Olahraga

T20 World Cup: Charlotte Edwards Sebut Inggris Tampil dengan Rasa Percaya Diri Paling Besar Sebelum Semifinal

×

T20 World Cup: Charlotte Edwards Sebut Inggris Tampil dengan Rasa Percaya Diri Paling Besar Sebelum Semifinal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: T20 World Cup: England never been more confident before semi-final - Charlotte Edwards

jurnalistik.co.id – Pelatih Charlotte Edwards mengatakan Inggris memasuki semifinal Piala Dunia T20 dengan tingkat keyakinan terbesar yang pernah mereka miliki. Pernyataan itu ia sampaikan setelah timnya memastikan laju kuat di fase penyisihan dan babak gugur yang kian dekat.

Edwards menegaskan Inggris berada dalam kondisi mental yang sangat percaya diri. Menurutnya, “never been more confident” menjadi gambaran paling tepat tentang suasana ruang ganti jelang pertandingan semifinal.

Inggris sendiri melanjutkan momentum setelah meraih lima kemenangan beruntun di Piala Dunia T20. Pencapaian tersebut mereka wujudkan dengan mengalahkan Selandia Baru pada hari Sabtu, sehingga kecepatan performa terus terjaga menjelang tahap knockout pekan depan.

Dalam perjalanan turnamen lintas format, Inggris sudah mencapai lima semifinal dari enam Piala Dunia sebelumnya. Namun, mereka belum meraih gelar sejak kemenangan bersejarah di Lord’s pada ajang 50-over pada 2017, sehingga semifinal berikutnya menjadi kesempatan penting untuk kembali bersaing di perebutan trofi.

Edwards juga menggambarkan karakter kelompoknya menjelang pertandingan besar. “It is a confident group,” ujarnya kepada BBC Test Match Special, seraya menambahkan bahwa “They are feeling we can win from anywhere, but equally different people are always putting their hands up within the group and putting in those match-winning performances, which we have always asked for.”

Keyakinan itu, menurut Edwards, tidak hanya berasal dari hasil, melainkan juga dari dinamika tim ketika pertandingan berjalan ketat. Ia menutup penjelasannya dengan kalimat, “We are quietly confident and looking forward to a big next week.”

Meskipun Inggris diperkirakan tetap lolos dari Grup Dua, cara mereka menjalani pertandingan di setiap kesempatan tetap menunjukkan kualitas yang meyakinkan. Mereka membukukan skor 200 atau lebih saat menghadapi Sri Lanka dan Skotlandia, memperlihatkan konsistensi saat mengembangkan innings.

Di laga lain, Inggris juga mencetak 186-7 ketika bermain di lapangan yang menantang melawan West Indies di Lord’s. Hasil itu menandai kemampuan tim beradaptasi dengan kondisi pitch, sekaligus mempertahankan ritme permainan meski tantangan datang dari karakter lapangan.

Dalam pertandingan yang menegangkan melawan White Ferns, Inggris mengejar target 164 dengan menyisakan 2.4 over. Pada laga tersebut, Danni Wyatt-Hodge tampil paling menonjol dengan 89 tanpa kalah, menjadi penopang utama ketika tekanan mulai meningkat.

Edwards menegaskan target mereka sejak awal adalah memenangkan grup. “The goal was to win the group,” katanya, dan ia menambahkan, “To go through unbeaten is really pleasing. Our batting has been particularly powerful and a real positive for us.”

Sementara itu, penilaian Edwards juga menyoroti aspek bowling yang menurutnya berjalan sesuai rencana. Ia menilai bahwa timnya mampu mengerjakan tugas di lapangan dengan baik, “I thought we bowled really well tonight on a good pitch. You saw how good that pitch was.”

Ia juga melihat tren peningkatan dari pertandingan ke pertandingan. “We seem to be getting better with each game which is really good going into the business end of the tournament,” ujarnya, yang menunjukkan bahwa tim tidak hanya menang, tetapi juga terus mengasah performa saat turnamen memasuki fase krusial.

Sebelum semifinal dimainkan, Inggris masih menunggu siapa lawan yang akan mereka hadapi. Penentuan tersebut baru diketahui setelah Grup Satu berakhir pada hari Minggu, dan saat ini India atau Afrika Selatan disebut sebagai opsi yang paling mungkin.

Edwards juga menyebut bahwa jadwal pertandingan semifinal belum sepenuhnya pasti bagi Inggris. Timnya belum tahu apakah mereka akan bermain pada Selasa pukul 14:30 BST atau Kamis pukul 18:30 BST, karena pengaturan tersebut berkaitan dengan konteks penyiaran dan posisi klasemen grup.

Menurut rencana, pertandingan pada Selasa disusun agar sesuai dengan kebutuhan televisi India, dengan ketentuan bahwa India akan tampil pada laga tersebut apabila mereka lolos. Implikasinya, Inggris akan bermain pada Kamis jika ada tim selain India yang finis sebagai runner-up Grup Satu, tetapi jadwal akan berubah menjadi Selasa bila India menempati posisi kedua.

Ketika berbicara tentang kemungkinan lawan semifinal, Edwards mengakui tantangan yang menanti timnya. “We obviously know now with the teams we are likely to play in the semi-finals, one are world champions of the ODIs [India] and one have played in every World Cup final for the last three years [South Africa] so it is not going to be easy,” katanya.

Meski demikian, Edwards menegaskan bahwa keyakinan timnya tetap menjadi modal utama menjelang laga besar. “But we are going in with the most confidence we have ever done into a semi-final and with a lot of belief,” tuturnya, sekaligus mempertegas bahwa Inggris memasuki semifinal dengan kepercayaan maksimal sambil siap menghadapi tekanan dari lawan yang memiliki rekam jejak kuat di turnamen dunia.