Hukum & Kriminal

Tas Hitam Berisi Obat Keras Ditemukan di Depan Gang Pinang Ranti Jaktim, Polisi Selidiki Pemiliknya

0
×

Tas Hitam Berisi Obat Keras Ditemukan di Depan Gang Pinang Ranti Jaktim, Polisi Selidiki Pemiliknya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Geger Temuan Tas Hitam di Depan Gang Pinang Ranti Jaktim, Saat Dibuka Berisi Obat Keras

jurnalistik.co.id – Warga Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, dibuat heboh oleh temuan sebuah tas hitam yang tergeletak di depan gang dan belakangan diketahui berisi ratusan obat keras jenis tramadol. Tas itu pertama kali ditemukan oleh anak-anak yang sedang bermain di sekitar lokasi pada Kamis (28/5/2026), lalu temuan tersebut menarik perhatian warga dan akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kapolsek Makasar Kompol Sumardi mengatakan, tas tersebut awalnya dibawa oleh anak-anak sebelum diperiksa oleh warga sekitar. Setelah dibuka bersama-sama, isi tas itu diketahui merupakan obat daftar G dan langsung dilaporkan ke Polsek.

“Dibawa anak-anak lalu diserahkan ke ibu-ibu dan disaksikan warga sekitar di buka isinya obat daftar g dan langsung dilapkan ke Polsek,” ungkap Sumardi saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).

Setelah menerima laporan, polisi bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengamankan barang bukti yang ditemukan di depan gang tersebut. Hingga kini, kepolisian masih menelusuri siapa pemilik tas hitam itu karena benda tersebut ditemukan dalam kondisi tergeletak tanpa ada yang mengakuinya.

“Sudah dicek TKP oleh Bimas, Piket Intel, Reskrim dan Buser, untuk tas beserta isinya sudah diamankan di polsek, untuk penilik masih penyelidikan,” jelas Sumardi.

Temuan ini juga menjadi perhatian warga setelah video yang beredar di akun Instagram info_pinang_ranti memperlihatkan warga membuka tas hitam tersebut. Dalam video itu, tampak sejumlah obat yang diduga termasuk obat daftar G atau obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter.

Dalam keterangan unggahan akun tersebut disebutkan bahwa saat tas dibuka, warga menemukan obat yang bermerek tramadol dan obat lain yang diduga sejenis. Akun itu juga menuliskan bahwa obat tersebut merupakan obat yang didapatkan harus menggunakan resep dokter serta diawasi ketat peredarannya.

“Saat dibuka ternyata ada obat yang bermek tramadol , dll. Obat ini adalah obat yang didapatkanya harus menggunakan resep dokter serta diawasi ketat peredaranya,” tulis keterangan unggahan akun tersebut.

Polisi belum memastikan asal-usul ratusan obat keras itu. Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap siapa pemilik tas dan bagaimana barang tersebut bisa berada di depan gang di kawasan Pinang Ranti.

Temuan itu pun membuat warga sekitar semakin waspada, mengingat obat keras yang diduga berada dalam tas tersebut bukanlah barang yang bisa diedarkan atau dikonsumsi sembarangan. Aparat kepolisian kini masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan untuk memastikan penanganan kasus tersebut.

Di sisi lain, temuan ini menambah daftar kasus peredaran obat keras yang belakangan kerap menjadi perhatian aparat. Dalam kasus kali ini, polisi menegaskan bahwa tas dan seluruh isinya sudah diamankan di Polsek Makasar agar bisa menjadi barang bukti dalam proses penyelidikan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lanjutan mengenai pemilik tas, sumber obat-obatan itu, maupun kemungkinan keterkaitan dengan peredaran obat keras di wilayah tersebut. Polisi masih berfokus pada penelusuran awal berdasarkan lokasi temuan dan keterangan warga yang pertama kali membuka tas itu.

Kejadian ini bermula dari penemuan sederhana di tepi jalan, namun langsung berkembang menjadi perhatian luas karena isi tas ternyata bukan barang biasa. Warga yang awalnya hanya melihat sebuah tas hitam tergeletak di depan gang justru mendapati adanya obat keras yang diduga tramadol dan obat daftar G lain di dalamnya.

Dengan status barang bukti yang sudah diamankan, kepolisian kini melanjutkan proses penyelidikan untuk memastikan siapa yang meninggalkan tas tersebut dan untuk apa obat-obatan itu disimpan di lokasi itu. Sementara itu, warga masih menanti kepastian atas temuan yang sempat membuat geger lingkungan sekitar Pinang Ranti tersebut.