jurnalistik.co.id – JAYAPURA, proses identifikasi terhadap korban insiden ledakan bom sisa Perang Dunia (PD) II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor, Papua, terus dikebut oleh pihak Kepolisian. Memasuki hari keenam, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua dilaporkan mulai melaksanakan identifikasi terhadap potongan tubuh korban yang berhasil ditemukan tim gabungan.
Dalam pelaksanaan tahap awal, tim DVI melaporkan pencapaian untuk hari pertama identifikasi. Tim berhasil mengidentifikasi 34 potongan tubuh korban. Namun, dari jumlah tersebut hanya enam sampel postmortem yang dapat diambil sebagai sampel DNA.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menyampaikan hal itu saat dihubungi wartawan pada Sabtu (6/6/2026). Ari menuturkan, “Untuk perkembangan terkait proses identifikasi, tim DVI Polda Papua sudah mengidentifikasi 34 potongan tubuh, namun hanya enam sampel postmortem yang bisa diambil sebagai sampel DNA.”
Pengiriman sampel DNA ke Jakarta
AKBP Ari menjelaskan bahwa keenam sampel DNA postmortem tersebut direncanakan akan segera diterbangkan ke Jakarta untuk diperiksa secara intensif. Pemeriksaan rencananya dilakukan di Laboratorium DNA Pusdokkes Mabes Polri guna mendukung proses identifikasi korban secara ilmiah.
Ari menambahkan, “Enam sampel DNA postmortem berhasil diambil untuk selanjutnya dikirim ke Pusdokkes Polri guna mendukung proses identifikasi korban secara ilmiah,” katanya. Dengan tahapan ini, proses identifikasi tidak berhenti pada pengumpulan temuan, tetapi berlanjut pada verifikasi melalui pemeriksaan laboratorium.
Di sisi lain, kapasitas kerja tim DVI juga diarahkan untuk memastikan seluruh potongan tubuh yang ditemukan dapat teridentifikasi. Kapolres menyebut tim akan terus bekerja hingga semua bagian yang ditemukan tersusun dalam hasil identifikasi.
Ia menegaskan, “Tim DVI akan terus bekerja sampai semua potongan tubuh itu teridentifikasi dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa setelah proses ilmiah berjalan, tahapan berikutnya adalah penyerahan hasil identifikasi agar dapat diproses untuk pemakaman oleh keluarga korban.
Potongan tubuh yang diamankan selama operasi pencarian
Berdasarkan data Kepolisian selama enam hari operasi pencarian, tercatat sudah ada 85 potongan tubuh yang diduga milik korban hilang dan ditemukan tim gabungan. Seluruh potongan tubuh tersebut sudah diamankan di ruang jenazah RSUD Biak.
Kapolres juga menyampaikan bahwa upaya pencarian akan dimaksimalkan setelah lokasi ledakan dinyatakan steril. Menurutnya, kondisi di lokasi sudah dinyatakan “hijau” atau seratus persen steril, sehingga pencarian dapat ditingkatkan untuk korban yang masih belum ditemukan maupun serpihan proyektil akibat ledakan.
Ari menuturkan, “Untuk lokasi ledakan sudah hijau atau seratus persen steril, sehingga kita akan maksimalkan pencarian terhadap korban hilang maupun terhadap serpihan proyektil akibat ledakan,” ujar Ari. Selain memperkuat pencarian di lapangan, pihak Kepolisian juga akan melakukan olah TKP untuk mengungkap penyebab ledakan.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres menambahkan, “Kita juga akan segera melakukan olah TKP untuk mengungkap penyebab ledakan yang menyebabkan kerugian materil dan korban jiwa,” tandasnya. Dengan kombinasi kerja DVI untuk identifikasi serta langkah olah TKP untuk penelusuran penyebab, proses penanganan insiden di Biak Numfor terus berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan pihak berwenang.
Memasuki fase lanjutan, fokus tim DVI tidak hanya pada pencatatan temuan di lapangan, tetapi juga pada penyusunan urutan identifikasi agar setiap bagian yang berhasil ditemukan dapat ditangani secara sistematis. Dari hasil yang telah dilaporkan, sebanyak 34 potongan tubuh sudah teridentifikasi, sementara proses lanjutan menggunakan sampel DNA postmortem dilakukan untuk memperkuat verifikasi.
Tahapan pemeriksaan laboratorium tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian penanganan setelah sampel diambil. Enam sampel DNA postmortem yang akan diperiksa di Laboratorium DNA Pusdokkes Mabes Polri diharapkan mendukung proses identifikasi secara ilmiah, sehingga hasil akhir dapat digunakan sebagai dasar penyerahan kepada keluarga korban untuk diproses pemakaman.
Sementara kerja identifikasi berjalan, pihak Kepolisian juga terus mengarahkan operasi pencarian dengan mengoptimalkan kondisi lokasi yang telah dinyatakan steril. Dengan 85 potongan tubuh yang sudah diamankan di ruang jenazah RSUD Biak selama enam hari operasi, proses penanganan kemudian dipadukan dengan langkah olah TKP guna menelusuri penyebab ledakan, termasuk dampak terhadap korban jiwa dan kerugian materil.








