanan digital dan kemampuan sinkronisasi ke layanan cloud.

Model penggunaan seperti ini banyak dipilih penulis yang ingin menjaga fokus saat bekerja. Produk seperti Freewrite disebut banyak dimanfaatkan untuk menulis tanpa harus terus terhubung ke internet dan media sosial, sehingga proses kreatif tidak mudah terputus.

Boombox dan pemutar musik retro

Selain untuk kebutuhan produktivitas, perangkat retro juga kembali diminati untuk hiburan, terutama musik. Boombox yang sempat populer pada era 1980-an kini hadir dengan dukungan Bluetooth, baterai isi ulang, dan kualitas audio yang lebih baik dibanding era aslinya.

Di sisi lain, pemutar kaset dan piringan hitam (vinyl) masih digemari oleh pecinta musik yang mengutamakan pengalaman mendengarkan secara fisik. Bagi sebagian pengguna, sensasi penggunaan media tersebut dianggap memberi ritme tersendiri yang tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh konsumsi musik yang sepenuhnya digital.

Kamera instan

Tren kebangkitan teknologi retro juga terlihat dari kamera instan yang kembali menjadi favorit. Perangkat ini mampu mencetak foto secara langsung sehingga pengguna mendapatkan hasil fisik tanpa perlu menunggu proses unggah atau tampilan digital pada layar.

Keunikan utama yang disorot adalah pengalaman yang lebih personal dan terasa autentik. Berbeda dengan foto digital yang biasanya hanya tersimpan di perangkat, hasil cetak fisik menghadirkan bentuk memori yang bisa langsung dipegang dan dibagikan dalam konteks yang lebih nyata.

Telepon rumah

Telepon rumah atau landline yang sempat lama ditinggalkan juga kembali muncul sebagai bagian dari tren gaya hidup retro. Perangkat ini tetap bisa berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi banyak orang memilihnya sebagai elemen dekorasi rumah bergaya vintage.

Dengan hadirnya telepon rumah di ruang domestik, nilai yang ditonjolkan bukan hanya aspek praktis, melainkan juga kesan estetika. Pengguna tampaknya menginginkan suasana rumah yang terasa lebih “klasik” sekaligus tidak terlalu bergantung pada perangkat seluler.

Dumb phone atau ponsel sederhana

Gelombang perangkat retro juga menyentuh ponsel dengan fungsi dasar, yaitu dumb phone atau ponsel sederhana. Sejumlah produsen mulai menghadirkan ponsel yang terutama menawarkan telepon dan pesan singkat.

Perangkat ini ditujukan bagi pengguna yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap smartphone dan media sosial. Dengan batas fungsi yang lebih jelas, sebagian pengguna berharap kebiasaan digital dapat menjadi lebih terkendali dan tidak terus terdorong oleh aplikasi yang memicu distraksi.

Konsol game retro

Selain perangkat komunikasi dan produktivitas, konsol dan perangkat game genggam bergaya klasik juga kembali diminati. Banyak perusahaan meluncurkan versi modern dari perangkat lawas dengan desain yang mempertahankan nuansa nostalgia.

Pembaruan yang dilakukan biasanya juga dibarengi komponen yang lebih mutakhir, sehingga pengguna tetap bisa merasakan karakter klasiknya, namun dengan dukungan teknologi yang lebih sesuai kebutuhan masa kini. Dalam pola ini, pengguna tidak hanya mencari bentuk “masa lalu”, melainkan juga memastikan pengalaman tetap nyaman digunakan.

Secara keseluruhan, kebangkitan perangkat retro di era AI menunjukkan pergeseran cara pandang pengguna terhadap teknologi. Ketika teknologi modern makin mampu menghadirkan gangguan baru, sebagian orang justru memilih perangkat yang lebih fokus, lebih sederhana, dan lebih mudah dikendalikan dalam rutinitas harian.

Tren ini pada akhirnya sejalan dengan gagasan slow tech: bukan menolak kemajuan, melainkan mengatur ulang hubungan pengguna dengan perangkat agar tidak semua kebutuhan digital harus selalu dikaitkan pada notifikasi, algoritma, dan respons instan dari aplikasi. Dengan pilihan perangkat retro yang semakin beragam, pengguna tampak mencari cara baru untuk bekerja, menikmati hiburan, hingga menyimpan momen dengan cara yang lebih “manusiawi” dan tidak terlalu ramai oleh distraksi.